
Kembali ke masa lalu
Masih di malam ketika Yash menemukan Alessia, dan Hana mengejar langkah.
Sebelum Yash mengalami lupa ingatan.
Hana terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju kearah Utara sembari Pikiran nya berkacamuk menjadi satu.
Dia tidak menyangka gadis kecil yang pernah beberapa kali di bawa Yash dari panti asuhan adalah Ishika mereka, bayi mungil itu kini telah dewasa, tumbuh dengan baik dan sehat dan dia benar-benar tidak menyadari nya, bahkan Ishika sempat bertemu dan berteman dengan putra mereka Kallan ketika bertemu di beberapa kesempatan.
Setelah malam mencekam kematian Ibu sambung nya lebih dari 7 tahun yang lalu dimana keluarga Khadafi kehilangan dua putri kembar mereka.
Hana berulang kali berkata Madhuri pasti terlibat pada kematian ibu sambung nya, tapi dia tidak memiliki bukti untuk menjebloskan wanita tersebut kepenjara, dia menahan seluruh perasaannya pada wanita itu karena laporan kematiannya terarah pada kasus bunuh diri bukan pembunuhan.
Dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan Madhuri atau menghancurkan Madhuri, karena sejak awal segala sesuatu dalam keluarga Khadafi, Madhuri lah yang mengatur nya.
Kakek mereka begitu menyukai Madhuri, hal itu jelas berbanding terbalik dengan nenek mereka.
"Aku tidak suka wanita ular tersebut, kau tahu? Bahkan dia pernah diam-diam membubuhi sesuatu didalam makanan ku, dia membuat kecurigaan ku semakin menjadi-jadi"
Itu adalah barisan kalimat yang di sampaikan oleh nenek nya kala itu.
"jika bukan karena kakek mu, dia tidak akan pernah menjadi menantu keluarga Khadafi, hanya karena hutang Budi, memasukkan wanita ular itu ke rumah kita menciptakan konflik besar tidak berkesudahan"
"bahkan aku percaya, Diana pasti bukan cucu kandung ku, kau tidak lihat? Laki-laki berkacamata itu terus berada disampingnya, lihat saja mana mungkin mereka tidak punya hubungan apa-apa. kakak dan adik angkat? Sangat tidak masuk akal"
Nenek nya terus saja menaruh kecurigaan besar, bahkan mencari cara untuk bisa menyingkir kan Madhuri.
"Kakek mu dan ayah mu sama-sama buta soal kenyataan, mampu dibodohi ular berbisa"
"Jangan kembali ke rumah karena kau pasti akan celaka, aku takut Madhuri dan Diana akan menghancurkan pernikahan mu dan Yash juga berniat mencelakai Kallan, tidak kah kau lihat bagaimana Madhuri menatap Kallan kecil? Dia selalu berada diluar akal sehatnya, bahkan dia pernah kedapatan seperti mencoba membekap Kallan kecil saat semua orang lengah"
Hana menghela kasar Nafasnya, dia tidak memiliki kemampuan untuk menyingkirkan Madhuri dari kehidupan kakek dan ayah nya, bagi kakek nya Madhuri bagaikan emas permata, menjadi menantu kesayangan nya setelah Ibu Hana meninggal.
Sedangkan nenek nya begitu membenci Madhuri, mencoba menyatukan Khadafi pada Cinta pertamanya dimana gadis miskin itu adalah orang yang begitu nenek nya sukai.
__ADS_1
Diam-diam menikahkan khadafi dibelakang semua orang, berencana untuk menyingkir kan Madhuri, tapi siapa sangka ibu tiri nya itu jauh lebih licik dari apa yang dibayangkan.
Wanita ular itu menemukan kebersamaan ibu sambung nya, dan dia bahkan ingin memusnahkan bayi kecil itu di masa 7 tahun yang silam.
Membuat ibu sambung nya mengalami over dosis obat tidur dan bergerak mencari kembar Ishika dan menghabisi mereka.
Tapi untungnya beberapa orang pelayan rumah gercap menyelamatkan bayi kembar tersebut, membawa nya kabur sebelum waktunya saat tahu Madhuri telah melumpuhkan Ibu sambung nya.
Nenek nya bergerak cepat untuk mengirim si kembar menjauh sebelum kematian nenek nya di masa itu dan Hana benar-benar putus komunikasi dengan para pelayan dan juga sang kembar Khadafi.
