Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Siapa yang tidak tahu malu sebenarnya


__ADS_3

"Kau hanya kebetulan beruntung masuk ke keluarga Khalid atas permintaan kakak tiri ku, apa kau tidak sadar itu?"


Diana bicara, mencoba mengingatkan Alessia tentang sebuah kenyataan, jika gadis tersebut hanya kebetulan beruntung masuk ke keluarga Khalid dan diterima oleh Hana menjadi istri sambung dari Yash.


"jika bukan karena keberuntungan itu kau pikir kau bisa berada di posisi saat ini menjadi istri Yash?"


Diana duduk sembari memajukan wajahnya ke arah Alessia, tatapan matanya begitu tajam dan dia sangat benci menatap Alessia saat ini, seolah-olah bagi nya Alessia telah berani merebut apapun yang seharus nya menjadi milik nya.


"dan kau juga seharusnya sadar kau yang tidak tahu malu telah menduduki posisi di mana posisi tersebut seharusnya menjadi milikku, baik caramu merebut Yash ku dan baik cara mu mencoba untuk masuk ke keluarga Khadafi dan menarik perhatian ayahku atau menggoda ayah ku, kau benar-benar Perempuan menjijikan Alessia"


kalimat demi kalimat yang dilontarkan oleh Diana terdengar penuh ejekan dan juga begitu ditekan seolah-olah mengintimidasi Alessia tentang kenyataan soal apa yang sebenarnya terjadi dan dilakukan oleh gadis tersebut.


dia berharap Alessia sadar diri atas posisinya saat ini mengingat gadis itu terus mencoba untuk merebut apapun yang menjadi haknya, dan Alessia bagi nya sangat tidak tahu malu bahkan setelah mendapatkan Yash, perempuan sialan itu juga berusaha untuk menggoda ayahnya atau mungkin ingin masuk ke keluarga Khadafi dengan menggeser posisi ibunya atau bahkan dirinya.


dia bicara dengan penuh kemarahan ke arah Alessia dan percayalah Diana begitu benci melihat Alessia saat ini, bahkan dia kemarin yang selalu mencoba mencari cara untuk menyingkirkan gadis tersebut nyata nya selalu gagal dan gagal lagi membuat diri nya semakin marah.


mendengar Diana bicara Alessia sama sekali tidak menjawab, dia menatap bola mata dia nah yang kini menatap tajam ke arah dirinya, hal tersebut jelas saja membuat Alessia ingin sekali menertawakan Diana, seakan-akan gadis itu berfikir dia dan bicara tidak menggunakan otak dan kepalanya dengan baik.


merebut apa yang seharusnya menjadi milik Diana?!


Cihhhh.


Dia ingin sekali rasanya membuang air ludahnya ke wajah Diana saat ini juga.


dia pikir perempuan itu pasti sedang berbual dan tidak pernah tahu tentang sebuah kenyataan yang menghantam dirinya, tidak bisa Alessia bayangkan seandainya Alessia bicara soal kenyataan kepada Diana tentang bagaimana sebenarnya kehidupan Diana di masa lalu dan juga kelicikan apa yang telah di lakukan Madhuri kepada perempuan di hadapannya itu.


Gadis tersebut hanya menaikkan ujung bibirnya tanpa sedikitpun mengeluarkan rasa takut nya, membiarkan perempuan dihadapan nya terus berkoar-koar hingga akhir mengeluarkan kemarahan nya.


"kau tahu aku akan menghancurkan dirimu secara perlahan, Alessia"

__ADS_1


Dan kini Diana kembali bicara sembari terus menatap dalam bola mata Alessia.


"akan aku pastikan Yash akan menceraikanmu dalam waktu dekat, bahkan kau tidak punya keberanian untuk menemui laki-laki itu atau bahkan berharap untuk terus berada disampingnya"


Diana terus bicara, pancaran dari balik bola matanya jelas menerbitkan satu rencana mengerikan, dia seakan-akan telah merencanakan sesuatu untuk membuat Yash dan Alessia berpisah saat ini, dengan cara yang sangat luar biasa bahkan menghalalkan segala cara.


dia selalu punya cara untuk menjatuhkan orang-orang di sekitarnya persis seperti Madhuri, dan jika dia tidak mampu melakukan itu maka dia bukanlah bagian daripada Putri Madhuri, dia harus selalu punya rencana luar biasa untuk menyingkirkan orang-orang di sekitarnya sama seperti ibunya.


baginya siapapun benalu harus dibuang dari tempat nya.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Diana, Alessia hanya mengernyit kan dahi nya, dia berusaha untuk menebak-nebak apa yang sedang direncanakan oleh perempuan tersebut?.


