Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Meminta bantuan nya


__ADS_3

Kembali ke masa kini


Seketika Sherkan tersentak dari tidur lelapnya ketika sebuah tangan menyentuh lembut bahu nya.


Laki-laki itu terjaga, membuka matanya dengan cepat, menatap sosok yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu


"Anda baik-baik saja, tuan?"


Bibi Saimah bertanya sambil menatap iba ke arah tuan nya.


Bisa dia lihat sisa-sisa kabut dan sisa air mata di balik bola mata indah itu.


Secepat kilat Sherkan menekan pelupuk mata nya dengan jari-jari tangan nya.


"Pukul berapa sekarang?"


Sherkan bertanya sambil berusaha beranjak dari posisi duduknya, dia bergerak perlahan menuju ke arah sisi kanan nya.


Itu adalah ruangan kerja yang biasa dia gunakan selama ini, dilengkapi dengan kursi sofa besar dan sebuah kamar mandi yang memudahkan akses nya untuk melakukan banyak hal didalam sana.


Terdapat sebuah lemari pakaian yang memang telah di setting dengan sedemikian rupa.


Laki-laki itu memutuskan untuk tidak tidur di kamar mereka, dia takut kehadiran nya membuat Elvitania semakin membenci dirinya.


"06. 25 tuan"


Jawab bibi Saimah pelan.


"Apa istri ku sudah bangun bi?"


Sherkan bertanya sambil meraih handuk yang ada di atas gantungan lemari yang mendominasi berwarna putih di hadapannya tersebut.


"Sudah tuan"


Sejenak Sherkan diam, Tampak tidak bergeming untuk beberapa waktu.


"Bibi mau membantu ku?"

__ADS_1


Sherkan membalikkan tubuhnya dengan perlahan, dia bertanya kearah bibi Saimah dengan cepat.


"Ya?"


Bibi Saimah mengerutkan keningnya.


********


Kamar tidur utama


Sherkan dan Elvitania


Sejenak Elvitania berjalan menuju ke arah meja hias yang ada di hadapannya, perempuan itu duduk sejenak disana sambil menatap dalam wajah nya untuk beberapa waktu.


Fikiran nya menerawang jauh entah kemana dengan pandangan lurus menghadap ke arah depan nya.


Sejenak Perempuan itu mengehela pelan nafasnya, kemudian secara perlahan Elvitania mulai menyisiri rambut indah nya.


Dikala dia sibuk bergelayut dengan pemikiran nya dimana tangan nya masih menyusuri rambut nya secara perlahan, tiba-tiba suata ketukan pintu mengejutkan dirinya.


Begitu suara terdengar dari depan sana, Seketika Elvitania menghentikan gerakan tangannya.


"Anda didalam?"


Suara itu kembali bertanya secara perlahan.


"Ya, BI"


Seketika Elvitania menyahut.


Bibi Saimah mulai membuka pintu kamar tersebut dengan gerakan lamban, dia bergerak masuk kemudian kembali menutup pintu tersebut.


Berjalan perlahan mendekati Elvitania.


"Ini...."


Bibi Saimah menyerahkan sebuah kertas tebal berwarna merah menyala ke arah Elvitania.

__ADS_1


Perempuan itu sejenak mengerutkan keningnya, menatap sosok bibi Saimah dengan tanda tanya.


Dia berbalik kemudian mencoba menatap kertas yang diberikan kepada dirinya.


Sebuah undangan mewah terlihat di sodorkan wanita tua itu pada Elvitania.


"Ini apa bi?"


Tanya Elvitania sambil meraih undangan dari tangan wanita tersebut.


"Undangan, nona"


"Undangan?"


"Ya... salah satu kekuarga besar akan menggelar pernikahan di akhir Minggu ini, satu keluarga besar akan datang semua"


Mendengar ucapan bibi Salimah sejenak membuat Elvitania terdiam, dia memperhatikan undangan ditangan nya tersebut untuk beberapa waktu.


"Aku...."


"Mau kah nona hadir? jangan melihat dari sudut pandang tuan Sherkan, tapi dari sudut yang lain seperti Nyonya dan Tuan besar, mereka pasti merasa begitu bahagia melihat Nona bersedia berbaur bersama keluarga besar Azzura"


"Anggaplah nona tengah mencoba membahagiakan mereka, menatap dari sudut pandang seorang anak untuk menyenangkan orang tua nya"


"Saya yakin tuan dan nyonya pasti begitu bahagia melihat Nona ikut hadir disana"


Lanjut bibi Saimah lagi secara perlahan.


Bola wanita tua itu menatap lembut ke arah Elvitania.


Perempuan itu diam untuk beberapa waktu.


"Jika nona bersedia, ada satu pesan saya untuk nona, jangan terlalu dekat dengan tuan Hairam karena dia tidak terlihat sebaik cover depannya"


Mendengar pesan dari wanita itu seketika Elvitania menatap dalam bola mata wanita itu.


"Ya?"

__ADS_1


__ADS_2