Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Tidak bisa menahan nya


__ADS_3

Sherkan langsung menutup panggilan nya ketika dia mendengar Elvitania mulai membuka pintu kamar mandi.


Perempuan itu keluar hanya menggunakan handuk yang menutupi tidak lebih diantara dada hingga pahanya.


Tubuh indah dengan kulit putih mulus bak porselen itu seketika membuat kepala Sherkan sakit mendadak.


Oh shi..t sayang tidak di saat seperti ini.


Sherkan mengumpat didalam hati nya ketika dia merasa sesuatu yang lama tertidur tiba-tiba terjaga.


Laki-laki itu buru-buru membuang pandangannya.


Dia fikir jika dia menatap tubuh itu lebih lama lagi, yakinlah perkara rumit akan terjadi.


Dia tidak bisa mengontrol has..rat nya.


Meskipun Elvitania adalah istri nya, dia tidak yakin perempuan itu bisa menerima nya sekarang.


Mungkin mereka masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri, membuat Elvitania terbiasa dan mau melewati malam kedua mereka.


Sherkan buru-buru mengendur kan kancing kemeja nya, dia menghela kasar nafasnya sambil berusaha untuk mencoba memikirkan persoalan lain yang bisa menyita Fikiran nya.


"Katakan pada ku sayang, sarapan apa yang kamu inginkan?"


Sherkan mencoba bertanya sambil berusaha membuang pandangannya, melepas kan jas nya sejenak karena dia benar-benar merasa sedikit gerah.


Sejenak Elvitania menoleh, dia buru-buru meraih pakaian nya, mencoba kembali masuk kekamar mandi untuk berganti.


"Apapun juga boleh"


Jawab nya pelan kemudian langsung masuk ke kamar mandi.


Laki-laki itu menunggu Elvitania keluar dari kamar mandi, dia buru-buru mencari sepatu milik nya tapi aneh nya dia tidak menemukan nya.


Elvitania keluar dari kamar mandi, dia mengerutkan keningnya saat Sherkan mencoba mencari sesuatu di bawah meja dan lain sebagainya.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Sepatu ku dimana sayang?"


"Yang mana?"


Elvitania bertanya sedikit bingung.


"Yang Hitam"


"Bukankah belum digunakan? kamu menggunakan yang coklat sejak kemarin"


Elvitania bicara kemudian berjalan ke arah Lemari yang ada di sisi kiri kasur.


Sherkan memejamkan bola matanya, dia Fikir otaknya tiba-tiba tidak bisa berfikir dengan baik.


Laki-laki itu memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu.


Bahkan dia lupa belum menggunakan sepatu kerja yang itu.


"Katakan padaku dimana tempat nya? biar aku yang mengambil nya"


"Di dalam koper di atas lemari, tunggu aku akan mengambil nya"


Diaa fikir asisten Sherkan terlalu jauh meletakkan nya,. seharusnya laki-laki itu membiarkan koper nya ada di bawah.


Perempuan itu mencoba meraih koper yang ada di atas sana, berusaha menjinjit kan kakinya untuk beberapa waktu, tapi sayang nya rupanya tangan nya tidak bisa menggapai koper tersebut secara sempurna.


Melihat Elvitania kesusahan, Sherkan Secepat kilat membantu sang istri nya, buru-buru dia berdiri tepat di belakang Elvitania dan mengambil nya dengan kedua belah tangannya.


Awal nya tidak berfikir jika posisi mereka menjadi tidak menguntungkan.


Elvitania terlihat terkejut, dia membalikkan tubuhnya seiring dengan Sherkan mendapatkan koper nya dan meletakkan nya kelantai.


Bisa Sherkan rasakan ketika tubuhnya dan tubuh Elvitania terlihat cukup merapat dan menyatu.


Seketika wajah Elvitania memerah, dia buru-buru bergeser dan langsung meraih koper nya, mencoba duduk untuk beberapa waktu sambil mencari sepatu yang diinginkan Sherkan.


Setelah berhasil mendapatkan nya, Elvitania mengembangkan senyuman nya, dia langsung berdiri dan menyerahkan sepatu tersebut ke arah Sherkan.

__ADS_1


"Mau langsung berangkat?"


tanya Elvitania cepat.


Kemudian Elvitania meletakkan sepatu nya tepat didepan kaki Sherkan.


"Warnanya memang cocok dengan kameja dan jas nya"


Ucap Elvitania sambil bergerak ke arah kasur, meraih dasi yang akan di gunakan Sherkan kemudian berfikir akan memanaskan dasi tersebut ke leher sang suami.


Tapi tiba-tiba Sherkan menyentuh lembut wajah nya.


"Elv?"


"Ya?"


Elvitania bertanya sambil menatap dalam bola mata Sherkan.


"Apakah kamu akan marah jika aku meminta hak ku pagi ini?"


Pertanyaan laki-laki itu sedikit membuat nya bingung.


"Bagaimana?"


Elvitania masih tidak mengerti kemana arah pembicaraan Sherkan.


"Mari mencoba nya, jika kamu belum bisa kita bisa berhenti ditengah jalan dan aku bisa menyelesaikan nya di kamar mandi"


"Ah?"


Elvitania masih tidak paham.


"Aku fikir aku kesulitan menahan nya"


Perempuan itu mengerutkan keningnya, Ditengah kebingungan nya tiba-tiba saja Sherkan memajukan wajahnya dan....


__ADS_1


Tiba-tiba sang suami melesatkan ciuman yang begitu dalam kearah dirinya.


Sejenak Elvitania terkejut dan terpaku, dia seketika memejamkan bola matanya ketika ciuman itu semakin lama semakin dalam dan memanas.


__ADS_2