
Khalid company
Diana menatap kesal kearah Alessia dimana gadis tersebut baru saja tiba di perusahaan Khalid, bisa dilihat perempuan tersebut mengeram jengkel lantas bergerak cepat mendekati Alessia.
Dia sudah menunggu gadis tersebut sejak tadi dengan Amarah yang membuncah.
Plakkkkkkk.
Dia melempar satu map mendominasi berwarna coklat kehadapan gadis tersebut ketika dia sudah berada tepat dihadapan Alessia, bola mata Diana terlihat memerah dan dia benar-benar marah saat ini.
"Kau sedang ingin menjebak ku dengan ayah ku sendiri? Bagaimana bisa kau berpikir aku merencanakan untuk memindah warisan Khadafi diam-diam dibelakang ayah ku?"
Suara perempuan tersebut terdengar memecah keheningan perusahaan, semua karyawan jelas terkejut, mereka yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing langsung menghentikan kegiatan mereka, seketika semua orang langsung menoleh kearah Diana dan Alessia.
Menerima perlakuan Diana, Alessia sama sekali tidak menampilkan ekspresi terkejut nya, gadis itu menaikkan ujung alisnya kemudian dia menjongkokkan tubuhnya memungut map yang dilempar oleh Diana dimana isi nya mulai berhamburan keluar.
Gadis tersebut kemudian berdiri sembari melihat apa isi map tersebut.
"Apa kau pikir aku memiliki koneksi untuk melakukan hal tersebut? Aku mana mungkin melakukan nya, kau sudah keluar dari akal waras mu"
__ADS_1
Alessia bicara sedikit Mengejek, dia membuang balik map tersebut tepat dihadapan Diana.
"Sebaiknya pergi untuk mendapatkan secangkir kopi agar bola matamu terbuka dengan baik pada pagi hari ini"
Lanjut Alessia lagi.
"kau... Memang nya siapa lagi yang bisa melakukan hal ini? Bicara pada ayah ku, merayu nya dan membuat dia berbelok? Itu tulisan tangan mu, apa kau sedang berencana menjadi istri muda ayah ku?"
Pekik Diana histeris.
Dia tidak mungkin semarah ini jika dia tidak menemukan berkas tersebut, beberapa bulan belakangan ayahnya mulai berubah sejak Alessia bisa keluar masuk dengan bebas ke keluarga Khadafi.
Memperlakukan Alessia jauh lebih baik dari ayah nya memperlakukan Hana dan dirinya di masa kemarin.
Diana sana sekali tidak bisa mempengaruhi ayah nya untuk membenci Alessia sebagai menantu tersembunyi di keluarga Khalid, dan aneh nya Alessia hanya menantu sambung tapi kekuasaan nya seperti menantu sesungguhnya, bahkan seperti tuan putri di kerajaan ayah nya sendiri.
"kau meng hackers seluruh berkas di laptop pribadi ku, dan kini memanipulasi pengacara ku dan ibu, berkata kami telah mempersiapkan diri atas kematian ayah ku sendiri dengan surat wasiat palsu? Apa kau gila? Meskipun aku dan ibu ku tidak menyiapkan pengacara sekalipun dan membuat surat wasiat, semua orang tahu harta Khadafi pada akhirnya tetap akan jadi milik ku, Karena aku adalah putri sah satu-satunya dari ayah dan ibu ku"
Diana Bicara dengan berkobar-kobar, dia benar-benar kehilangan akal warasnya, tidak dia pedulikan orang-orang melihat dirinya pagi ini di perusahaan Yash, yang dia pedulikan, dia menyemprot Alessia dan meminta Yash untuk mengajari istrinya tersebut sopan santun.
__ADS_1
Yash baru saja masuk ke pintu utama perusahaan, terlihat sedikit bingung saat para karyawan perusahaan berkerumun dari atas hingga kebawah menatap kearah tengah-tengah gedung pencakar langit tersebut, bisa dia dengar suara seseorang yang jelas tidak asing untuk nya berteriak lantang penuh kemarahan.
Laki-laki tersebut buru-buru menoleh ke sisi kanannya dimana dia melihat salah satu karyawannya yang berdiri dengan bingung menatap ke arah dirinya, bergerak mendekati Yash dan menundukkan kepalanya.
"ada apa?"
Yash jelas bertanya penasaran.
"Ibu Diana sedikit membuat keributan, pak"
Ucap Perempuan berusia sekitar 30 tahunan tersebut.
Yash terlihat diam dan tidak bicara apapun, apakah dia harus heran dengan tingkah Diana? Tentu saja dia tidak harus merasa heran, karena Diana selalu seperti itu, melampaui batasannya dan melampaui ekspektasinya.
Perempuan itu seringkali bertindak di luar akal sehatnya bahkan sifat Diana semakin menjadi-jadi saat perempuan itu tahu dia menikah dengan Alessia, berapa kali Erhan berkata Diana pernah mencoba untuk mencelakai Alessia, meskipun Yash tidak begitu peduli dengan Alessia, tapi dia masih memiliki sisi manusiawi nya,. Karena itu dia meminta Ertan untuk mengawasi gerak-gerik Diana agar tidak lagi melampaui batasan nya pada Alessia.
Dan dia pikir apa lagi sekarang?!.
Yash sebenarnya enggan mengikuti perdebatan antar perempuan, bagi nya perempuan saat berdebat mulut nya sangat luar biasa mengerikan, meskipun dia tidak mendapati mulut mengerikan seperti itu dari almarhum istrinya, tapi di luar sana dia terlalu sering melihat hal tersebut dan Diana merupakan salah satu contohnya.
__ADS_1
Yash pikir syukurlah dimasa lalu dia tidak menikahi perempuan tersebut, jika tidak mungkin dia akan belajar untuk menahan emosinya nya tanpa kejelasan.