Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Satu kamar


__ADS_3

Melihat Elvitania terlelap dari tidurnya, Sherkan meletakkan jari telunjuknya ke arah Hasna, meminta gadis kecil itu tidak mengeluarkan suara nya sama sekali.


Laki-laki itu secara perlahanduduk tepat disisi kanan Elvitania, menatap wajah syahdu itu dalam beberapa waktu.


"Uncle..."


Hasna berbisik pelan ke arah Sherkan.


Laki-laki itu mengembangkan senyuman nya, meraih Hasna dan membiarkan gadis kecil itu masuk kedalam pangkuan nya.


"Apa untie ibu peri kita?"


Tanya gadis kecil itu dengan perasaan berbunga-bunga.


Alih-alih menjawab Sherkan malam mengembangkan senyuman nya, menepuk-nepuk lembut kepala Hasna kemudian memeluk nya perlahan.


******


Elvitania tersentak dari tidurnya, secara perlahan dia menoleh ke arah sisi kirinya, mencari sosok Hasna disana.


Bisa di lihat gadis cantik itu tengah terlelap di samping nya sambil meringkuk di dalam pelukan nya.


Dia mengembangkan senyuman nya dengan begitu halus, menggeser posisi tidur nya sejenak lantas menyentuh lembut wajah Hasna.


Sejenak Elvitania merapatkan Diri nya pada Hasna, dia menggesek kan lembut dagunya di atas kepala Hasna.


Elvitania fikir mungkin di tempat sebesar ini dia akan hidup sendirian, akan sulit untuk dia berbaur dengan semua orang mengingat rasa kecewa dihatinya.


Tapi melihat kehadiran Hasna seketika membuat dia bahagia.


Gadis kecil itu setidaknya bisa membuat dia bernafas dengan baik.


Sejenak Elvitania menatap ke arah langit, bisa dia lihat warna awan sudah mulai menggelap, secara perlahan Perempuan itu menggeser posisinya, mencoba untuk mengangkat tubuh Hasna Secara perlahan.


Setelah mengangkat tubuh Hasna, dia berjalan menuju ke arah pintu luar.

__ADS_1


Suasana rumah sudah terasa cukup sepi, tidak sebising tadi atau bahkan se ramai tadi.


Mengingat hari sudah menggelap, Elvitania fikir wajar semua orang telah bergerak pergi meninggalkan kediaman Azzurra.


"Oh sayang, dia tertidur rupanya"


Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Elvitania.


Kakak perempuan Sherkan, Xena bicara sambil mendekati dirinya.


"Sherkan, bantu kakak menggendong Hasna, sebaiknya dia tidur di kamar atas"


Sherkan yang tengah berjalan menuruni tangga seketika menoleh.


"Ya?"


Laki-laki itu berhenti di tengah-tengah tangga, menatap sang kakak nya dan Elvitania secara bergantian.


Elvitania jelas ingin menolak, begitu bola mata mereka bertemu perempuan itu langsung membuang pandangannya, dia benci melihat sosok itu apalagi harus bersentuhan tangan.


Jawab Elvitania pelan.


"No sayang, tidak ada istri di keluarga Azzura yang boleh bekerja keras, laki-laki di keluarga kita paham betul prinsip itu"


Perempuan itu bicara sambil menyentuh lembut wajah Elvitania.


"Sayang, apa yang kamu lamunkan? ayo bantu angkat Hasna"


Lagi Xena bicara sambil menatap ke arah Sherkan.


Laki-laki itu buru-buru turun dari tangga, berjalan mendekati Elvitania dan berusaha mendapatkan tubuh Hasna yang berada didalam pangkuan sang istri baru nya.


Begitu tangan mereka bersentuhan, seketika Elvitania menggenggam telapak tangan nya.


Kejadian malam itu seolah-olah mengingat kan dia atas rasa sakit yang jelas tidak ada obatnya.

__ADS_1


Dia jijik ketika kulit mereka bersentuhan Secara tiba-tiba, perempuan itu kembali membuang pandangannya.


Sejenak Sherkan menghela pelan nafasnya, kini posisi Hasna telah berpindah, Secara perlahan dia bergerak menjauhi Elvitania dan sang kakak perempuan nya.


"Naik lah ke atas, kakak fikir ini saat nya kalian istirahat"


Perempuan itu kembali bicara, melebarkan senyuman nya pada Elvitania.


Elvitania mengangguk kan kepalanya secara perlahan.


Xena berniat melangkah pergi, kemudian tiba-tiba perempuan itu menghentikan langkahnya, kembali menoleh ke arah Elvitania.


"Ah iya, semua pakaian Kamu sudah dipindahkan ke kamar Sherkan, Kakak fikir kalian bjsa berdiskusi soal warna kamar yang baru"


Ucap perempuan itu tiba-tiba.


Seketika Elvitania membulatkan bola matanya.


"Ya?"


Tiba-tiba Xena maju dan berbisik pada Elvitania.


"Laki-laki itu benar-benar suka nuansa gelap, kamu akan merinding masuk kekamar nya, sedikit cerewet bukan masalah"


Bisik perempuan itu dibalik telinga Elvitania, dia kemudian mengembangkan senyuman nya.


"Aku fikir saat kamu minta mengganti suasana kamar nya, Sherkan pasti mau tidak mau mengganti nya, dia type Laki-laki yang mau mengalah pada perempuan yang dia cintai"


Setelah berkata begitu, Perempuan itu kembali menyentuh wajah Elvitania, dia mengelus lembut wajah itu sambil berkata.


"Semoga kebahagiaan selalu menyertai hubungan kalian"


Kemudian Perempuan itu meninggal kan Elvitania didalam keheningan.


Tinggal dikamar yang sama?.

__ADS_1


Elvitania jelas langsung mematung tidak mengeluarkan suara nya.


__ADS_2