Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Berperang Ego


__ADS_3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu


Lubuklinggau, 18 Maret 2022


21.43 wib


Catatan \= Belakangan proses review sering lamban dan ribet, update hari ini kadang besok malam baru lulus review dari NT, entah kenapa tidak seperti biasanya 🤧. karena itu maka author agak susah untuk crazy up.


******


Menanggapi marak nya persoalan novel perselingkuhan, rumah tangga yang pecah, kisah baby sitter, pernikahan hancur karena orang ketiga, pelakor, tidak adanya kebahagiaan didalam penikahan dan minim nya perlakuan romantis suami kepada istri nya.


Belum lagi terkadang rata-rata di seluruh novel yang ada di semua laman author dari level terendah dan tertinggi jika ketemu pemeran laki-laki yang the best mereka akan berkomentar "Ada ga yah laki-laki seperti si A atau B di muka bumi ini?"


Atau bahkan keluhan suami yang berkata istriku itu begitu, begini, ga ngerti aku, tidak paham maksud ku.


Belum lagi pasangan berumah tangga yang terus saling menuntut soal kesempurnaan pasangan mereka tapi mereka lupa berkaca dan belajar introspeksi diri masing-masing didalam pernikahan mereka.


Maka InsyaAllah author akan merilis satu novel dengan judul.



Ini novel di buat berdasarkan beberapa kisah nyata yang akan di mix menjadi satu dari beberapa pasangan untuk di jadikan pembelajaran hidup bagaimana ketika kita berada di titik paling terendah dan tersulit melihat pasangan kita.


Bagaimana kita menghadapi berbagai macam situasi dan bagaimana kita belajar dari mereka soal menikah itu bukan hanya sekedar aku cinta kamu atau kamu cinta aku.


Tapi kita bisa mewujudkan rumah tangga yang tak sekedar baik-baik saja jika tahu ilmunya. Lebih harmonis, lebih bahagia.


Dan sebelum kisah ini author buat, author terus melakukan survei selama +- 2 tahun terakhir untuk melihat bagaimana kehidupan dari berbagai macam pasangan berumah tangga yang ada di berbagai generasi di sekitar author juga di luaran sana.


Ini kisah bukan sekedar kisah, akan ada pembelajaran yang banyak bisa didapatkan readers dari sini nanti nya untuk dijadikan renungan bagi yang rumah tangga nya berada di titik yang paling sulit.


Sejatinya Ya, karena sebuah pernikahan menyangkut suatu kesatuan yang luhur dalam berumah tangga. Bukan hanya sekedar menyatukan dua hati, dua individu, akan tetapi tujuan pernikahan ini yang harus dipahami oleh semua orang. Pernikahan bukan sebuah hal yang dianggap sepele, karena dalam sebuah pernikahan terdapat faqih pernikahan serta tujuan pernikahan itu sendiri.


Dan percayalah untuk perempuan NAFKAH dan APRESIASI adalah dua permasalahan paling pelik yang sering menjadi perdebatan didalam satu hubungan pernikahan.


Dan MENUNTUT pasangan harus serba bisa adalah permasalahan paling pelik dari pihak laki-laki, seolah-olah mereka lupa jika mereka adalah imam didalam rumah tangga, seharusnya mereka menjadi tiang didalam rumah tersebut tapi mereka kadangkala menuntut sang istri untuk bisa berdiri sendiri dengan kedua kaki mereka sendiri.


...*********...


...Penggalan kisah...


...👇👇👇👇...


Seorang perempuan berjalan cepat keluar dari sebuah Perusahaan xxxxxxxx, dia melesat cepat menuju ke arah parkiran tanpa banyak bicara.


"Pulang Neng?"


Security yang biasa bertugas bertanya dengan ramah kepada perempuan berusia 29 tahun tersebut.


"Ya pak"


Perempuan itu menjawab sambil memaksakan senyuman nya.

__ADS_1


Segurat senyum penuh kegelisahan terlihat jelas dari balik wajah nya.


Dia langsung masuk kedalam mobil nya dengan cepat, kemudian tanpa berfikir dua tiga kali langsung membawa mobil nya menjauh dari perusahaan tersebut.


"Bagaimana bik?"


Dia mengeluarkan suaranya setelah menyambungkan pemanggilan nya kepada seseorang diseberang sana, dengan menggunakan headset bluetooth nya dia menatap cemas ke arah jalanan.


"Aku tiba dalam 20 menit, jangan bilang Mama sama Papa, aku tidak mau mereka khawatir soal Ila"


Ucap nya lagi.


Setelah berkata begitu perempuan itu langsung mematikan panggilan nya, dia terus membawa mobilnya melesat menuju ke arah rumah sakit xxxxxxx


*******


"Mari kita bercerai saja"


Perempuan itu bicara sambil menatap wajah laki-laki yang ada dihadapan nya.


Entah lah ini moment yang tepat atau tidak dia tidak paham,tapi ini adalah hari dimana batas kesabaran nya telah menghilang.


