
Begitu gadis pilihan istrinya telah berdiri tepat di hadapannya, gadis tersebut menundukkan kepalanya secara perlahan kemudian langsung duduk tepat dihadapan laki-laki tersebut, tanpa harus menunggu lama dia kemudian berkata.
"Mari membuat sebuah perjanjian untuk pernikahan tidak masuk akal ini"suara datar dan dingin yang diberikan pada gadis itu membuat sosok gadis dihadapannya itu sedikit menundukkan kepalanya, bisa dia rasakan gadis itu cukup takut memandang wajahnya apalagi menatap bola matanya.
"Aku bukan tipe laki-laki yang suka bicara berbelit-belit dan membuang rumit keadaan, karena itu Mari kita langsung bicara ke intinya"
Ucap nya cepat ke arah gadis dihadapannya.
Mendengar ucapan ya gadis yang ada di hadapannya tersebut langsung menaikkan kepalanya yang menunduk sejak tadi.
"ya?"
Gadis tersebut bertanya pelan.
"Kamu bisa membacanya terlebih dahulu dengan seksama"setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut langsung memberikan sesuatu ke hadapan gadis itu, sebuah map mendominasi berwarna coklat yang isinya adalah beberapa lembar kertas surat perjanjian pernikahan.
Gadis yang ada di hadapan laki-laki tersebut seketika langsung meraih map yang diberikan oleh nya dengan tangan sedikit bergetar, gadis itu membuka perlahan map yang ada dihadapan nya itu.
Sejenak bola mata gadis tersebut membaca barisan demi baris kata-kata yang ada di dalam kertas yang kini ada ditangani tersebut, gadis itu terlihat diam untuk beberapa waktu.
"Baca dengan baik dan jangan sampai membuat kekacauan setelah pernikahan, Alessia"
Laki-laki tersebut menyebutkan nama Alessia pada sosok gadis tersebut.
"2 tahun, hanya 2 tahun tidak lebih"Tambah laki-laki itu lagi.
Yang dipanggil Alessia sama sekali tidak menjawab, dia bahkan tidak berani menatap kearah laki-laki dihadapan nya itu saat ini, bisa dibayangkan bagaimana perasaan Alessia saat ini, tiba-tiba dia merasa bola mata nya memanas, dia tahu betul dengan apa yang dia baca saat ini.
Gadis itu sama sekali tidak menjawab ucapan ketika laki-laki tersebut berkata jika ini hanyalah surat perjanjian kontrak pernikahan.
"2 tahun?!."
__ADS_1
Ya laki-laki tersebut berkata pernikahan yang akan mereka jalani hanya 2 tahun dan bisa dibayangkan bagaimana perasaan Alessia saat ini, gadis itu hanya bisa diam tanpa banyak bicara, masih tidak berani menaikkan kepalanya.
Hati gadis itu seketika terasa ingin pecah, tapi Alessia tidak menampilkan bagaimana rasa sakit hati nya ketika dia mendengarkan ucapan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
kata pernikahan kontrak jelas terdengar begitu menyedihkan tapi dia jelas tidak punya pilihan lain lagi, Alessia sudah menduganya jika tuan Khalid cepat atau lambat akan menghubunginya dan membahas soal pernikahan serta kontrak mereka.
Dia ingat apa yang di ucapkan oleh bibi muda nya kemarin.
"Kau tahu? pernikahan bertujuan untuk membangun keluarga bahagia dan memiliki keturunan yang sejalan"
Alessia terlihat memejamkan sejenak bola mata nya, dia mencoba kembali meremas kedua telapak tangannya kemudian secara perlahan Alessia mendongakkan kepalanya, gadis itu mencoba menatap wajah laki-laki yang ada di hadapan nya itu untuk beberapa waktu.
"Itu bukan masalah"
Jawab Alessia pelan.
