Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 29 Y & A


__ADS_3

Di tengah langit malam yang mulai menghilang ketika semua orang telah kembali ke peraduan mereka masing-masing dan telah banyak yang telah mengakhiri aktivitas mereka, dimana Alessia akan kembali ke Mansion dengan mengendarai mobilnya sendiri, sedangkan karyawan Khalid company telah pulang dan hanya menyisakan seorang security dan juga sekretaris, Ehran. Dimana laki-laki tersebut siap untuk mengantar Yash kembali ke mansionnya dan setelah semua kekacauan berhasil di redakan.


Dari ujung sana tiba-tiba Yash langsung mendekati Alessia dan berhenti tepat di hadapan gadis tersebut kemudian laki-laki itu menatap Alessia dengan tatapan yang cukup sulit untuk diartikan.


Gadis tersebut  baru saja akan masuk ke dalam mobilnya seketika dia terkejut karena tiba-tiba Yash menarik lengannya, meskipun tidak terkesan kasar namun tetap saja tindakan laki-laki tersebut membuat Alessia terkejut Dan panik saat dia menyadari seseorang menarik lengannya, dia pikir siapa yang melakukan hal tersebut pada nya namun seketika bola mata gadis tersebut membulat saat dia menyadari jika yang menarik lengannya adalah Yash.


"Yash?"


Dia tercekat.


"A..da apa?"


Alessia jelas gugup.


Namun alih-alih menjawab ucapan Alessia, tiba-tiba saja Yash menyeret langkah Alessia dan membawa gadis tersebut masuk ke mobil laki-laki Itu.


"Yash apa ada sesuatu yang salah?"


Gadis itu masih bertanya agak bingung serta panik, baginya ini kali pertamanya Yash memperlakukannya seperti itu, menarik lengannya masih di dalam wilayah perusahaan mereka di mana di sisi seluruh tempat terdapat CCTV yang jelas menyoroti mereka belum lagi laki-laki itu membawanya ke dalam mobilnya hal tersebut seketika membuat Alessia sedikit takut, dia menatap kearah CCTV yang ada di atas kepala mereka, takut jika hal ini bsok akan jadi kontroversi ditengah kemelut problematika yang dicipta oleh Diana pagi tadi.


"Yash ini masih diperusahaan, ini bukan di rumah, aku pikir..."


Alessia bicara dengan cepat namun belum juga dia menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba Yash harus berkata ke arah Ehran di mana sebenarnya laki-laki tersebut juga terlihat agak bingung dengan apa yang dilakukan oleh sang tuannya kepada Nona muda nya.


"Bawa mobil Alessia kembali ke kediaman kami"


"Ya?"


Ehran bertanya dengan ekspresi bingung, dia cukup mematung melihat aksi tidak biasa tuannya tersebut hari ini.


"Tidak usah banyak bertanya atau berpikir, pergilah sekarang juga"


Lanjut Laki-laki itu kepada Ehran.


Mendengar ucapan Yash, Alessia jelas juga ikutan bingung, dia tidak sempat mengajukan pertanyaan atau bicara dengan Yash namun laki-laki tersebut seketika langsung memasukkan dirinya dengan paksa ke dalam mobil laki-laki tersebut kemudian menutup pintunya dengan keras.

__ADS_1


Seketika tindakan Yash membuat Alessia benar-benar terkejut, gadis tersebut langsung menelan salivanya.


Bola mata Alessia langsung menatap ke arah Yash, bisa dia lihat laki-laki tersebut berjalan melewati arah depan mobil di mana dia berada kemudian menuju ke arah kursi kemudi, laki-laki tersebut langsung duduk di kursinya dengan cepat lantas melajukan mobilnya tanpa bicara atau pun menatap ke arah alesia.


Gadis tersebut pikir, selama 2 tahun pernikahan mereka baru kali ini dia melihatnya bertingkah aneh seperti itu, bahkan baru kali ini laki-laki tersebut menarik lengannya dan memaksanya masuk ke dalam mobil Yash.


Dalam 2 tahun pernikahan mereka juga Yash  tidak pernah mengizinkan Alessia untuk duduk di mobil yang sama dengan laki-laki tersebut dan malam ini jelas membuatnya cukup terkejut.


Alessia ingin bertanya dan bicara namun karena dia sadar diri dia hanya seorang istri yang bukan benar-benar istri yang dianggap oleh laki-laki tersebut pada akhirnya gadis tersebut memilih membeku dan menutup mulutnya tanpa bertanya ada apa dan dirinya akan dibawa ke mana.


Dia pikir mungkin mereka akan kembali ke Mansion tapi tiba-tiba Alessia mengerutkan keningnya saat dia sadar Yash membawanya ke arah yang berbeda.


