
Lewat tengah malam
Ruang kosong tidak berpenghuni.
Dalam ruangan gelap dengan pencahayaan yang cukup minim, satu tubuh tergeletak tidak berdaya di atas lantai dingin sebuah ruangan kosong tidak berpenghuni, di mana di sisi kanan tubuh tersebut terdapat sebuah jendela kecil yang memantulkan cahaya rembulan dari atas sana.
Perlahan jemari-jemari indah Alessia bergerak dalam ketidak berdayaan nya, gadis tersebut sadar secara perlahan untuk beberapa waktu, hanya saja dia mencoba untuk membuka bola matanya dan menggerakkan jemari-jemari nya nyatanya terasa begitu berat dan kepala nya masih terasa sangat pusing.
Dalam perjuangan panjang, Alessia terus mencoba menggerakkan tangannya secara berlahan kemudian memegang kepalanya yang terasa sakit. Gadis itu mengernyitkan dahi nya saat menyadari suasana di sekitar nya, dia mencoba membiasakan pandangan bola matanya di area gelap di sekitar nya untuk beberapa waktu.
Bisa dilihat kedua tangan dan kaki gadis tersebut terikat tali, di samping nya terdapat sebuah kursi kayu yang tidak memiliki tubuh yang menduduki nya. sejenak Alessia mencoba merontah dengan kekuatan nya, seolah-olah dia sadar jika dia pasti telah dibekap dan diculik oleh seseorang.
Gadis itu berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan ikatan tali yang ada di kaki serta tangannya yang diletakkan ke arah belakang yang membuat gadis tersebut cukup kesulitan untuk bergerak.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang mencoba menelusuri ruangan, Alessia sejenak menghentikan apa yang dilakukan dan di ingin tahu siapa pemilik suara langkah yang menimbulkan suara berisik dari sebuah tungkai sepatu milik seorang wanita.
di detik berikutnya tiba-tiba saja sosok tersebut telah berdiri tepat di hadapan nya.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kamu cukup kuat untuk menahan segala macam apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarmu"
Seseorang bicara dari depan Ashley, menatap Alessia dengan sejuta Pandangan didalam bola matanya.
"aku cukup terkejut saat mengetahui soal kenyataan siapa yang berdiri di hadapan ku saat ini.
Alessia bicara dengan nada dingin dan datar, ekspresi wajahnya terlihat menyeringai.
"Sejujurnya aku benar-benar tidak paham kenapa kamu membawa aku ke sini?"
gadis itu terus bertanya dingin ke arah sosok yang ada di hadapanmu?
"lucu sekali ketika kau menanyakan hal tersebut kepada diriku, apa kamu pikir aku tidak punya alasan kenapa membawamu ke sini?"
perempuan itu bertanya dengan ada yang tidak kalah dingin ke arah Alessia, ada berbagai macam kemarahan yang ada di dalam diri Diana saat ini, dia sengaja membawa gadis tersebut dan meletakkan nya di tempat seperti ini, menculiknya dan mungkin Diana sedang berpikir bagaimana caranya untuk melenyapkan Alessia.
mendengar apa ini ucapkan oleh Diana seketika membuat Alessia terkekeh.
__ADS_1
"kau kelihatan masih sangat marah dan cemburu kepada diriku terhadap Yash?"
Alessia langsung bicara tanpa harus menebaknya karena dia tahu apa alasan Diana melakukan semua ini saat ini.
Mendengar kan ucapkan oleh Alessia seketika membuat gadis tersebut terkekeh senang.
"aku cukup senang kau mampu menebak apa yang ada di dalam pikiranku"
perempuan itu berucap dengan cepat kemudian dia berusaha untuk menduduki tubuhnya tepat kursi kayu di yang ada tepat di hadapan Alessia.
mendengar apa yang diucapkan oleh Diana membuat Alessia langsung menaikkan ujung bibirnya.
"tentu saja aku bisa menebaknya, dan aku pikir kamu terlihat cukup kasihan karena sepertinya sejauh ini cintamu tetap bertepuk sebelah tangan terhadap suami ku"
gadis tersebut bicara dengan penuh percaya diri menyebutkan Yash sebagai suaminya, dan hal tersebut jelas membuat Diana semakin kesal dan marah.
"Kau...."
__ADS_1
dan bayangkan bagaimana ekspresi perempuan tersebut saat ini.