Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Cemburu


__ADS_3

Sejenak bola mata Elvitania terus menatap Sherkan yang dengan telaten menyiapkan makan malam mereka.


Di atas kursi sofa rumah sakit berwarna coklat gelap tersebut tangan Sherkan dengan cekatan memindahkan beberapa menu makanan ke dalam sebuah piring.


Elvitania terlihat bersandar di kasur mendominasi berwarna putih tersebut, dia memperhatikan sang suami nya untuk beberapa waktu.


Setelah selesai menyiapkan makanan untuk Elvitania, Sherkan secara perlahan mulai bergerak mendekati sang istri nya.


Tangan laki-laki itu mulai bergerak menyuapi Elvitania secara perlahan.


Elvitania menurut, dia mulai menikmati makanannya secara perlahan, membiarkan Sherkan terus menyuapi nya sedikit Demi sedikit.


"Enak?"


Tanya Sherkan sambil mengembang kan senyuman nya, bola mata laki-laki itu menatap dalam bola mata Elvitania.


"He em"


Elvitania mengangguk pelan.


Sang suami menyentuh pelan pinggir bibir nya, mencoba membersihkan sisa makanan yang ada di ujung bibirnya.


Sejenak Elvitania tersipu malu dengan gerakan tangan suami nya.


"Apa yang kamu rasakan? apakah merasa ada hal yang tidak nyaman?"


Tanya Sherkan lagi sambil kembali menyuapi Elvitania, itu adalah suapan terakhir nya.


Perempuan itu diam sesaat, masih sibuk mengunyah, menikmati makanan nya untuk beberapa waktu.


"Hanya merasa sedikit pusing"


Dia mulai menjawab saat selesai mengunyah makanannya.


Laki-laki itu meletakkan piring makan yang telah kosong itu di atas nakas yang ada di sisi kiri ranjang.

__ADS_1


"Kemarilah, biar aku berikan pijatan"


Ucap laki-laki itu sambil menepuk-nepuk sisi kasur di mana dia duduk.


"Tapi..."


Elvitania jelas bingung.


"Oh sayang, kenapa kamu masih belum bisa bersikap lebih santai? suami istri selalu melakukan hal itu, istri lelah dan sakit suami yang mengurusi, suami lelah dan sakit istri yang mengurusi hmmm"


Ucap laki-laki itu sambil memegang pundak sang istri nya, lantas dia membiarkan Elvitania memutar memunggungi dirinya kemudian dia membiarkan Perempuan itu berbaring di paha nya.


Elvitania jelas terkejut, agak bingung dengan posisi mereka.


Secara perlahan Sherkan mulai memijat kepalanya sambil laki-laki itu mulai mengajaknya bicara soal beberapa hal.


Kadangkala Sherkan mengajak nya bercanda dan bercerita soal beberapa hal dimasa remaja nya.


Sesekali terdengar tawa laki-laki itu pecah saat mendengar Elvitania bertanya dengan ekspresi tidak percaya soal kisah masa anak-anak dan remaja nya.


"Begitu playboy?"


"Tidak sayang, aku tidak seperti itu. Hanya saja terkadang para teman-teman perempuan begitu sibuk mengajak ku berkencan"


"Kenapa tidak mau?"


Tanya Elvitania penasaran.


"Karena aku fikir pelajaran disekolah sudah terlalu menguras fikiran dan perasaan, jadi berkencan akan semakin menambah beban pikiran ku, maka aku memutuskan untuk tidak mengambil kencan dengan satu gadis pun"


"Aku cukup tidak percaya"


"Aku bersungguh-sungguh"


"Bukankah laki-laki yang punya materi berlimpah suka memanfaatkan seorang perempuan? di jaman SMA ku anak-anak laki-laki selalu begitu, mereka mengencani lebih dari dua perempuan"

__ADS_1


Terlihat rona cemburu di mata Elvitania.


Dia masih tiduran di atas pangkuan Sherkan


Sherkan malah terkekeh geli melihat ekspresi Elvitania.


"Nah kan? dia pasti mengencani banyak anak perempuan"


"Apa wajah ku se playboy itu?"


Laki-laki itu bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


"Cukup Playboy, kak Xena bilang para perempuan banyak yang datang ke rumah untuk menemui kamu"


Lagi Sherkan tertawa kecil, dia memencet gemas hidung Elvitania.


"Apa dia cemburu?"


Mendengar ucapan Sherkan, buru-buru Elvitania menyela.


"Tentu saja tidak, akhhhh hidung ku jadi sakit"


Perempuan itu mengeluh cepat, langsung menyentuh cepat hidung nya.


"Aku tidak seburuk itu hmmm bahkan aku bukan type laki-laki yang suka mengencani sembarangan perempuan Elv"


Ucap suaminya pelan sambil menghentikan gerakan tangannya.


"Aku tidak semudah itu juga jatuh cinta pada seseorang"


lanjut nya lagi.


Kemudian tiba-tiba laki-laki menurunkan wajahnya.


Elvitania jelas terkejut saat wajah mereka terasa begitu dekat.

__ADS_1


Sherkan tiba-tiba secara perlahan menyatukan bibir mereka untuk beberapa waktu.


Seketika perempuan itu terdiam, dia memejamkan perlahan bola matanya, menikmati moment manis yang terjadi begitu tiba-tiba.


__ADS_2