
"Aku pikir kamu terlihat mencemaskannya belakangan ini"
Kanina yang melihatnya tampak mengingat Alessia dengan mengeluarkan kata dimana nada nya terdengar mencemaskan gadis tersebut membuat perempuan tersebut langsung bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"aku sama sekali tidak mencemaskan nya, hanya berpikir kenapa dia belum kembali sejak tadi"
laki-laki itu menjawab dengan sedikit berkilah, tentu saja dia tidak mau dikatakan jika dia mencemaskan Alessia, terlalu gengsi untuk dirinya mengakui hal tersebut, dia jelas saja tidak mau kehilangan harga dirinya hanya karena Alessia dihadapan Kanina.
mendengar jawaban laki-laki tersebut membuat kanina tampak mengulumkan senyumannya.
"aku tidak tahu saya seserius apa atau seburuk apa hubungan kalian Yash, hanya saja jangan terlalu keras kepala dan juga jangan terlalu buruk memperlakukan dirinya, Alessia masih terlalu muda, hati nya tidak setegar kami dalam menahan segala gejolak karena perjalanan hidup yang tidak biasa"
perempuan itu bicara dengan cepat sembari melirik ke adik laki-lakinya itu, dia tahu bagaimana watak Yash, dan dia tahu bagaimana hubungan kedua orang tersebut selama ini.
satu-satunya orang yang mengetahui hubungan kedua orang tersebut hanya Kanina, meskipun tidak menceritakannya dengan detail pada perempuan itu, tapi sedikit banyak ia selalu berkata Alessia tidak akan pernah mampu menggantikan Hana. Dia selalu berkata dia tidak pernah mencintai gadis tersebut mulai dari sebelum pernikahan mereka hingga hari ini.
__ADS_1
"jangan terlalu keras juga pada hatimu Yash, terkadang seorang perempuan ketika dia lelah berpikir ingin mengakhiri semua nya, menunggu merupakan pekerjaan paling sulit dan jenuh, perempuan seperti kami pada akhirnya memiliki satu titik jenuh dan lelah dalam menunggu,hingga pada akhirnya orang-orang seperti kami tidak sungkan memilih untuk menyerah ketika batasan kesabaran tersebut telah menghilang dari cinta berakhir menjadi benci yang mendalam"
ucap perempuan di hadapan Yash itu panjang lebar, dia berada dalam bola mata adik laki-lakinya, membiarkan Yash berpikir tentang ucapannya tersebut.
"Kalian sudah cukup lama bersama, jangan terlalu keras dengan hati, pada akhirnya yang telah pergi tidak akan pernah lagi kembali, jangan terlalu keras kepala Yash, jika penyesalan datang di awal maka semua pasangan tidak mungkin memilih untuk bercerai"
Dan Kanina pada akhirnya menghentikan ucapannya, menelisik bola mata adik nya tersebut untuk beberapa waktu, membuat Yash seketika kehilangan kata-kata nya, laki-laki tersebut hanya bisa menelan saliva nya.
"Madhuri dalam perjalanan kemari, pergi cari Alessia, aku akan menyelesaikan semuanya dengan Ehran"
Pada akhirnya saat perempuan tersebut membalikkan tubuhnya, Yash hanya mampu menatap punggung kakak perempuan nya tersebut untuk beberapa waktu, laki-laki itu hanya mampu menarik nafasnya sejenak kemudian Yash secara perlahan membalikkan tubuhnya, entahlah dia merasa sedikit gelisah.
Yash terlihat bergerak dengan perlahan keluar dari ruangan tersebut, hingga akhirnya dia memilih mencari Alessia, tidak tahu kenapa tapi dia merasa sedikit cemas terhadap gadis tersebut, seolah-olah ada kegelisahan tersendiri di dalam hatinya saat ini tentang Alessia.
begitu keluar dari kamar tuan Khadafi, bola matanya mencari sosok Alessia di sepanjang luar ruangan tersebut dan dia sama sekali tidak mendapati Alessia di sana.
__ADS_1
pada akhirnya laki-laki tersebut mencoba untuk mengingat kemana gadis itu pergi.
Toilet.
Laki-laki tersebut Ingin Alessia berkata harus pergi ke belakang, dengan langkah tergesa-gesa dia mencoba melangkah ke sana, mencari sang istri nya dalam balutan kekhawatiran yang mendalam.
Tapi begitu tiba di persimpangan menuju ke arah belakang, tiba-tiba saja bola mata Yash menatap satu pemandangan yang membuat ekspresi wajah nya seketika memerah, entah kenapa kemarahan tiba-tiba Menghantam dirinya.
Dia melihat Alessia bersama Kallan putra nya, Yash masih berusaha untuk melangkah namun di detik berikutnya dia kembali menghentikan gerakan kakinya saat dia melihat kedua orang tersebut saling berpelukan antara satu dengan yang lainnya.
Yash seketika mengeratkan rahangnya, dia menggenggam erat telapak tangan nya, dan kemarahan menyelimuti dirinya.
Berani-beraninya kalian bermain dibelakang ku, sialan.
Laki-laki tersebut mengumpat penuh kemarahan didalam hati nya.
__ADS_1