Bercerai?!.


Alessia terlihat menghela berat nafasnya.


Bukankah tujuan pernikahan mereka bercerai sejak awal? meskipun dia jelas tidak menginginkan perceraian di antara mereka, nyata nya Yash menginginkan nya, laki-laki itu tidak pernah sedikitpun mencinta nya atau menginginkan nya, bahkan laki-laki tersebut tidak ingin memperjuangkan dirinya sedikitpun atau mempertahankan pernikahan mereka. Jadi Alessia pikir apapun yang akan dilakukan Diana untuk perceraian mereka sama sekali tidak berpengaruh untuk dirinya, dia tidak harus takut dengan ancaman Diana.


Yang dia pikirkan selalu bagaimana cara menjaga nama baik Yash dari nama buruk nya. Bahkan dia berusaha memangkas jarak dengan Kallan agar tidak ada skandal yang membuat Yash membenci dirinya, dia berusaha untuk menjaga Yash, karir Yash dan nama baik Yash dengan sebaik-baiknya.


Apalagi nyatanya hubungan dia dan kallan yang merupakan bibi dan keponakan kandung, membuat Alessia benar-benar berusaha menjaga keadaan hingga dia membuka tabir siapa dia yang sebenarnya di hadapan semua orang agar Kallan tidak salah paham dan masih menyimpan rasa terhadap diri nya.


Hubungan mereka begitu berat dan kompleks.


Ditengah pemikiran Alessia yang pelik dan berat tiba-tiba saja Diana mencengkeram wajah Alessia, hal tersebut membuat gadis itu cukup terkejut di mana Diana membiarkan Kepala nya mendongak dan mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.


perempuan itu terlalu arogan dan penuh amarah didalam bola mata nya, menampilkan kebencian mendalam kepada Alessia, meskipun tidak dipungkiri Cengkraman Diana cukup membuat wajah nya sakit, Alessia hanya berusaha menahan ejekan nya terhadap perempuan tersebut.


"Kau dengar apa yang aku ucapkan ja..Lang?"

__ADS_1


Dan saat Diana berkata begitu, Alessia langsung menaikkan ujung alisnya.


Gadis tersebut menyeringai dalam cengkraman Perempuan dihadapan nya kemudian dia berkata.


"mau aku beritahukan tentang sesuatu, Diana?"


dan tiba-tiba saja tatapan Alessia kali ini terlihat begitu dingin dan datar, dia membiarkan dua perpaduan bola mata mereka saling menyatu dan menatap antara satu dengan yang lainnya. ucapan Alessia seolah-olah menantang perempuan yang ada di hadapan nya itu, membuat Diana langsung mengizinkan dahinya karena dia tidak melihat sedikitpun sisi takut dari Alessia atas apa yang dia lakukan, nyatanya gadis tersebut bahkan mampu bicara dengan cara yang begitu mengerikan di hadapan dirinya.


"aku akan memberitahukan mu tentang satu rahasia besar yang mungkin akan membuatmu berfikir dengan sangat keras soal status dirimu dan juga Madhuri"


Alessia bicara dengan suara yang sangat dingin serta mencekam sembari tiap kalimat-kalimat yang diucapkannya terdengar begitu datar dan juga dingin, setiap ucapan nya jelas membuat yang mendengar menjadi penasaran.


Dan hal tersebut seketika membuat Diana bertanya-tanya di dalam hatinya.


"Kau bicara apa?"


perempuan itu bertanya dan mengendurkan cengkeraman nya.


tiba-tiba saja Alessia mendekati wajah mereka berdua kemudian gadis tersebut berbisik tepat di samping telinga Diana


awalnya Diana jelas merasa marah dan ingin mencoba untuk mendorong serta menyingkirkan tubuh gadis di hadapannya tersebut, tapi saat Alessia berbisik di balik telinganya, seketika membuat perempuan itu mengeluarkan ekspresinya yang sedikit aneh dimana bola matanya langsung membulat dan terbelalak dengan sempurna, Diana seolah-olah menampilkan satu keterkejutan yang luar biasa di balik wajahnya yang saat ini.


"A..pa?"


dan seketika perempuan itu bertanya dengan bibir bergetar.


"Kau... bicara apa....?"


Dan Alessia hanya menyungging kan senyuman licik juga mengerikan nya, gadis tersebut secara perlahan memundurkan dirinya dari hadapan Diana, menatap ekspresi Perempuan dihadapan nya yang terlihat bergetar dan penuh ketidak percayaan.

__ADS_1


Sekarang sebenarnya siapa yang tidak tahu malu? aku atau kau dan ibu mu?!.


__ADS_2