
Dengan tangan gemetaran Elvitania mengobrak-abrik tas koper milik nya, dia mencari sesuatu disana untuk beberapa waktu, bahkan dia mencoba mengobrak-abrik lemari yang dijadikan tempat untuk meletakkan barang-barang milik nya sejak tadi.
Tapi apa yang dia cari belum juga dia temukan.
Dimana? dimana?
Elvitania bicara didalam hati nya, mencoba memegang keningnya untuk beberapa waktu, mencoba mengingat-ingat dimana terakhir kali dia menyimpan semua kenangan dirinya dan Zahir.
Satu ingatan Menghantam dirinya kala itu, saat dia bertanya soal lambang huruf yang beberapa kali di buat untuk mengirimkan dirinya sebuah catatan kecil.
"Apakah ini lambang Zahir? benar kan? ZR Zahir? tapi kenapa Z nya seperti huruf S?"
Elvitania muda bertanya sambil membolak-balik kan lembaran memo kecil yang menjadi kenangan saat mereka melakukan pertemuan kencan buta di tangan nya.
"Ini S bukan Z, aku fikir aku belum buta huruf"
Gumam nya pelan.
"Sahir, Zahir, Sahir, Zahir? bukankah aneh kamu membuat lambat Z seperti huruf S?"
Rasa ingin tahu yang tinggi terus bergelayut di fikiran Elvitania.
Sebenarnya dia tidak menyangka bos di kantor nya mengajak nya berkencan, mengirim memo kecil dan meminta bertemu di sebuah restoran.
Dua kali dan itu terasa begitu aneh.
Tapi lucunya mereka pernah saling bicara sebelum berkencan di telpon, tapi tidak tahu kenapa yang Elvitania rasakan Antara di telpon dan bicara secara nyata dengan laki-laki itu suara nya cukup jauh berbeda.
"Sayang, bisakah kita tidak membahas soal lambang nya lagi? sekarang kemarilah, ada sesuatu yang ingin aku berikan pada mu"
__ADS_1
Elvitania masih memperhatikan baik-baik lambang dalam memo di tangan nya.
SR? Sahir?.
Bukankah seharusnya ZR, Zahir?!.
SR, Sherkan?!.
Sejenak Elvitania menggeleng-gelengkan kepalanya, dia fikir bagaimana bisa memikirkan laki-laki yang pernah dia temui di gedung Hillatop company itu.
Tapi bukankah laki-laki itu pernah mengajak nya berkencan tempo hari?!.
Ahhh aku pasti sudah gila karena memikirkan laki-laki itu.
Dia kemudian menghela pelan nafasnya.
"Sayang?"
"Ya?"
"Kemarilah, buang saja catatan itu, kita tidak lagi membutuhkan nya, come berikan tangan mu pada ku"
Begitu Zahir mengulurkan tangannya, Elvitania Secara perlahan menyimpan memo tersebut kedalam tas tangannya.
Elvitania terus bergerak mencari sesuatu didalam sana, dia ingin menangis, benar-benar ingin menangis.
Ada apa sebenarnya di antara semua hal yang terjadi.
Elvitania terus menjelajahi seluruh barang-barang nya, mengacak-acak seluruh isi koper, lemari, tas, walk in closed, dan Semua tempat yang menyimpan barang-barang milik nya.
__ADS_1
Dia ingat, semua kenangan nya bersama Zahir terus dia simpan didalam tas miliknya,tapi kenapa dia fikir dia tidak bisa menemukan nya.
Di tangan kirinya dia terus menggenggam erat kertas yang dia temukan di atas meja di ruangan penghubung antara kamar dan ruangan apa yang elvitania tidak tahu tadi.
Dia ingat betul lambang dan tanda tangan itu, Zahir bilang itu lambang nama Zahir, itu cap Zahir, tanda tangan lama nya.
Lalu Elvitania fikir bagaimana bisa ada nama Sherkan dibawah nya?!.
Dia harus memastikan kembali dengan benar, bisa jadi kebetulan sama, bisa jadi tidak sengaja karena mereka bergerak di bidang perusahaan yang sama jadi mereka memiliki lambang nama yang sama.
Seketika Elvitania menghentikan gerakan tangannya saat dia mendapatkan apa yang dia cari sejak tadi.
Dengan tangan gemetaran Elvitania Mencoba menarik kertas yang dia temukan, memo dimasa lalu dari Zahir dan kertas yang baru saja dia temukan tadi.
Begitu dia menyatu kan kertas tersebut, seketika Elvitania terbelalak kaget.
Hahhhh??!!.
Bagaimana bisa?.
*******
Catatan \= Visual tangannya maafkan tidak sama Mak🤧🤧
__ADS_1
Susah banget buat ngedit nya Mak😁😁🥺🥺🤧🤧.