6 tahun bukan waktu sebentar dia menemani laki-laki tersebut, penikahan impian yang dia anggap akan mengubah kehidupan nya dan membuat dia menjadi istri yang baik dan benar telah kandas sejak awal.


Dia tidak melihat harapan didalam pernikahan mereka.


Sang laki-laki yang di ajak bicara langsung menoleh kearah nya, menatap wajah nya untuk beberapa waktu.


"Kenapa?"


"Aku hanya merasa tidak bahagia"


Sebaris kata itu dia rasa cukup merujuk pada seluruh permasalahan yang terus menghantam kehidupan rumah tangga mereka.


*******


Perempuan itu menatap laki-laki dihadapan nya itu dengan bola mata berkaca-kaca.


Seolah-olah mengejek dia bertanya.


"Kamu tidak pernah menanyakan hati mu soal untuk apa kamu mencari uang?"


Tanya nya sambil berusaha tersenyum padahal hati nya terasa begitu getir.


"Tentu saja untuk kamu, untuk Ila"


Ucap laki-laki itu cepat.


"Benarkah?"


Tanya dia pada laki-laki yang dia nyaris lupa itu adalah Suami nya.


"Untuk ku? untuk Ila?lalu kenapa aku tidak merasakan nya? uang yang kamu cari bahkan hanya masuk berapa banyak ke dalam dompet ku tiap bulan nya? tidak pernah menghitung berapa kebutuhan kita tiap bulan nya? lucu Sekali aku mendengar nya Han"

__ADS_1


Ucap nya kemudian.


"Pergi pagi pulang malam, gaji besar alasannya untuk anak dan istri, seolah-olah yakin semua kebutuhan telah tercukupi, kalau cukup untuk apa aku ikut bekerja Han? untuk apa?"


"Alasan mu terlalu lucu, buat kami, beli mobil dan rumah mewah, tidak ada quality time dan kehilangan kebersamaan, aku dan kamu saling mencari mengais rupiah, membiarkan anak-anak hidup bersama orang yang bukan ibu nya, lalu pernikahan macam apa yang kita jalani?"


Seketika tangis perempuan itu pecah.


"Aku lelah Han, aku lelah, penikahan ini tidak membuat aku bahagia"


*****


Di satu sisi lain nya


Perempuan itu sejenak menghela pelan nafasnya saat dia mendengar suami nya berkata.


"Bisa tidak jangan boros-boros? aku capek cari duit tapi kamu tidak pernah bisa ngatur keuangan dengan baik"


Dia menggenggam erat uang yang diberikan oleh suami nya sejak tadi.


Boros? tidak bisa mengatur uang? istri tidak becus?


Kata-kata itu selalu dilontarkan sang suami begitu saja, laki-laki itu tidak tahu bagaimana cara dia mengatur seluruh keuangan dirumah mereka.


Jika tidak benar-benar dan pandai, uang segitu bisa buat apa.


Istri adalah satu kekuatan yang mampu melakukan apapun dan mengatur apapun untuk anak dan suami nya, tapi jika apa yang dilakukan tidak di hargai yang ada seolah-olah terselip rasa kecewa dibalik senyuman dan kata tidak apa-apa nya.


Kadang terselip keinginan dihati nya untuk bercerai saja, tapi anak-anak jelas menjadi pertimbangan berat untuk dia berkata "Ini semua baik-baik saja"


Tapi sampai kapan?.


******


"Aku lelah dan bosan rasanya dengan rumah tangga kami, ketika aku pontang-panting cari duit, istri ku sama sekali tidak bisa memahami soal perasaan ku"


Laki-laki itu bicara sambil memejamkan bola matanya, membiarkan Perempuan disamping nya terus mendengarkan keluh kesah soal dirinya.


"Apa sulit nya membuat rumah menjadi nyaman? membuat aku lebih betah di rumah ketimbang di luaran?"


Perempuan di samping nya masih diam, mencoba mendengar kan satu persatu keluh kesah laki-laki yang tengah tidur di atas kursi Santai disampingnya itu.


"Sudah yakin telah melakukan komunikasi timbal balik? atau bahkan ingat soal mengubah diri sebelum menuntut diri pasangan agar menjadi sesuai dengan apa yang kita mau?"


Tanya Perempuan itu tiba-tiba.


*******


2 tahun menikah membuat dia lebih memilih banyak diam dari pada bicara, berkeluh kesah pada keluarga atau orang lain jelas membuat dia takut menjadi bahan cemoohan.


Kesalahan nya Dimasa kemarin, orang tua nya sudah memperingatkan dirinya bahkan orang itu terlihat tidak baik untuk dirinya.


Tapi bukankah cinta bisa mengalahkan segalanya?!

__ADS_1


Bahkan karena cinta, ucapan orang tua hanya di anggap angin lalu yang tidak berguna.


Lalu kenapa penyesalan selalu datang belakangan?!.


__ADS_2