
Uni Emirate Arab
Hotel xxxxxxx
DUBAI
07.30 AM
Setelah menyelesaikan sesi mandi Sherkan langsung melesat keluar dari dalam kamar mandi, mengganti posisi bergantian pada Elvitania yang bergegas masuk ke kamar mandi setelah dirinya.
Perempuan itu masih terlihat kikuk setiap kali menatap Sherkan selesai mandi hanya menggunakan handuk nya.
Dengan perasaan serba salah Elvitania langsung menutup pintu kamar mandi nya.
Sherkan terlihat mengulum kan senyuman nya, dia berjalan mendekati kasur Mereka dan mendapatkan pakaian nya telah di siapkan dengan baik oleh Elvitania.
Dulu dia tidak akan mendapatkan hal itu selama pernikahan mereka, sekarang dia mendapat kan nya dengan cara yang begitu Manis.
Sherkan buru-buru mengganti pakaian nya, melirik ke arah jam dinding untuk beberapa waktu, memastikan dia tidak terlambat untuk pergi menemui rekan bisnis nya.
Sang asisten yang merangkap menjadi sekretaris nya telah menunggu sejak tadi, bahkan saat ini telpon mereka telah terhubung antara satu dengan yang lainnya.
"Ada apa?"
Sherkan bertanya sambil merapikan kameja putih milik nya, mereka bicara melalui earphone milik nya.
"Aku fikir paman dan bibi ke dua Azzura juga berada di Dubai"
__ADS_1
Ucap sang laki-laki diseberang itu tiba-tiba.
Sejenak Sherkan menghentikan kegiatan nya memasang kancing tangan kameja nya.
"Apa?"
Dia mengerutkan keningnya.
"Mereka bilang suami bibi kedua mencoba menemui seseorang disini"
Sherkan kembali memasang kancing tangan kameja nya, dia terlihat mulai meraih jas Milik nya.
"Apakah kamu sudah mengumpulkan semua laporan keuangan beberapa tahun terakhir seperti yang aku minta kemarin?"
Tanya Sherkan cepat.
Mendengar ucapan laki-laki itu Sherkan terlihat diam untuk beberapa waktu.
"Cari cara untuk mendapatkan salinan nya, aku ingin tahu sebanyak apa mereka bermain dibelakang ku"
Setelah berkata begitu Sherkan langsung menggunakan jas nya secara perlahan.
"Dan..."
Terdengar suara disana terlihat ragu-ragu.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Kejadian di masa SMA soal nona Elvitania Dan putri bungsu bibi kedua saat itu semua di atur oleh bibi kedua sendiri"
Kali ini Sherkan benar-benar menghentikan gerakan tangannya.
"Saat itu nona Elvitania tidak punya cara untuk menolak nya, karena bibi kedua menekan nya dengan keselamatan ayah nya dan kehidupan kembaran nya Britania"
Mendengar ucapan sang asisten seketika Sherkan mengeratkan rahangnya, bisa dilihat gigi nya saling beradu antara satu dengan yang lainnya.
"Karena itu bibi kedua takut jika nona Elvitania masuk kedalam Keluarga Azzurra sejak awal, dia fikir ketika nona Elvitania membuka mulutnya, dia takut seluruh keluarga nya akan anda depak dari Azzura company"
Sherkan tampak meletakkan kedua tangannya kedepan lemari hias yang ada dihadapan nya, dia masih mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu.
"Kala itu nona Elvitania mengaku jika dia lah yang ada di kejadian perkara, dia mengaku dialah yang melakukan nya"
"Karena kejadian itu nona Elvitania kehilangan banyak hak, beasiswa dan di keluarkan dari sekolah nya bahkan juga di kucilkan serta hampir beberapa kali nyaris dilecehkan oleh teman-temannya, kehidupan nya begitu sulit karena bibi kedua saat itu"
"Tapi satu keluarga mengambil nya dan memindahkan nya ke kota yang berbeda, karena itu nona Elvitania bisa menyelesaikan pendidikan nya dengan sangat baik, dia bahkan bisa masuk ke Hillatop company berkat keluarga tersebut"
"Laki-laki yang menemui nona Elvitania beberapa waktu yang lalu adalah putra dari keluarga yang menyelamatkan dirinya"
"Gosip nya masih begitu kacau, entah Siapa yang membuat berita lebih dulu, kabar nya mereka pernah berpacaran dan akan menikah di masa lalu"
"Apa?"
Sherkan jelas membulat kan bola matanya.
"Tapi itu belum diketahui sumber pasti nya, tuan"
__ADS_1
lanjut laki-laki itu lagi.