"Hanya saja ada yang memberatkan diriku, ini bukan soal uang atau kesejahteraan dalam pernikahan, anda tahu bagaimana hukum kawin kontrak? anak-anak akan menjadi anak haram jika pernikahan kontrak terjadi"
Ucap Alessia pelan.
Dia terlihat mendengus kemudian dia langsung bersandar ke arah kursi sofa, laki-laki itu menaikkan kedua tangannya tepat di depan dadanya lantas bola matanya menelisik sosok Alessia yang ada di hadapannya.
"Kau pikir aku tertarik untuk meniduri anak kecil? kau bahkan tidak terlihat menarik, ibarat buah kamu hanyalah anakkan yang tidak pantas aku makan, bahkan kau terlihat matang dan membusuk sebelum waktunya"
kata-kata menyakitkan dari laki-laki tersebut membuat Alessia tidak bergeming.
"Anakan, matang dan busuk sebelum waktunya?!."
Alessia pikir serendah Itukah tuan Khalid melihat dirinya?.
Dia pikir apakah laki-laki dihadapan itu benar-benar berpikir jika dia gadis penjajah harga diri? pernah menjualnya kepada banyak laki-laki sebelumnya?!.
__ADS_1
Sungguh miring dan mengerikan pandangan laki-laki tersebut terhadap dirinya Alessia pikir.
Alih-alih membela diri Alessia terlihat diam, gadis tersebut memilih untuk kembali menundukkan kepalanya.
"Aku membawa mu pada pernikahan secara sah sesuai permintaan istri ku dan tidak ada pernikahan tidak sah di antara kita, kau patut berbangga diri karena berhasil membujuk istri untuk mendaftarkan pernikahan kita secara kenegaraan dan juga keagamaan"
Tiba-tiba suara laki-laki tersebut kembali memecah keadaan.
Mendengar ucapan tuan Khalid seketika timbul kelegaan besar dihati Alessia.
"Tapi jangan pernah berharap ini benar-benar pernikahan, hanya dua tahun saja, setelah lewat dua tahun aku akan mengurus perceraian di antara kita, jangan mengharapkan untuk mendapatkan harta gono gini atau sepeserpun uang dariku, kau hanya boleh keluar dari rumahku tanpa membawa apapun persis seperti pertama kali kamu datang"
Alessia memilih Mendengar kan sama sekali tidak komplain, karena dia cukup tahu diri.
"Aku tidak tahu bagaimana caramu nanti bisa masuk ke perusahaan apakah kamu memang benar-benar hebat seperti yang istriku bicarakan, apakah kamu benar-benar memiliki kemampuan? realita kamu hanya gadis miskin yang hanya lulusan SMK, saat masuk ke perusahaan jangan pernah bermimpi untuk bisa membicarakannya pada semua orang soal hubungan kita jika kau dan aku adalah sepasang suami istri"
"Aku akan bilang kau adalah sekretaris baruku dan aku adalah atasan"
Setelah berkata begitu tuan Khalid tidak melanjutkan ucapannya, dia menunggu Alessia menatap dirinya dan membalas kata-katanya.
"Apa kau paham?"
Tanya laki-laki tersebut lagi dengan nada yang begitu dingin.
Alessia menatap kearah tuan Khalid,dia mengangguk kan kepalanya secara perlahan sembari menahan perasaan nya.
"Yah aku cukup tahu diri dimana posisi ku tuan"
Gadis tersebut menjawab dengan mantap, dia menatap bola mata tuan Khalid untuk beberapa waktu, berusaha untuk tidak menampilkan sisi lemahnya, tidak mengeluarkan sedikitpun air matanya karena dia tahu hidup ini keras dan tidak ada orang yang akan kasihan padamu meskipun engkau menangis darah sekalipun.
"Dan aku tidak akan pernah menyentuhmu selama dua tahun ini jadi jangan pernah bermimpi untuk kita tinggal di kasur yang sama"
__ADS_1
tambah laki-laki itu lagi.
Mendengar ucapan akhir tuan Khalid membuat Alessia menghela pelan Nafas nya.