Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 18 Y & A


__ADS_3

Hampir 2 tahun kemudian


Mansion utama


Sarapan pagi


Dapur.


"Sudah berapa tahun menikah tidak juga kunjung punya anak? hampir 2 tahun, seharusnya kamu mulai program kehamilan dan berhenti mondar-mandir kesana-kemari"Suara ibu mertua Alessia mulai memekakkan telinga, selama penikahan mereka Wanita tua itu tidak pernah menyukainya, selalu ada saja cara wanita tersebut untuk mencari cara agar Alessia tidak betah tinggal disana.


"Apa pelayan tidak bisa masak masakan seperti kemarin? kenapa rasanya berubah?"Lagi wanita itu mengoceh.


"Pantas saja anak-anak Khalid enggan datang, semua di atur oleh ular betina agar tidak ada yang nyaman tinggal disini termasuk diriku"


Alessia kembali menghela nafasnya mendengar ocehan mama mertua nya, mama kandung Yash benar-benar sulit untuk di ambil hati nya sejak pertama kali dia menginjakkan kaki ke kediaman Khalid.

__ADS_1


Alih-alih tersinggung dan marah, gadis itu hanya bisa mengembangkan senyuman nya, dia meletakkan sarapan favorit mertua nya dan memberikan jus buah untuk wanita tua tersebut.


"Mama mau pergi jalan-jalan di akhir bulan ini?"Tanya Alessia kemudian, dia memilih duduk di samping mertuanya tersebut, Suami nya tampak baru turun dari arah tangga mendekati mereka.


"Kenapa menanyakan itu? tidak suka kalau mama menghabiskan uang suami kamu?"Nada cetus mama mertuanya membuat Alessia mengulum senyumannya.


"Mama berhak menikmati apapun pemberian dari Yash, karena mama yang melahirkan, membesarkan dan membuat Yash hingga seperti hari ini"Dia bicara Pelan, mengelus lembut tangan kanan mertua nya.


"Jika Mama tidak nyaman pergi dengan Rich, mama bisa minta aku membantu untuk mengantarkan mama, aku punya cukup banyak waktu luang untuk menemani mama"Gadis tersebut kembali bicara dimana bisa dia lihat suaminya kini duduk di hadapannya, terlihat sibuk dengan handphone di tangan nya, Alessia mengulum senyuman nya, bergerak mendekati Yash kemudian dia menyentuh lembut tangan Yash.


"Ada mama, kamu ingin kopi Moccha atau cappucino?"Begitu halus dia mengingatkan Yash, seolah-olah berkata jangan terlalu sibuk dengan handphone ketika ada orang tua dihadapan kita, terkadang mereka akan tersinggung dan merasa di abaikan.


"Berikan aku air hangat, tenggorokan ku tidak baik-baik saja"Laki-laki tersebut berucap cepat.


mendengar laki-laki itu berkata tenggorokannya tak baik-baik saja membuat Alessia sejenak diam, dia bergerak menuju ke arah barisan kitchen set kemudian mulai membuatkan teh hangat untuk laki-laki tersebut.

__ADS_1


Yash terlihat menatap punggung Alessia untuk beberapa waktu, entahlah apa yang laki-laki tersebut pikirkan sebenarnya tapi yang jelas sangat sulit sekali di tebak oleh orang-orang di sekitar nya.


"Aku akan minta antar cucu ku, terlalu tidak nyaman jika harus diantar oleh kamu, hubungan kita tidak terlalu baik, membuat orang-orang berpikir kenapa tiba-tiba pergi berdua"Mama Yash bicara sedikit ketus, enggan menoleh kearah Alessia, memilih untuk menghabiskan sarapan pagi nya.


Alessia hanya diam, dia mengembang kan senyuman nya kemudian berkata.


"Itu bukan masalah"Jawab gadis tersebut pelan.


Dia selalu begitu, tidak menampilkan ekspresi sedih ataupun terluka, hampir 2 tahun sudah cukup bebal mendengar penolakan semua orang di sekitar nya, jadi tidak mesti lemah jika kali ini tawaran tulus nya di abaikan dan di pandang sebelah mata.


"Tuan.."Tiba-tiba bibi pelayan datang dari arah depan, menghampiri semua orang dan bicara dengan Yash.


"Katakan?"Yash bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


"Tuan kallan ada di depan"

__ADS_1


Mendengar nama itu disebutkan seketika membuat Alessia menghentikan gerakan tangannya.


Kallan?!.


__ADS_2