Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Hujan kerinduan


__ADS_3

Elvitania terlihat menatap hamparan Padang rumput yang ada di belakang mansion, dihadapan nya terdapat sebuah danau buatan kecil yang terbentang di antara pepohonan yang ada disisi kiri dan kanan nya.



Sejak tadi Bola matanya tidak lepas menyaksikan beberapa dedaunan di ranting pohon yang mulai berjatuhan.


Angin sepoi-sepoi menerpa wajah nya untuk beberapa waktu, seketika rasa dingin menyeruak dan mulai menusuk ke seluruh permukaan kulit Elvitania.


Perempuan itu menggosok pelan kedua lengannya dengan telapak tangan nya.


Dia fikir sebentar lagi akan masuk musim penghujan.


Dulu dia begitu menyukai hujan, setiap kali hujan turun ada satu perasaan bahagia yang menyelimuti dirinya, ada satu nama dan satu sosok yang akan menemani dirinya bahkan menghubungi Dirinya.


Mereka berbicara untuk waktu yang lama, bercerita soal banyak hal terutama soal rancangan masa depan mereka setelah menikah.


Terdengar aneh, persis seperti pasangan remaja yang tengah jatuh cinta berat.


Ada bumbu rayuan manis diiringi kata-kata romantis yang bisa membuat perempuan manapun merasa melayang-layang mendengar kata-kata rayuan dari laki-laki yang mereka cintai.

__ADS_1


Itu dulu,yah itu dulu. Kini hujan menjadi satu alasan nya untuk membenci.


Dia tiba-tiba enggan menatap hujan ,persis seperti racun yang bisa membunuh dirinya.


Tidak tahu kenapa dia benar-benar tidak menyukai hujan.


Baginya hujan menimbulkan perasaan ingin marah dan kurang bahagia. Hujan juga memicu dia untuk menuliskan sesuatu yang negatif di dalam lembaran kertas kosong.


Mencurahkan kesedihan demi kesedihan didalam hatinya, mencurahkan kerinduan akan sosok yang dia cintai.


Mereka bilang sifat seperti itu disebut SAD. 


Dimana kondisi SAD atau seasonal affective disorder, salah satu jenis depresi yang datang dan pergi seiring musim. Kondisi tersebut umumnya datang pada musim dingin, tetapi juga bisa ditemukan selama musim hujan. 


Dan dia merindukan Zahir untuk waktu yang begitu lama, sangat lama sekali.


Bahkan belum juga kerinduan nya tuntas, laki-laki itu benar-benar meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


Elvitania menarik pelan nafas nya, dia mencoba duduk bersandar di sebuah Kursi besi yang terletak di pinggiran Padang rumput tersebut.

__ADS_1


Bisa dia lihat beberapa burung berlenggak-lenggok terbang di atas sana, Waktu sore membuat mereka bebas mengekspresikan rasa.


Di dalam air danau buatan beberapa angsa terlihat saling mengejar diri, menikmati percikan air yang hangat terkena taburan matahari sejak siang tadi.


Elvitania mencoba menggerakkan kaki nya untuk beberapa waktu, mencoba menikmati suasana disekitar nya sambil memejamkan perlahan bola mata nya.


Lagi dia mengingat Zahir didalam kesendirian nya.


Bahagiakan kamu disana?!.


Sebaris pertanyaan itu dia harap mendapatkan jawaban nya, tapi realita nya dia tidak akan mendapatkan jawaban dari suara yang dia rindukan dalam beberapa waktu ini.


Bahagiakah dia disini?!.


Jika ada yang berani melontarkan pertanyaan itu, orang itu pasti berharap dia agar segera mati.


Dia mana bisa bahagia, menikah dengan laki-laki yang tidak pernah dia cintai didalam seumur hidup nya.


"Kamu disini?"

__ADS_1


Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya, Elvitania langsung menoleh ke arah asal suara, dia menatap sosok seorang perempuan muda yang bergerak mendekati dirinya.


Seketika Elvitania membulat kan bola matanya, dia tahu siapa sosok perempuan tersebut, seketika suasana aneh terjadi di antara mereka.


__ADS_2