
Elvitania terlihat diam didalam mobil nya untuk beberapa waktu, dia baru saja menepikan mobilnya di area parkiran gedung Azzura company.
Setelah berperang melawan perasaan dan fikiran nya sejak Pagi akhirnya dia berada di depan kantor Azzura, membàwa bekal makan siang sang suami nya.
Bola matanya sejenak menatap lurus ke arah gedung Azzura company, selama 1 tahun lebih menikah ini kali pertama dia datang ke kantor suaminya.
Tidak tahu apakah orang-orang mengenali dirinya atau tidak, bagaimana jika orang-orang tidak tahu dirinya?.
Elvitania fikir bagaimana jika di bagian resepsionis perusahaan meminta agar dia mendapatkan janji temu terlebih dahulu dengan sang suami.
Perempuan itu menghela nafas nya secara perlahan, dia menatap handphone yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu.
Bahkan dia tidak memiliki nomor telepon suami nya sendiri, bukan kah itu sangat lucu sekali?!.
Bagaimana bisa pasangan suami istri tidak memiliki nomor panggilan nya, bahkan Elvitania tidak pernah menghubungi Sherkan sebelumnya.
Tidak heran jika perempuan akan berfikir Sherkan belum menikah.
Mereka bahkan tidak pernah terlihat tampil berdua.
Tiap kali Sherkan mengajak nya dulu, Elvitania tidak pernah mau untuk ikut dengan laki-laki itu, bahkan tiap kali ada kegiatan di perusahaan dia tidak pernah mau ikut berpartisipasi.
Desas-desus pernah berhembusan soal hubungan mereka, beberapa sumber berkata mungkin pernikahan mereka tidak akan bertahan lama.
Bahkan beberapa sumber lainnya berkata, ada banyak perempuan mulai melirik suaminya di luaran sana.
Mereka berkata pernikahan laki-laki itu berada di ambang kehancuran.
Awalnya mungkin Elvitania benar berharap pernikahan mereka hancur, dia menunggu laki-laki itu menceraikan nya, realita nya Sherkan bertahan begitu lama, menghadapi dirinya dengan jutaan kesabaran nya.
Tidak mengeluh atau sekalipun membentak dirinya, menunggu dengan sabar dia mengingat satu persatu soal masa lalu mereka bersama.
Membiarkan dirinya mencari tahu sendiri kenyataan Secara perlahan.
Bertahan meskipun Elvitania tidak sekalipun pernah membalas ucapannya.
Dia baru tahu sesabar itu Sherkan menghadap nya.
Dan kegelisahan nya belakangan ini soal Perempuan yang menjadi asisten pribadi Sherkan.
__ADS_1
Merlin!.
Kehadiran perempuan itu membuat cemas dirinya.
Selain dia memang perlahan mengingat persoalan masa lalu, tapi perempuan itu membuat dia was-was jika terus berada di dekat Sherkan.
Apalagi saat Hairam berkata jika Merlin adalah mantan tunangan Sherkan, dia fikir mungkin kah masih ada benih-benih cinta di antara mereka?!.
Sejenak Elvitania meremas perlahan telapak tangan nya, dia kembali menghela pelan nafasnya.
Perempuan itu meraih susunan rantang makan siang yang telah dia susun di dalam paper bag 🛍️ dihadapan nya itu, kemudian dia secara perlahan keluar dari dalam mobil nya.
Elvitania mulai melangkah dengan sedikit ragu-ragu menuju ke dalam perusahaan Azzura tersebut.
Begitu dia masuk kedalam, seorang security menyambut nya dengan ramah, bertanya apakah ada yang bisa dia bantu.
Elvitania berkata dia perlu bertemu dengan Sherkan, tidak memiliki alasan khusus yang lainnya untuk bisa dia jelaskan.
Sejenak sang security terlihat bingung, pada akhirnya meminta pada bagian resepsionis untuk menghubungi langsung ke ruangan atasan mereka.
Cukup lama tapi jawaban nya cukup tidak memuaskan.
Seketika Elvitania diam, perempuan itu meremas pelan paper bag 🛍️ yang di bawa nya.
"Anda bisa menunggu di atas, di ruang tunggu Nona"
Pada akhirnya seorang perempuan mengantar Elvitania menuju ke lantai atas, mempersilahkan Elvitania untuk menunggu di ruang tunggu khusus.
Cukup lama waktu berlalu hingga Elvitania fikir mungkin sebaiknya dia pergi saja.
Perempuan itu pada akhirnya memilih melangkah pergi dari ruangan tersebut, memilih untuk pulang ke rumah.
Tapi sejenak tidak sengaja dia menangkap satu pemandangan yang membuat bola mata nya berkaca-kaca.
Elvitania jelas menghentikan langkah kakinya.
Di sebuah ruangan yang pintu nya sedikit terbuka, terlihat Sherkan mengembangkan senyuman nya, sebuah suara yang tidak asing terdengar didalam sana.
"Oh come berikan aku satu pelukan"
__ADS_1
Itu adalah suara Merlin.
Bisa dia lihat Perempuan itu tiba-tiba masuk kedalam pelukan Sherkan sambil tertawa bahagia.
Bisa dia lihat suaminya terlihat ikut tersenyum bahagia.
"Apa undangan nya sudah oke?"
Merlin kembali bertanya sambil melepaskan pelukan.
"Aku suka desainnya"
"Ingat tiket bulan madu dan cuti panjang nya"
Tidak tahu apa yang ada di fikiran Elvitania saat ini, tapi dia sudah berfikiran yang tidak-tidak.
Seketika dia melepas paper bag 🛍️ di tangannya, seiring terdengar suara paper bag yang menghantam keras ke lantai, Sherkan dan Merlin terlihat menoleh ke luar.
Bola mata laki-laki itu seketika membulat saat sadar Elvitania menatap nanar ke arah dirinya.
Oh shi..t.
Sherkan jelas mengumpat.
"Sayang...?!"
Sherkan berusaha mengejar langkah.
Elvitania jelas pergi dengan tergesa-gesa.
Dia fikir sesuatu yang salah telah di lihat Elvitania.
Perempuan itu pasti berfikir yang tidak-tidak, padahal disana juga ada Rick sahabat nya yang sibuk memperhatikan desain undangan pernikahan Rich sendiri dan Merlin.
Pelukan itu diminta Merlin sebagai pelukan ucapan selamat atas pernikahan nya yang akan dilangsungkan bulan depan.
"Elv"
Laki-laki itu berlarian cepat mencoba mengejar langkah istri nya.
__ADS_1