Sedangkan nenek nya ditemukan meninggal beberapa bulan setelah kejadian malam itu.
Hana tidak memiliki kekuatan untuk melawan Madhuri, dia sendiri dalam kesendirian, tidak tahu harus memulai dari mana sedangkan keadaanya jelas juga tidak baik-baik saja, kesibukan mengurus Kallan dan kelahiran Pinkan membuat dia cukup kesulitan untuk melangkah mencari bayi kembar Khadafi.
Keuntungan nya Madhuri tidak pernah tahu jika ayah nya memiliki putri kembar dari ibu sambung nya.
Dan Hana tidak pernah bisa mempengaruhi ayah nya karena kakeknya masih ada dan begitu mempercayai Madhuri.
Kakeknya jelas lebih menyukai Madhuri, wanita pilihan nya dari pada mempercayai Hana, dimana ibu nya jelas adalah wanita pilihan nenek nya.
"Sifat keras kepala kakek mu satu hari akan menjadi bumerang dalam keluarga Khadafi, jika dia tidak bisa melihat keburukan Madhuri, satu saat dia akan mati ditangan wanita ular tersebut."
Karena itu sejak dulu, dia tidak pernah tinggal di rumah keluarga Khadafi, memilih sekolah jauh dan membuang nama Khadafi karena kakek nya tidak pernah menganggap dia ada baru akan kembali setelah tua Bangka itu pergi memejamkan bola matanya selamanya.
Tapi laki-laki tua itu terlalu lama bertahan hidup, membuat Hana tidak pernah mampu menyelesaikan misi nya.
"Yash?"
Hana seketika tercekat saat dia melihat mobil Yash melintas, Hana pikir akan mengejar langkah Yash, berusaha membelokkan mobilnya dengan cepat tapi baru dia akan bergerak tiba-tiba dia melihat sebuah mobil di belakang Yash, seketika Hana membulatkan bola matanya saat dia sadar siapa yang ada didalam mobil tersebut.
No...!.
Jantung Hana berdetak kencang, gemuruh didada nya sama sekali tidak bisa dia kendalikan.
Hana buru-buru mengejar langkah Yash dan mobil di belakangnya, namun siapa sangka begitu dia mencoba untuk berbelok bisa dia dengar suara hantaman keras terdengar memecah keheningan malam.
__ADS_1
Ciiittttt.
Brakkkkkk.
Hahhhhhh?!.
Hana tercekat,dia menginjak rem mobil nya dengan cepat, seketika perempuan tersebut membeku untuk waktu yang cukup lama.
Bisa dia lihat kobaran api memenuhi pelupuk matanya dari ujung sana.
no....!.
Bukankah sudah aku katakan, jangan main-main dengan ku, karena aku bisa menghancurkan siapapun yang menghalangi jalanku.
Barisan kalimat itu pernah dia dengar ketika dia masih kecil dari balik bibir Madhuri, saat wanita itu berusaha menyingkirkan ibu sambung nya yang lain untuk pertama kali nya.
******
Rumah sakit xxxxxxx
Pusat kota.
Bola mata Hana menatap kearah Yash yang berbaring di atas kasur mendominasi berwarna putih dihadapan nya tersebut, dia sama sekali tidak bergeming dan bicara, memperhatikan suaminya untuk beberapa waktu.
"Anda baik-baik saja Nona?"
Bibi Tory muda bertanya kearah Hana.
"Entahlah, semua terasa sulit dan rumit bi, ada banyak orang yang harus aku lindungi saat ini, tapi nyatanya tidak satupun yang berhasil aku lindungi"
Ucap Hana pelan sambil memejamkan bola matanya.
"Semua pasti baik-baik saja, bukan kah nyonya khadafi selalu berkata sebelum beliau meninggal? Bergeraklah disaat musuh lengah, jika bukan saat ini maka tunggulah waktu nya, akan ada masa di mana Nona bisa bergerak menyingkirkan mereka"
Bisik bibi Tory pelan sambil menyentuh lembut kedua bahu Hana.
__ADS_1
"Biarkan semua berjalan seiring berjalannya waktu, bibi percaya si kembar Ishika baik-baik saja, Revina ada bersamanya, aku yakin dia pasti akan melindungi mereka"
Lanjut bibi tory lagi kemudian.