
Elvitania melangkah masuk mengikuti langkah Sherkan untuk beberapa waktu.
Mereka kemudian melesat naik menuju ke lantai atas membiarkan Hasna untuk menyikat giginya terlebih dahulu kemudian mencuci tangan dan kakinya.
Setelah ittu Elvitania terlihat menggantikan pakaian tidur Hasna, membenahi rambut gadis kecil itu untuk beberapa waktu.
Bisa dia lihat sherkan duduk di kursi sofa seolah-olah menunggu mereka, tidak paham ada apa Elvitania Fikir mungkin Sherkan bersiap untuk naik ke atas kasur mereka.
Tapi rupanya tembakan nya salah, setelah Elvitania memastikan Hasna sudah siap untuk meluncur tidur, laki-laki itu tiba-tiba berkata.
"Sudah selesai sayang?"
"Sudahhhhhh"
Hasna menjawab dengan penuh semangat.
Elvitania jelas bingung dengan ekspresi kedua orang tersebut.
"Baiklah, sekarang waktunya menuju ke rumah impian'
Setelah berkata begitu, Sherkan langsung berdiri dari duduknya.
Dia berjalan mendekati Elvitania dan Hasna, kemudian tiba-tiba laki-laki itu menggendong Hasna.
Eh?!.
Elvitania jelas terkejut.
'
"Kemarilah"
Tiba-tiba Sherkan bicara sambil menatap dalam bola mata Elvitania, dia menggendong Hasna di sisi kiri nya sedangkan tangan kanan nya Terulur menunggu Elvitania menerima uluran tangan nya.
Sejenak Elvitania diam, dia menatap telapak tangan kokoh itu untuk beberapa waktu.
Dia Fikir Sherkan akan membawa diri nya kemana.
Elvitania kemudian menatap Sherkan dengan jutaan tanda tanya.
__ADS_1
"Aku yakin kamu akan menyukai nya hmmm"
Ucap Sherkan lagi,masih menunggu Elvitania mengulur kan balik tangan nya.
Sejenak Elvitania dengan gerakan perlahan mulai mengulurkan tangannya, membiarkan Sherkan menggenggam telapak tangan dan membawa nya entah kemana.
Perempuan itu mencoba mengikuti langkah Sherkan, membiarkan laki-laki itu menuntun nya keluar dari kamar menuju ke lantai bawah.
Kemudian mereka terus berjalan menuju ke arah belakang Melewati pintu rahasia Dimana pintu itu jelas mengarah ke arah taman Rahasia.
Dia fikir apa Sherkan akan membawa nya ke taman Rahasia di waktu malam-malam begini?!.
Tapi pemikiran nya salah, sherkan terlihat berbelok, menuntunnya menuju ke arah lain, membuka pintu rahasia lain kemudian membawa nya entah ke ruangan mana yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Kita mau kemana?"
Elvitania Mencoba menahan langkah nya saat laki-laki itu tahu-tahu Mencoba membàwa dirinya ke satu ruangan gelap Menuju ke arah bawah.
Sherkan terlihat terkekeh kecil, menggenggam erat telapak tangan Elvitania.
"Kamu pasti akan menyukai nya hmmm, percayalah"
Elvitania kembali mengikuti langkah Sherkan Sambil mencoba mengatur langkah kaki nya.
Begitu mereka mulai tiba di bawah, secara perlahan Sherkan mulai menyalakan lampu di ruangan tersebut.
Begitu lampu menyala Hasna Langsung melesat turun dari pangkuan Sherkan, gadis kecil itu terlihat berlarian dengan riang.
Sedangkan Elvitania langsung membulatkan bola matanya, dia membeku untuk beberapa waktu kemudian tiba-tiba bola mata terlihat berkaca-kaca.
__ADS_1
"Selamat datang di dunia dongeng para peri Elv"
Bisik Sherkan pelan dibalik telinga nya.
Seketika Elvitania menoleh ke arah Sherkan, bola matanya terlihat begitu berkaca-kaca.
"Aku sudah bilang kamu pasti akan menyukai nya bukan?"
Laki-laki itu mengembangkan senyuman.
"Sudah cukup lama ingin memberitahukan kamu soal tempat ini tapi baru bisa terealisasi hari ini, maafkan aku"
Ucap Sherkan dengan ekspresi sedikit menyesal.
"Ini milik kamu, anggaplah sebagai kado pernikahan kita yang tertunda"
Setelah berkata begitu Sherkan menyentuh lembut Wajah Elvitania.
"Semoga kebahagiaan selalu menyertai kamu hmmm"
Lanjut nya lagi.
"Aku harap kamu selalu mendapat kan kebahagiaan mulai hari ini"
"Aku akan selalu berusaha membuat kamu bahagia dan memenuhi seluruh impian kamu yang tertunda"
Setelah berkata begitu Sherkan melepas kan telapak tangan nya, Laki-laki itu kembali mengembangkan senyuman nya.
"Jika ada yang ingin di ubah dan tidak sesuai dengan impian kamu, kita bisa mengganti nya"
Alih-alih menjawab ucapan Sherkan, perempuan itu terlihat meneteskan air mata nya, Sepersekian detik kemudian Tiba-tiba Elvitania secepat kilat memeluk laki-laki tersebut secara spontan.
Sherkan jelas terkejut setengah mati.
Dia membeku seketika untuk waktu yang begitu lama.
__ADS_1