
Disisi lain
Perjalanan menuju ke Bandara xxxxxxx.
Agnessia sang kembaran Alessia terlihat memeluk erat putri nya yang berusia belum genap 2 tahun tersebut dengan erat, dia memejamkan bola matanya sejenak, disamping nya adalah bibi muda Alessia dan Agnessia, wanita tersebut terlihat mengelus lembut punggung Agnes.
"Apakah Alessia akan menyusul kita?"
Agnessia bertanya kearah Letty, menatap gadis yang tengah fokus menyetir tersebut untuk beberapa waktu.
"Dia bilang akan menyusul beberapa waktu nanti di bandara, sedikit kesulitan untuk keluar dari kediaman Khalid, apalagi saat ini tuan Khadafi tidak baik-baik saja, dia khawatir meninggal kan tuan Khadafi"
Letty menjawab cepat, masih terus fokus pada pandangan nya, sama sekali tidak menatap kearah Agnessia.
"Aku harap tuan Khadafi baik-baik saja"
Agnessia bicara pelan, pandangan matanya menerawang menatap kearah langit, seolah-olah pandangan nya menembus ke arah cakrawala.
"Kita berharap yang terbaik untuk nya"
Letty menjawab pelan.
Agnessia tidak melanjutkan kata-katanya, membiarkan bola matanya menatap terus ke arah awan yang terus bergerak di atas langit sejak tadi.
Dia menghela pelan nafasnya.
"Aku sebenarnya tidak begitu paham apa yang sebenarnya dilakukan Alessia, tapi berkutat dengan keadaan nya yang sekarang cukup membuat ku khawatir, bagaimana jika keselamatan nya satu hari menjadi tidak baik-baik saja?"
Tiba-tiba Agnessia bicara, memecah keadaan dimana orang-orang diam sejak tadi.
"Yang dia hadapi jelas bukan orang-orang baik, mereka adalah orang-orang serakah yang tujuannya adalah uang, Alessia terlalu dalam masuk ke keluarga Khalid karena pernikahan yang tidak dia inginkan, hingga harus masuk ke keluarga Khadafi dengan konflik pertaruhan nyawa''
Tambah Agnessia kemudian.
Letty terlihat diam, melirik sejenak melalui kaca spion ke arah Agnessia, gadis tersebut diam tanpa mengeluarkan suaranya untuk beberapa waktu.
"Sedikit lagi, tidak lama lagi biarkan dia menyelesaikan semuanya"
Pada akhirnya gadis tersebut mengeluarkan suara nya.
Yah sedikit lagi, mereka tidak bisa menceritakan kenyataan pada Agnesia alasan kenapa Alessia harus masuk ke permainan Madhuri dan semakin dalam kembali ke keluarga Khalid, setelah semua nya usai mereka baru bisa menceritakan nya.
"Tidakkah kalian ingin mengatakan kepadaku Secara jujur? Ada hubungan apa kami sebenarnya dengan keluarga Khadafi?"
Pada akhirnya Agnessia melontarkan pertanyaan besar tersebut, dia merasa hal tersebut menjadi beban besar untuk dirinya, rasanya aneh sekali saat di luaran sana ada banyak gadis yang bisa dipilih untuk menyelesaikan urusan keluarga Khadafi dan terlibat konflik pernikahan dengan keluarga Khalid.
Tapi dari sekian banyak gadis dan perempuan yang pernah ada, di mana mereka membutuhkan uang dan lain sebagainya, kenapa Alessia yang dipilih mereka untuk dijadikan istri Yash Khalid oleh nyonya Hana?!.
__ADS_1
"Awalnya aku tidak begitu mencurigai semua ini tapi..."
Agnessia menghentikan kata-kata nya.
"Apa yang diberikan nyonya Hana kepada kami terlalu berlebihan, terutama apa yang diberikannya pada Alessia, seolah-olah sejak awal nyonya Hana sudah tidak meragukan lagi Alessia untuk pergi berdampingan dengan tuan Khalid"
Dia menyimpan pertanyaan ini begitu dalam sejak waktu yang begitu lama, ingin menanyakan ini sejak dia mulai tahu bagaimana Alessia memperjuangkan dirinya dan putri nya bahkan bagaimana gadis tersebut bergerak tanpa berpikir panjang untuk menyelamatkan dirinya dan putri nya juga.
"Aku tidak bisa menjawab nya sekarang, Agnessia"
Letty menjawab dengan cepat ucapan dari Agnesia, dia menggelengkan kepalanya sembari mencoba untuk menahan gemuruh di dalam hatinya.
"Setelah semuanya selesai kami akan memberitahukan semuanya, percayalah tidak ada satu orang pun yang akan menyakiti Alessia, dia berada di bawah perlindungan orang-orang yang begitu mencintainya, dan tidak akan ada kerugian yang dia alami untuk segala hal yang telah dilakukan hingga hari ini."
Ucap gadis itu sembari melirik ke arah Agnesia dari Balik kaca spion tengah mobil tersebut lagi.
"Dia akan memetik segala hasil jerih payahnya tanpa sia-sia, bahkan dia akan mendapatkan banyak hal yang tidak akan pernah dia duga di dalam hidupnya"
Bola mata Letty menyiratkan satu kepastian, dia mempercayai apa yang diucapkan sendiri dan mencoba meyakinkan Agnesia jika mereka tidak mungkin menyesali apa yang telah dilakukan oleh Alessia saat ini.
