Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 32 Y & A


__ADS_3

"Izinkan aku bicara dengan tuan scoot 4 mata, aku akan menyelesaikan semuanya, jika aku tidak mendapatkan kembali kerjasama nya, maka kamu bisa mengusir ku dari kediaman Khalid malam ini juga."


Apa yang di ucapkan oleh Alessia tadi membuat Yash diam, dia menatap bola mata gadis tersebut untuk waktu cukup lama, seolah-olah kehilangan kata-katanya Yash pada akhirnya lebih memilih diam tanpa banyak bicara, membiarkan Alessia bicara pada laki-laki tersebut di ujung sana seorang diri.


Kini bola mata Yash menatap pemandangan dimana kedua orang tersebut terlihat bicara begitu serius, dimana ruangan yang digunakan Alessia dan tuan scoot tersekat dengan kaca transparan yang bisa Yash lihat apa saja yang kedua orang tersebut lakukan namun sayangnya tidak bisa Yash dengar sama sekali percakapan di antara mereka.


Laki-laki tersebut terlihat sedikit khawatir dengan apa yang dia lihat saat ini, dia mencoba untuk menebak-nebak apa sebenarnya yang diucapkan dan dibicarakan oleh Alessia dengan tuan scoot saat ini, dia tahu selama hampir 2 tahun mereka menikah Alicia selalu bisa mengatasi banyak persoalan dan sangat bisa diandalkan, namun sejauh ini Yash tidak pernah mengandalkan Alicia dalam menyelesaikan urusan bersama seorang investor mereka atau klien mereka yang merupakan seorang laki-laki.


Baginya dan biasanya dialah yang menyelesaikan semuanya, namun karena kasus Kali ini cukup berbeda dan sangat rumit dari biasanya, Yash pada akhirnya sama sekali tidak bisa membujuk tuan scoot untuk berkata lanjut pada proyek kerjasama mereka, jika bukan karena ulah Diana semua tidak akan mungkin seperti hari ini, hal ini terasa sangat kacau bagi dirinya. Yash pikir apa yang sebenarnya ada di dalam kepala Diana, bisa-bisanya perempuan tersebut membuat kekacauan yang beresiko besar untuk perusahaannya.


Entah berapa lama waktu berlalu dia tidak tahu yang jelas Yash terlihat begitu gusar menunggu di luar sana, bola matanya tidak berhenti menatap ke arah ujung sana sembari dia menari sebatang rokok dan mulai menyulurkan api melalui pamatik di rokok tersebut.


Meskipun dia mencoba meyakinkan hati untuk bersikap tenang namun realitanya dia sama sekali tidak bisa bersikap senang apa yang dia inginkan, baginya pembicaraan antar laki-laki dan perempuan terasa sangat aneh meskipun itu adalah soal urusan bisnis, dua orang asing berada dalam satu ruangan apalagi yang satu adalah suami orang dari satu adalah istri orang sangat tidak dianjurkan di dalam hidup Yash, meskipun tidak dia pungkiri bola matanya bisa melihat secara langsung apa yang mereka lakukan, tapi tetap saja kegelisahan besar menghantam dirinya, pemikiran demi pemikiran terus menghantui dirinya seolah-olah berkata apa sebenarnya yang tengah mereka bicarakan.


Mengingat Alessia bukan tipe perempuan yang suka mengumbar soal kehidupan rumah tangga mereka, Yash pikir Alessia tidak mungkin bercerita dengan detail soal kehidupan pribadi mereka berdua selama ini, perempuan itu tidak mungkin bercerita dengan sebenar-benarnya dan secara gamblang soal pernikahan kontrak yang mereka lakukan.


Dia tahu lisan Alessia  sangat terjaga dengan baik sehingga sejauh ini, jangankan untuk mengumbarnya kepada orang lain, Alessia saja tidak pernah berbicara dengan orang kepercayaannya, pelayan kepercayaannya atau dengan sahabat dekat perempuan tersebut, ya orang-orang tahu mereka benar-benar sepasang suami istri yang memiliki kehidupan begitu tentram dan romantis.


Perempuan itu selalu menjaga martabatnya dengan baik, tidak pernah mempermalukan dirinya atau mengumbar kelakuan buruknya selama ini terhadap Alessia meskipun hanya seujung kuku atau sebutir pasir.


Yash terlihat menghisap rokoknya untuk beberapa waktu, dia mencoba menarik nafasnya dengan berat dan panjang sembari bola matanya terus menatap ke arah depan, tidak dia pedulikan lagi makanan yang ada di hadapannya saat ini, yang jelas telah mendingin dan untuk disantap tidak akan terasa lezat kembali seperti saat awal makanan itu dihidangkan di atas meja, dia cukup kehilangan selera makannya karena berbagai macam perasaan dan juga pemikiran yang berkacamak menjadi satu di dalam hatinya.

