
Catatan \=
Ingat fokus pada kisah Britania dan Elvitania disini yah Mak, disini awal mula kisah putra Violet dan putra Britania akan di tukar.
Dan jangan lupa ini awal kehancuran kekuarga Al Jaber, Faith yildiz dan Burja di novel PUTRI PERAWAN MILIK DADDY Season 1, season 2 dan Oh yes my hot uncle putri perawan milik Daddy season 3"
Dan jangan lupa "Mak author bisa membolak-balik kan karakter pemeran nya"😁 jadi jangan men judge sembarang Karakter, yang jahat belum tentu jahat, yang baik belum tentu baik💋 dan kisah Mak author ga pasaran yang bisa di tebak-tebak buah semangka 🤫😉.
Akan ada sesuatu yang tidak pernah di duga di tiap kisah yang Mak author buat.
******
Britania terlihat diam saja di dalam mobil mereka sejak tadi, tidak banyak yang bisa dia ucapkan Selain beberapa kali menghela pelan nafasnya.
Dia meraih bayi mungil yang ada di tangan seorang perempuan berusia sekitar 35 tahunan yang Sejak tadi menunggu mereka di mobil.
Masih dengan bola mata berkaca-kaca Britania menatap bayi mungil nya itu.
"Semua pasti baik-baik saja"
Ming sang suami bicara Sambil menyentuh lembut kepalanya.
"Kita akan lihat kondisi kedepannya untuk berkunjung hmmm"
__ADS_1
Ucap laki-laki itu pelan sambil menatap wajah sang istri nya untuk beberapa waktu.
Ming fikir mungkin benar mereka datang di waktu yang salah, Ghanem telah memperingatkan mereka jika ini bukan waktu yang tepat, tapi karena mereka kembali ke Indonesia saat ini dengan waktu yang cukup terbatas karena pekerjaan nya, mau tidak mau mereka mencoba mengunjungi Elvitania.
Niat Britania hanya untuk mengunjungi sang adik Karena mendapatkan kabar jika Elvitania terkena luka tembak.
Tapi rupanya kondisi psikis Elvitania jelas tidak dalam keadaan yang stabil, terlalu banyak hal-hal buruk yang terjadi Elvitania Hingga belakangan ini.
Apalagi ternyata peran Sibah dan suaminya untuk membuat Elvitania semakin terpuruk begitu besar.
"Kita akan kembali ke Prancis lebih dulu, aku akan mencoba untuk berkomunikasi bersama Ghanem untuk memastikan kapan kita bisa kembali berkunjung ke Indonesia"
Lanjut Ming kembali.
setelah berkata begitu Ming terlihat mulai menyetir mobilnya, sesekali di Melirik ke arah sang istri sambil mencoba menghela Pelan nafasnya.
*******
Disisi lain
Masih dengan jutaan kemarahan nya, dengan ekspresi wajah penuh dengan kebencian dan perasaan kesal, dongkol juga rasa jijik yang menjadi satu, Sherkan masuk ke dalam kamar di mana Elvitania di rawat.
Tapi begitu melihat wajah sang istri nya yang berbaring terlelap di atas kasur nya seakan-akan tidak berdaya dengan satu selang infus menempel di tangan nya, seketika ekspresi Sherkan berubah.
__ADS_1
Wajah penuh Amarah itu seketika meredup begitu saja, seolah-olah kemarahan yang menggebu-gebu tadi menghilang begitu saja karena satu wajah pengobat dirinya.
Sherkan langsung duduk di samping Elvitania, menyentuh lembut wajah istri nya.
"Apakah keadaan kakak ipar mu baik-baik saja?"
Sherkan bertanya pada Rubi yang duduk di sisi kiri Elvitania sedang kan dia duduk di sisi kanan Elvitania, dia hanya menatap wajah istri nya, tidak berniat menoleh ke arah lainnya.
"Kakak ipar hanya mengalami shock, dokter bilang semua akan baik-baik saja setelah bangun, hanya saja mereka bilang jangan membuat kakak khawatir, takutnya psikologi kakak akan terganggu karena Keadaan"
Jawab Rubi dengan perasaan cemas.
Sherkan terlihat diam.
"Aku fikir Elvitania butuh waktu libur ke tempat yang bisa membuat dia melupakan semua permasalahan nya"
Tiba-tiba Xena bicara sambil memegang bahunya.
"Pergilah mengambil cuti kali ini, cari suasana paling menenangkan yang bisa membuat Elvitania nyaman dengan keadaan nya"
Tambah Perempuan itu lagi secara perlahan.
"Ada aku dan kakak ipar mu, jangan terlalu khawatir soal perusahaan, Sherkan"
__ADS_1
Lanjut Xena sambil menggenggam erat bahu adik laki-laki nya itu untuk beberapa waktu.