Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Mereka saling mengenal sebelumnya


__ADS_3

Kafe xxxxxxxx


Elvitania menatap sejenak gambar yang ada di handphone nya, untuk beberapa waktu bola matanya memperhatikan satu persatu gambar yang ada di sana, beberapa waktu dia terlihat mengerut kan keningnya.


"Apa anda ingat kejadian saat itu, nona?"


Seorang laki-laki bertanya kepada Elvitania.


Laki-laki berusia sekitar 37 tahunan itu memberikan beberapa lembar kertas ke arah Elvitania.


"Anda lebih dulu mengenal tuan Sherkan, kemudian baru mengenal tuan Zahir, kejadian di kantor polisi xxxxxxxx dimana kasus ini terjadi ketika anda belum mengenal tuan Sherkan"


Laki-laki itu berusaha menjelaskan sambil memberikan beberapa lembar foto pada Elvitania.


Sejenak Elvitania menatap beberapa foto yang ada di hadapannya"


"Anda mengenal putri nyonya sibah sebelum nya"


Setelah berkata begitu, Elvitania meraih sebuah foto, dimana dia masih menggunakan pakaian SMA dengan beberapa teman lainnya.


"Kalian ada di satu SMA, kala itu anda dan nona Zulfa (Putri Bibi sibah) memang tidak memiliki hubungan baik karena saling mengejar prestasi"


"Disisi kiri itu anda, kanan no 3 itu adalah nona Zulfa"


Begitu laki-laki itu menunjukkan sebuah roto seorang gadis, seketika Elvitania melebarkan bola mata, dia mencoba untuk menyentuh kepalanya untuk beberapa waktu.


Seolah-olah satu ingatan lama menghantam dirinya.


"Kau jangan coba-coba untuk membuka suara, bukan kah kau seorang gadis miskin yang memiliki seorang ayah yang penyakitan? aku akan memberikan dana pengobatan untuk ayah mu tapi tutup mulut mu dan bicaralah pada semua orang jika yang terjadi bukan seperti itu"


"Apa kau mendengar ku?"

__ADS_1


"Jika kamu berani-beraninya buka mulut soal peristiwa yang sebenarnya, aku pastikan akan menghancurkan diri mu dan ayah mu"


"Diam dan ikuti instruksi dari ku, pengacara kami yang akan mengurus semua persoalan nya"


Bibi sibah bicara sambil menatap tajam ke arah Elvitania muda, mereka duduk saling berhadapan di sebuah ruangan kaca yang tertutup.


"Nyonya ingin saya yang mengaku bersalah?"


Elvitania muda Bertanya dengan bola mata berkaca-kaca ke hadapan wanita bergaya glamor dan congak dihadapan nya itu.


"Saya tidak pernah melakukan kejahatan juga tidak pernah terlibat dalam kasus buruk soal apapun, anda ingin saya mengakui hal yang tidak pernah saya lakukan?"


"Itu sama saja saya akan kehilangan nama baik saja sendiri, nyonya"


Elvitania bicara sambil menggenggam erat telapak tangan nya.


"Memangnya apa yang orang-orang pedulikan soal nama baik kamu? bukan kah uang begitu dibutuhkan oleh gadis miskin seperti kamu? aku akan membayar berapapun untuk itu"


Seketika Elvitania mendengus, menatap tidak percaya ke arah wanita itu.


"Aku menolaknya, Nyonya"


Elvitania muda buru-buru berdiri dari posisi duduknya.


"Kauuuu"


Bibi sibah jelas terlihat begitu marah, dia mengacungkan tangan nya ke arah Elvitania muda.


"Baik, jika kau tidak mau melakukan nya, aku akan Pastikan kau bakal kehilangan ayah mu dalam waktu dekat"


Mendengar ancaman wanita itu, seketika Elvitania terkejut.

__ADS_1


"Apa?"


Elvitania jelas membulatkan bola matanya.


"itu sebuah ancaman?"


Gadis itu bertanya tidak percaya.


"Lebih dan kurang, aku tidak terbiasa bernegosiasi dengan orang miskin, tapi kali ini aku berusaha untuk memberikan toleransi"


Elvitania mendengus tidak percaya.


"Demi untuk menyelamatkan putri mu, kau ingin menjual masa depan putri orang lain? yang benar saja"


Ejek Elvitania.


Alih-alih menjawab, bibi sibah buru-buru berkata.


"Putus kan dalam 20 menit, aku akan menunggu didepan"


Seketika Elvitania terlihat gemetaran, dia mencoba untuk meraih gelas minum yang ada dihadapan nya.


Perempuan itu tampak memucat, ingatan masa lalu jelas kembali hadir didalam ingatan nya.


"Nona, anda tidak apa-apa?"


Laki-laki diharapkan nya bertanya sedikit bingung.


Elvitania mencoba untuk menahan tangan nya, dia berusaha untuk berdiri sambil berkata.


"Aku baik-baik saja, bereskan semuanya, aku akan pulang sekarang juga"

__ADS_1


Ucap nya pelan masih dengan tubuh gemetaran.


"Nona?"


__ADS_2