__ADS_1


Hingga akhirnya seketika dia langsung berdiri dari posisi duduknya saat dia melihat Alessia dan tuan scoot mulai berdiri dari posisi duduk mereka kemudian saling menundukkan kepala mereka untuk beberapa waktu, selang beberapa detik kedua orang tersebut memilih keluar dari ruangan itu dan berjalan mendekati di mana posisinya yang telah memilih berdiri saat ini.


Dia terus menatap kedua orang tersebut sembari mencoba mengepalkan tangannya di belakang, bola matanya tidak bisa lepas dari ekspresi Alessia dan juga tuan scoot.


Laki-laki berusia paruh baya lebih tersebut bicara dengan cepat sembari mengembangkan senyumannya, dia kemudian mengeluarkan tangannya dan memilih bersalaman dengan Yash.


"Aku tidak akan membatalkan proyek kerjasama kita"


Ucap laki-laki itu lagi sembari mendapat bola mata Yash.


"Maafkan aku karena menyimpan banyak kesalahpahaman di antara pernikahan kalian, aku harap pernikahan kalian langgeng hingga akhir"


"Aku paling benci pada perceraian, pastikan tidak pernah ada perceraian di dalam kehidupan pernikahan kalian dalam seumur hidup meskipun keadaan tidak baik-baik saja atau bahkan pernikahan kalian tidak benar-benar direstui oleh orang-orang di sekitar"


"Aku cukup terkejut ada yang ingin menghancurkan pernikahan kalian  tuan Yash"


Laki-laki tersebut bicara sambil menghela nafas nya.


Yash seketika tercekat mendengar kata perceraian.


"Selama tidak ada perceraian, 2 tahun proyek kerjasama kita tetap akan berjalan dengan baik, dan aku harap Alessia tidak sedang membohongi ku soal hubungan kalian, sedikit saja terdapat kebohongan hingga berita perceraian merebak, aku pastikan akan mencabut kembali proyek nya dan menuntut ganti rugi didalam perusahaan kalian, tuan Yash"

__ADS_1


Dan bayangkan bagaimana ekspresi Yash saat ini, kata 2 tahun proyek akan berjalan membuat dirinya seketika terdiam, ditengah diam nya tuan scoot kemudian membiarkan diri mereka untuk saling merangkul beberapa waktu hingga akhirnya laki-laki tersebut berbisik ke arah Yash.


"Kau memiliki istri yang sangat sempurna, tidak heran Hana memilih dia menjadi pengganti dirinya"


Setelah berkata seperti itu tuan scoot langsung melepaskan rangkulan mereka dia kemudian memilih berpamitan dan melesat keluar lebih dulu.


Yash yang mendengar ucapan tuan scoot mengerutkan keningnya, cukup tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut.


Istri tuan scoot merupakan teman dekat dari Hana, karena itu sangat tidak heran jika laki-laki itu mengenal istrinya dengan baik apalagi Hana terkenal sangat hambal dan pandai bergaul dengan siapapun di masa hidupnya, karena itu dia bisa mendapatkan banyak proyek dari sang almarhum istrinya dimasa lalu, oleh sebab itu perusahaannya bisa berkembang dengan cepat.


Tapi mendengar ucapan tuan scoot soal Alessia di mana laki-laki tersebut berkata jika Hana memilih gadis yang tepat untuk menggantikan dirinya jelas membuat Yash sedikit bingung dan terus mengerutkan keningnya, bola mata laki-laki tersebut menatap punggung tuan scoot yang kini telah melangkah menjauhi mereka berdua dan memilih bergerak ke sisi kanan menuju ke arah area parkiran.


Setelah memastikan tuan scoot menghilang dari hadapan mereka, laki-laki tersebut langsung menoleh ke arah Alessia, bisa dilihat perempuan itu masih menatap sisa bayangan tuan scoot yang telah menghilang dari hadapan mereka.


Gadis itu sama sekali tidak menatap balik ke arah Yash, dia kemudian berkata.


"Aku menuntaskan tugas ku Yash, menarik kembali tuan scoot agar tidak merugikan perusahaan, soal perceraian kamu bisa mengatur nya sesuai keinginan mu, kamu bisa menggugat ku secara diam-diam tanpa harus ketahuan oleh tuan scoot dan yang lainnya"


Ucap Alessia kemudian.


Yash terlihat diam mematung untuk beberapa waktu, menatap wajah Alessia dalam diam tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2