
Kembali ke masa kemarin
Setelah Elvitania tidak sadar kan diri
Dikala Sherkan mengetahui soal Britania
Kilatan api kemarahan jelas terpancar dari balik bola mata Sherkan, dia baru saja akan melahap makan siang nya ketika ruby menghubungi dirinya, sang adik nya berkata ada Britania ke rumah sakit menemui istrinya.
diurungkannya untuk melahap makan siangnya, secepat kilat Sherkan keluar dan turun dari ruangannya menuju ke arah parkiran.
dia tidak ingin Britania mengganggu kehidupan tenang yang baru akan didapat Elvitania, kasus kemarin paman dan bibi keduanya cukup membuat Elvitania stres berat, dia fikir bagaimana mungkin akan ada persoalan yang masuk ke dalam kehidupan istri nya lagi.
Begitu tiba di rumah sakit tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan Sherkan langsung menghentikan mobilnya kemudian dia langsung keluar dari Mobilnya menuju ke arah dalam rumah sakit.
Dengan langkah tergesa-gesa Sherkan langsung bergerak ke arah kamar di mana Elvitania dirawat.
Bisa dia lihat di depan pintu Britania dan Ming menatap kearah pintu ruangan di mana Elvitania dirawat.
Secepat kilat Sherkan langsung menyambar kasar kerah baju Ming dengan jutaan kemarahannya.
"bagaimanakah bisa kamu dan Britania masih punya nyali untuk datang ke sini"
ucap Sherkan dengan kemarahan yang menggebu-gebu.
beberapa perawat dan orang yang ber lalu-lalang seketika menegang.
"Seharusnya kau ada Britania tidak usah lagi hadir dalam kehidupan istri ku"
Sherkan ingin melesatkan tinju nya kepada Ming, tapi tiba-tiba sebuah tangan mencoba menahan gerakannya.
Sherkan menoleh, ternyata itu adalah papanya dan Ghanem.
"Son, tahan emosi mu"
laki-laki tua itu berkata cepat, dia hafal betul watak dan perangai putranya, sejak dulu Sherkan paling tidak bisa jika orang yang dia sayang terluka, emosi nya bakal meledak-ledak tanpa bisa dikendalikan.
__ADS_1
Ming berusaha menahan perasaan dia tahu sehat pasti marah besar dan dia telah menyiapkan mental dan perasaan kuat sejak sebelum mereka datang ke tempat ini.
Britania jelas tidak kalah terkejut melihat tindakan Sherkan yang tiba-tiba menarik kerah baju suaminya.
"Maafkan kan kami, Sherkan"
ucap Britania pelan sambil berusaha menundukkan kepalanya.
"aku hanya merindukan adikku, aku hanya ingin meminta maaf atas semua kesalahanku kepada Elvitania"
Ucap Britania pelan.
Di mana Papa Sherkan mencoba menahan dada Putra nya itu, Britania bicara dengan jutaan rasa bersalah, bola mata perempuan itu terlihat berkaca-kaca.
"Semuda itu minta maaf? setelah jutaan kesalahan yang kau lakukan padanya?"
Pekik Sherkan dengan suara yang meninggi.
Ming hanya bisa mencoba tidak tersulut emosi, dia tahu Sherkan wajar melampiaskan kemarahannya saat ini, istri nya memang berada di luar batasan nya dulu.
Seketika Britania memejamkan bola matanya, cukup terkejut saat Sherkan meneriaki dirinya, Ming berusaha untuk menggenggam telapak tangan nya.
"Setelah kamu menyiksa dirinya, membuat jutaan trauma di dalam hidupnya, bahkan kamu memanipulasi tentang aku dan Zahir bersama bibi kedua dan Nenek Sunita? dengan mudahnya kamu bilang maaf?"
Seketika Sherkan mendengus tidak percaya.
"setelah kematian Zahir, hingga kebencian Elvitania memuncak untuk diri mu, setelah dia menyimpan trauma bertahun-tahun bahkan dia tidak bisa tidur dengan baik selama pernikahan kami berjalan, kau dengan mudahnya ingin bilang Maaf?."
bola mata Sherkan seolah-olah ingin keluar saat ini saking dia benci nya melihat Britania saat ini.
"Kau pasti bercanda"
Pekik nya lagi.
Orang-orang yang mendengar kemarahan Sherkan berusaha untuk menahan nafas mereka, para dokter mematung untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Siapa yang tidak kenal laki-laki tersebut, mereka jelas tidak punya keberanian melerai dan mencoba memotong keadaan.
"Sherkan"
Kali ini Mama nya yang ikut melerai, menyentuh dada putra nya dengan lembut.
"Ini di rumah sakit, istri mu sedang beristirahat, jangan lakukan ini lagi"
Mama Sherkan berusaha untuk menenangkan putra nya, berkata jika Elvitania butuh ketenangan saat ini, apalagi ini adalah rumah sakit umum.
Meskipun mereka ikut andil menanam saham disana, bukan berarti mereka harus bertindak semena-mena.
"Bawa Perempuan ini menjauh dari hadapan ku, terutama dari hadapan Elvitania"
Ucap Sherkan kemudian langsung membalik kan tubuh nya.
Mendengar ucapan Sherkan, Britania langsung terkejut, dia langsung menangis dan mencoba untuk mengejar langkah Sherkan yang bergerak menuju ke dalam kamar rawat inap adiknya bersama Mama Sherkan.
"No... maafkan aku, aku benar-benar minta maaf, biarkan aku bertemu Elvitania, tidak hari ini bukan masalah, aku benar-benar berubah, aku rela melakukan apapun dan dihukum, dia satu-satunya kekuarga ku yang tersisa"
Britania secepat kilat berusaha untuk meraih tubuh Sherkan, tapi Ming berusaha menahan tubuhnya.
"No... ini mungkin bukan waktu yang tepat Bri, tunggulah hingga kondisi Elvitania membaik dan kemarahan Sherkan meredam"
Ucap laki-laki itu cepat.
"Tapi..."
"Kalian datang di waktu yang salah nak, datanglah lagi ketika suasana dingin dan baik, Sherkan bukan type laki-laki yang keras, dia hanya marah saat Elvitania terluka, kau tahu? suami manapun pasti marah jika hal yang buruk menimpa istri mereka di kala kesehatan pasangan mereka tidak baik-baik saja"
Ucap Papa Sherkan Sambil menatap wajah Ming dan Britania Secara bergantian.
"Elvitania hanya butuh waktu untuk berfikir, banyak hal buruk yang dia lewati, dia bukan malaikat juga bukan tuhan, menantu kami hanya sosok perempuan biasa yang harus menata hati dengan baik setelah persoalan berat yang dia lewati"
Setelah berkata begitu Papa Sherkan menepuk-nepuk punggung Ming untuk beberapa waktu kemudian dia melesat masuk ke dalam kamar dimana Elvitania dirawat meninggalkan Britania dan Ming di luar sana.
__ADS_1