
Entah berapa lama waktu berlalu hingga semua orang terlelap, tangan Sherkan yang sejak tadi menipuk-nipuk lembut tangan Elvitania yang ada di atas perut Hasna terlihat mulai berhenti pelan-pelan.
Bisa Elvitania rasakan Laki-laki itu mengeratkan pelukannya pada Hasna dan semakin merapatkan tangan nya di lengan Elvitania, bisa dia rasakan juga sherkan mulai tenggelam di dalam tidur nya.
Selang beberapa waktu secara perlahan Elvitania membuka bola matanya, dia menatap Hasna sejenak kemudian bola mata nya menatap ke arah Sherkan untuk waktu yang cukup lama.
Perempuan itu sama sekali tidak bergeming untuk beberapa waktu.
Dia menatap tangan Sherkan yang masih menggenggam erat tangan nya, dengan gerakan perlahan Elvitania mencoba melepaskan genggaman tangan itu secara perlahan.
Tidak lama kemudian dia mencoba untuk bergerak, turun dari ranjang tersebut secara perlahan.
Perempuan itu berjalan mendekati Sherkan, mencoba duduk tepat di sisi kanan tubuh Sherkan yang telah tertidur lelap.
Elvitania menatap wajah Sherkan untuk beberapa waktu, memperhatikan dengan seksama wajah yang terlelap begitu tenang itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
Kemudian tiba-tiba Elvitania mencoba menyentuh lembut kepala Sherkan secara perlahan dengan perasaan meragu.
Sebentar, sangat sebentar dia menyentuh lembut kepala laki-laki itu, kemudian dengan gerakan cepat Elvitania menarik tangan nya lantas langsung berbalik dan membuang pandangannya.
Dia kemudian secara perlahan beranjak dari sana.
__ADS_1
Elvitania mencoba menelusuri ruangan tersebut secara perlahan, menatap satu persatu barang-barang yang ada disana.
Bola mata perempuan itu terlihat berkaca-kaca, dia fikir bukankah semua penataan nya begitu detail?! Persis seperti yang dia ingin kan dulu.
Laki-laki itu benar-benar menggambar sketsa tempat ini persis seperti di dalam buku diary nya.
Tiba-tiba ucapan seseorang mengingatkan dirinya kemarin.
"Sherkan yang menemukan buku diary kamu, kamu tahu sayang sejak awal menemukan diary kamu, dia keliru mengenali nama, tapi begitu tahu itu milik kamu dia langsung membuat semua impian kamu menjadi kenyataan"
"Jangan terlalu membenci Sherkan, dia malam itu juga di jebak, mereka mengatur agar Sherkan memang meniduri Britania, mereka ingin Sherkan menikah paksa dengan Britania demi menyelamatkan Violet dan Ghanem"
"Jika dia tahu itu kamu, dia tidak mungkin menyakiti kamu"
"Violet hanya masa lalu nya, jangan khawatir soal apapun"
"Tidak ada orang sesabar dirinya menghadapi keadaan dan ujian, jangan berikan dia rasa benci lebih dalam lagi"
Sejenak Elvitania mengehela pelan nafasnya, dia mencoba untuk kembali menelisik tempat tersebut untuk beberapa waktu.
Perempuan itu berjalan perlahan, mencoba mengintip ke beberapa tempat, memperhatikan dengan detail seluruh penataan ruang serta tampilan yang di buat oleh Sherkan.
__ADS_1
Hingga akhirnya bola mata Elvitania tanpa sengaja melihat sebuah lemari diujung sana.
Secara perlahan perempuan itu mencoba mendekati lemari tersebut, mencoba mengintip apa isi nya di dalam sana.
Sejenak Elvitania membulatkan bola matanya saat dia sadar apa yang ada didalam sana, susunan berbagai macam bola Kristal tertata begitu rapi disana.
Elvitania tidak percaya jika Sherkan SE detail itu dalam mengumpulkan semua keinginan nya selama ini.
Perempuan itu mencoba menyentuh perlahan bola kristal yang ada di hadapannya itu, tapi tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.
"Kamu menyukainya Elv?"
Sebuah bisikan lembut Terdengar begitu hangat dibalik telinga nya.
Elvitania jelas terkejut, dia langsung menoleh ke Arah kanan nya secara spontan.
Laki-laki itu bicara dengan posisi sedikit menundukkan kepalanya, mencoba menyeimbangkan posisi tubuh Elvitania yang tidak setinggi tubuh Sherkan.
Seketika Wajah nya bertemu dengan wajah Sherkan begitu saja.
Bisa di bayangkan posisi mereka saat ini nyaris tidak ada jarak nya sama sekali.
__ADS_1
Elvitania seketika memejamkan bola matanya ketika dia bisa merasakan hangatnya nafas Sherkan di balik Wajah nya.