Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 39 Y & A


__ADS_3

Kembali ke kediaman Yash


Kamar tidur utama Yash dan Alessia


Masih di pagi yang sama.


Setelah mendorong tubuh Yash, Alessia seketika langsung membenahi posisinya, dia mencoba menetralisir perasaan nya yang jelas tidak baik-baik saja, detak jantung yang terus berdegup kencang benar-benar tidak bisa dia kendalikan dengan baik dan benar.


Meskipun tidak dia pungkiri umpatan yang diberikan Yash pada nya tadi menyisakan rasa sakit didalam hatinya, tapi dia berusaha untuk sadar diri, siapa dirinya?.


Alessia menghela pelan nafasnya.


Sentuhan tangan Alessia di dada Yash terasa membunuh laki-laki tersebut, entahlah yang jelas saat ini kepala nya berdenyut-denyut seiring rasa keras dibawah sana yang semakin nakal tidak terkendali.


Ini benar-benar sial.


Batin laki-laki tersebut.


"Aku... membangunkan mu seperti biasanya, tapi aku tidak tahu...kamu mungkin bermimpi...aku tidak berniat untuk menggoda"

__ADS_1


Alessia bicara dengan gugup, tidak berani menatap bola mata Yash sama sekali, buru-buru berdiri dari posisi nya dan bergerak dengan cepat menjauh dari kasur tersebut.


Yash terlihat linglung, demi Allah ada yang membuat dia pusing saat ini, dia pikir dia sudah lama tidak menjalankan kewajiban dan menerima balasan kewajiban.


Terakhir melakukan nya dengan Hana pun jauh sebelum Hana meninggal, itu juga dilakukan sejenak, karena takut menyakiti Hana mengingat kesehatan perempuan tersebut tidak baik-baik saja.


Oh ****.


Yash lagi-lagi mengumpat didalam hati nya, memijat-mijat kepala untuk beberapa waktu kemudian buru-buru Yash beranjak cepat dari kasur nya, tidak lagi bisa konsentrasi mendengar kan penjelasan Alessia.


Dia tidak menjawab ucapan Alessia, memilih kabur dari hadapan gadis tersebut dengan cepat dan melesat pergi menuju ke kamar mandi, percayalah ada yang tidak baik-baik saja saat ini dengan dirinya.


Alessia sendiri menatap punggung sang suaminya untuk beberapa waktu, dia masih mencoba untuk menetralisir perasaannya, wajah merahnya masih terlihat sejak tadi namun ada sedikit rasa sakit ketika dia ingat Yash mengumpan tepat di hadapannya saat menyadari kehadiran dirinya.


Mungkin dia pikir lain kali meminta bibi Tory saja yang membangun kan Yash, agar laki-laki itu tidak membenci nya, tapi....


Lagi gadis tersebut menghela pelan nafasnya,


sangat tidak lucu jika laki-laki tersebut khilaf lagi dan memeluk bibi pelayan di rumah mereka.

__ADS_1


Dia kembali menghela nafas nya, Memilih bergerak menuju kearah Walk in closet dan berniat mengambil pakaian Yash tapi sejenak dia membeku karena tiba-tiba laki-laki tersebut keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa hanya menggunakan handuk nya.


"Hah..."


Alessia yang awalnya membeku melihat penampilan Yash yang bertelanjang dada secepat kilat langsung berbalik, baru pertama kali dia melihat laki-laki tersebut bertelanjang dada, biasanya Yash tidak akan keluar dari kamar mandi sebelum dia keluar dari kamar,lalu kenapa mandi nya Begitu cepat dan praktis?!.


"Kita harus segera ke rumah keluarga Khadafi"


Ucap laki-laki tersebut kemudian, dia bergerak cepat mendekati Alessia, mengambil pakaian nya di tangan Alessia, mengikis jarak di antara mereka.


Gesekan kulit terasa mengganggu, membuat Yash berdesir sejenak, dia tidak tahu perasaan apa itu, tapi keadaan membuat dia membuang perasaan nya.


Masih dalam keadaan mematung, Alessia seketika membeku, selain karena beberapa hari ini mereka jadi banyak berinteraksi bicara berdua, ucapan Yash soal kediaman Khadafi cukup membuat dia membisu untuk beberapa waktu.


"Ya?" tanya nya sedikit bingung.


"Sesuatu yang buruk terjadi pada ayah"


Lanjut Yash lagi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Yash seketika membuat Alessia terlihat diam tidak bergeming


__ADS_2