Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Rencana busuk


__ADS_3

Bibi Sibah menggeram didalam mobil nya, dia mengerat kan rahang nya untuk beberapa waktu.


Dia fikir bagaimana bisa semua nya menjadi begitu kacau?!.


Dia mengendalikan Liez dimasa lalu Karena uang nya.


Tapi lagi-lagi rencana nya selalu gagal.


Tapi kali ini bukan uang yang menjadi persoalan nya, dia hanya tidak suka Elvitania menikah dengan Sherkan.


Karena dimasa lalu, perempuan itu tahu tentang sesuatu soal putri bungsu nya.


Tidak heran ketika mereka pertama bertemu di mansion Azzura, Elvitania langsung menampilkan ekspresi seolah-olah mengenali dirinya.


Kejadian memalukan dimasa lalu masih menyisakan rasa malu mendalam dirinya atas kelakuan putri nya.


Dia kala itu mengalihkan kesalahan itu pada Elvitania melalui pengacaranya.


Tidak tahu bagaimana bisa perempuan itu keluar dari tuduhan bersalah kala itu, dan jika Elvitania bertemu kembali dengan putri nya dia takut perempuan itu akan mengingat kejadian dimasa lalu.


Elvitania jelas tahu titik kelemahan putri bungsu nya dan dirinya di masa lalu.


Dia takut satu hari Elvitania membuka mulutnya soal putri nya pada seluruh dunia.


Itu akan menjadi ancaman besar untuk mereka.


Karena itu dia fikir dia harus membuat Sherkan dan Elvitania semakin menjauh bagaimana pun cara nya.


Mereka harus bercerai secepat nya.


Apa yang Harus dia lakukan untuk membuat buruk hubungan kedua orang tersebut.


Sibah mencoba menekan keningnya dengan jemari-jemari nya, dia membiarkan keningnya terus menyentuh stir mobil milik nya untuk beberapa waktu.


Hening tanpa pergerakan.


Tiba-tiba dia ingat sesuatu.


Itu dia.

__ADS_1


Seketika Perempuan itu menaikkan ujung bibirnya.


*******


Elvitania sejenak berdiri menghadap ke arah kasur mendominasi berwarna putih dihadapan nya itu untuk beberapa waktu, dia terlihat cukup gelisah dengan ucapan Violet tadi.


"Kamu tahu kenapa Zahir melepaskan kamu di tangan kak Sherkan setelah malam itu? karena sejak awal dia tahu dia telah salah jalur untuk mendapatkan kamu"


"Tidak kah kamu ingat pernah bertemu Sherkan sebelum nya?"


"Tentu saja kalian pernah bertemu beberapa kali"


"Bahkan Dia pernah menyelamatkan kamu didalam air ketika kamu terjun dan nyaris mati lemas didalam nya dalam perayaan pesta ulang tahun perusahaan Hillatop"


Seketika Elvitania mencoba mengingat-ingat bagian mana yang pernah dia lewati.


Pesta ulang tahu? Hillatop?. kejadian hampir tenggelam?.


Elvitania terlihat memegang kening nya untuk beberapa waktu, dia mencoba memacu otaknya untuk mencoba mengingat-ingat tapi gagal.


"Nona, apa anda didalam?"


Elvitania mencoba membalikkan tubuhnya


"Iya bi"


Dia menjawab pelan.


Dengan gerakan cepat perempuan itu langsung bergerak menuju ke arah pintu depan kamar,. Elvitania membuka pintu nya dengan cepat.


Seorang pelayan terlihat berdiri didepan pintu kamar.


Perempuan berusia sekitar 35 tahunan memberikan sebuah amplop kertas berwarna coklat kearah nya.


Belum amplop itu masuk ke tangan Elvitania, tahu-tahu seseorang berusaha menahan nya.


Sang pelayan kepercayaan Sherkan terlihat berdiri didepan pintu masuk kamar dengan wajah sedikit panik.


"Ada apa bi?"

__ADS_1


Elvitania bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Ini...."


Wanita itu bicara sambil mencoba menarik map tersebut, tidak ingin memberikan nya pada Elvitania, dia benar-benar marah dengan pelayan yang ada di samping nya.


"Bi? apa itu untuk ku?"


Elvitania kembali bertanya.


Wanita itu meremas map kertas berwarna coklat yang ada di tangan nya secara perlahan.


Ekspresi wanita itu membuat Elvitania memasang wajah curiga.


"Bi?"


Elvitania terus mengerutkan keningnya.


"Seseorang mengirim nya untuk nona"


Ucap bibi Saimah pelan, dia cukup ragu-ragu untuk memberikan map tersebut kepada istri tuan nya.


"Berikan pada ku, aku akan melihat nya nanti bi"


Saat Elvitania mencoba mengambil map tersebut, wanita itu berusaha menahan tegangan nya.


"Percayakah Nona jika di dunia ini ada banyak orang jahat yang ingin menghancurkan orang yang baik?"


Ucapan wanita itu dengan suara bergetar, membuat Elvitania sedikit bingung dengan ekspresi aneh nya.


"Tentu saja"


"Apapun isi nya berjanjilah nona tidak akan bertindak gegabah, kadang ada yang ingin memecah belah keadaan tanpa pernah kita duga"


Lanjut wanita itu lagi sambil menatap dalam wajah sang istri majikan nya itu.


"Baiklah"


Jawab Elvitania pelan sambil menerima amplop yang diberikan wanita itu secara perlahan.

__ADS_1


__ADS_2