Mereka tidak bisa mengatakan soal kenyataannya tapi ada waktu dimana mereka akan mengatakannya.
"Dia akan memetik hasil nikmat atas apa yang dia lakukan selama bertahun-tahun ini, sedikit lagi Agnessia, sedikit lagi, kami mohon bersabarlah"
Mendengar kata kami jelas saja membuat Agnessia terlihat diam, dia tidak melanjutkan kata-katanya, setidaknya kata kami menjurus pada banyak orang yang akan melindungi saudara kembarnya saat ini.
Pada akhirnya Agnessia memilih untuk diam, dia mencoba memeluk kembali putri nya yang tertidur lelap sejak tadi.
******
Disisi lain.
Rumah sakit xxxxxxx.
Kamar VVIP Khadafi.
Alessia terlihat menatap laki-laki tua yang ada di hadapannya itu di mana tubuhnya telah terbalut berbagai macam selang dan juga layar monitor mengatur detak jantung, gadis itu terlihat dia tidak banyak bicara sejak tadi hanya menatap laki-laki tua Khadafi tersebut dan memastikan nya baik-baik saja.
Entah berapa lama dia duduk di atas kursi sofa mendominasi berwarna silver di ruangan kamar itu, yang jelas Alessia sudah cukup lama duduk di sana Dan tidak beranjak sama sekali sejak tadi.
Hari sudah cukup larut,dia memastikan bibi kaninanya akan datang ke sana dan menggantikan tugasnya untuk menjaga tuan Khadafi, dia harus kembali ke mansion untuk membersihkan diri dan berganti pakaian kemudian dia akan kembali lagi ke rumah sakit untuk menjaga laki-laki tua tersebut.
Sejenak dia menarik nafasnya untuk beberapa waktu kemudian gadis itu mencoba untuk beranjak dari posisi duduknya, dia berniat untuk keluar karena dia yakin bibi Kanina telah berada di depan sana.
Dan sesuai dengan apa yang dia duga, wanita itu benar-benar telah berdiri diambang pintu setelah terdengar suara pintu terbuka.
Alessia jelas saja langsung mengembangkan senyumannya saat melihat wanita itu telah masuk ke ruangan tersebut.
__ADS_1
"Bibi sudah datang?"
Alessia bertanya sambil menatap wanita dihadapan nya.
"He em, kembalilah ke Mansion, bersihkan diri dan berganti pakaian Bibi akan berjaga di sini untuk memastikan tuan Khadafi baik-baik saja hingga pagi"
Kanina bicara cepat, meletakkan Tasya di atas meja yang ada di depan kursi sofa di mana Alessia tadinya duduk, wanita itu melepaskan jaketnya secara perlahan-lahan meletakkannya di tangan kursi.
Alessia baru saja ingin menjawab perkataan bibi Kanina, tapi tiba-tiba saja kehadiran Yash mengejutkan dirinya.
"Mari kembali kerumah"
Ekspresi wajah laki-laki itu tidak terlihat baik-baik saja, tidak tahu ada apa dengan Yash tapi tiba-tiba dia datang dan memaksa Alessia untuk pulang.
Laki-laki itu tidak pernah bersikap seperti itu, ini kali kedua setelah di perusahaan kemarin Yash mengajaknya untuk pulang.
"Ya? Tapi..."
Alessia jelas terkejut, dia pikir dia telah menghubungi sopirnya untuk menjemputnya saat ini.
"Aku sudah menghubungi paman..."
Belum sempat Alessia menyelesaikan kata-katanya, Yash tiba-tiba bergerak cepat kearah nya, menarik tangan nya dengan cepat lantas langsung membawa nya keluar dari sana.
Meskipun tidak dengan cara yang kasar, tapi Yash menggenggam erat telapak tangan nya sembari menarik langkah nya dengan cepat.
"Yash?"
Alessia sedikit gugup, terkejut saat telapak tangan mereka bersatu, dimana Yash menggenggam erat telapak tangan nya tanpa banyak Bicara.
"Kami akan kembali lewat tengah malam"
Laki-laki tersebut bicara cepat kearah Kanina, tanpa meminta persetujuan saudaranya dia langsung melangkah pergi dari sana menyeret langkah Alessia.
Kanina yang awalnya membisu seketika mendengus pelan saat Yash sudah membawa Alessia pergi menghilang dari hadapan nya.
Dia melirik kearah Tuan Khadafi yang terbaring dalam tidurnya, kanina kembali mendengus kemudian berkata.
"bukankah aku sudah bilang? Laki-laki keras kepala dan memiliki gengsi besar itu lama-lama akan gusar melihat Alessia, rencanaku cukup manis bukan, tuan Khadafi?"
Ucap Kanina cepat.
"Seperti janji ku, dia akan jatuh cinta pada Alessia di usia pernikahan ke 4 mereka, jika aku berhasil melakukan nya jangan lupa janji mu pada ku tuan Khadafi, 25% saham perusahaan akan jadi milik ku"
Setelah berkata seperti itu, Kanina bergerak melangkah mendekati tuan Khadafi, dia kemudian berbisik kearah laki-laki tua tersebut.
"Madhuri sudah hampir kebakaran jenggot, semua berjalan sesuai rencana bukan?"
__ADS_1
Dan seulas senyuman mengembang dibalik wajah nya saat ini.