"Maafkan aku, Yash aku pikir ini bukan jalan pulang"


Ini kali pertama Alessia panik dibawa oleh seseorang meskipun itu adalah suaminya sendiri.


"Yash apakah kamu marah karena ucapan Diana? Aku tidak pernah menggoda ayah mertua, kau tahu sendiri bagaimana Diana, dia...."


Alessia berusaha bicara dengan begitu hati-hati karena dia takut salah bicara sebab dia cukup sadar diri soal siapa dirinya di mata Yash, namun sayangnya belum selesai dia bicara tiba-tiba saja laki-laki tersebut berkata.


Yash pada akhirnya bicara dengan panjang lebar sembari mengeram dengan kesal, tidak tahu kenapa tapi kejadian tadi dimana Diana membuat kekacauan seketika mengubah semua perasaan Yash menjadi kacau balau.


Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Alessia mengerutkan keningnya.


"Ada hal khusus yang aku lakukan di keluarga Khadafi kenapa aku sampai keluar masuk ke sana saat ini, namun alasannya sama sekali belum bisa aku ceritakan padamu Yash tapi aku melakukannya bukan karena aku ingin menggoda tuan Khadafi seperti apa yang dikatakan oleh Diana.


Alessia jelas menjawab dengan cepat dia takut Yash akan salah paham dengan apa yang diucapkan Diana.


"Apa yang dilakukan oleh seorang perempuan ketika keluar masuk ke rumah seorang laki-laki? Kamu tidak perlu menjelaskannya padaku aku cukup bisa menyimpulkannya persis seperti apa yang diucapkan oleh Diana, tapi tolong Alessia kamu bisa menggoda siapapun namun bukan ayah mertuaku"


Laki-laki tersebut mengeram, dia mencoba mengontrol perasaan ku.


Mendengar ucapan Yash seketika Alessia langsung menghembuskan nafas nya tidak percaya, dia menatap laki-laki tersebut dengan tatapan yang cukup membuat Alessia nyaris kehilangan kata-katanya.


"Serendah itu penilaianmu terhadapku Yash? kau pikir mataku tidak bisa menilai seseorang dengan baik? aku mungkin mau menikah dengan mu dulu Yash, tapi bukan berarti aku Siap menikahi laki-laki tua yang pantas menjadi ayahku"

__ADS_1


Dan ini kali pertama gadis tesebut meninggikan suaranya, dia pikir bagaimana bisa Yash terpengaruh pada ucapan Diana.


Ciiittttt.


Mendengar ucapan Alessia seketika Yash menghentikan mobilnya.


Seketika Alessia tersentak kaget, dia hampir terpelanting kedepan.


Tiba-tiba Yash menoleh kearah nya sembari menatap tajam kearah Alessia.


"Lalu bagaimana cara ku menilai mu? Belakangan kau terlihat tidak masuk akal, hilir mudik ke kediaman laki-laki tua yang terkenal suka menikah, menjalin hubungan ayah mertua ku bahkan kemana-mana berdua, kau tidak memiliki alasan untuk menjabarkan apa niat mu mendekati tuan Khadafi, lalu pemikiran apa yang akan timbul di kepala Diana dan diri ku juga semua orang saat ini?"


Tanya laki-laki tersebut penuh kemarahan.


Alessia terlihat diam, ini kali pertama laki-laki tersebut berteriak sambil menatap tajam kearah dirinya, bisa dia lihat bola mata laki-laki tersebut seolah-olah ingin keluar saat ini juga.


"Aku tidak pernah berpikir untuk menggoda tuan Khadafi"


Seketika bola mata Alessia memerah,dia menjawab pelan dengan perasaan yang cukup sakit.


"Kau hanya sedang membuat pembelaan diri"


Laki-laki tersebut mengeram, dia Mencoba menahan tangan nya, menggenggam erat telapak tangan nya.


Tidak tahu kenapa dia marah, tapi dia hanya tidak bisa mengontrol perasaan nya saat ini.


"Jika kita sudah bercerai, kau bebas melakukan nya,tapi karena kamu masih istri ku, maka berhenti keluar ke mana-mana mulai besok, kau hanya boleh ke perusahaan-mansion dan tidak ada tempat lain yang boleh kamu kunjungi selain 2 tempat itu"


Yash memberikan Alessia peringatan keras.


"Tapi bukankah..."


Dia ingin bilang bukankah didalam kontrak pernikahan mereka, tidak pernah ada larangan untuk Alessia berhubungan dengan siapapun dan pergi kemanapun, lalu kenapa sekarang tiba-tiba berubah?!.


"Berhentilah membantah ku Alessia, apa kau lupa? Aku ini suami mu, aku berhak mengatur seluruh kehidupan mu tanpa terkecuali"

__ADS_1


__ADS_2