Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Gelagapan


__ADS_3

Ditengah kejadian yang membuat panik kedua orang tersebut, seketika Hasna bangun dari tidur nya, karena gadis kecil itu menggunakan headphone unicorn hingga hanya mendengar kan samar-samar suara teriakan.


Begitu dia bangun untuk beberapa waktu, gadis kecil itu lantas mencoba memejamkan bola matanya dan kembali terlelap.


Sedang kan dari arah pintu depan terdengar suara ketukan, samar-samar mereka mendengar suara Sherkan diluar sana.


Oh god.


Rubi jelas semakin panik, selain dia malu dan takut keadaannya dilihat oleh kak Sherkan nya dan kak Elvitania nya, dia saat ini merasa tidak bisa bergerak karena jatuh dengan posisi tidak menguntungkan.


punggungnya terasa begitu sakit karena dia terjatuh menghempas lantai secara tiba-tiba setelah Arch melepaskan pegangannya dan juga pelukannya.


bisa dilihat laki-laki itu bergerak ingin kedepan jelas saja Rubi langsung histeris.


"Arch.... are you crazy?"


Pekik Rubi panik.


Arch jelas langsung menghentikan langkah kakinya.


"aku tidak bisa bangun, punggungku terasa begitu sakit Arch"


keluh Ruby cepat.


"Apa?"


laki-laki itu buru-buru ingin menoleh.


"Yakkkkk hentikan gerakan kepala dan tubuh mu"


gadis itu mencoba berteriak dengan cara ditahan, dia fikir gila saja kalau dia berteriak dengan sekuat tenaganya.


Kak Sherkan dan kak Elvitania nya mungkin bisa mendengar suara nya.


mana dia tahu kelas hotel di tempat seperti ini apakah kamarnya kedap suara atau tidak, jika tidak kedap suara maka matilah mereka.


"kau ingin membukakan pintu dalam keadaan ku yang seperti ini? apa kata kak Sherkan dan kak Elvitania?"


Dia jelas bicara panik, mencoba meraih handuk yang ada di ujung kakinya tapi gagal.

__ADS_1


Punggungnya benar-benar terasa mati rasa.


"Cepat gunakan pakaian mu"


Memangnya apa lagi yang bisa diucapkan Arch kecuali itu.


"aku tidak bisa bergerak punggungku seperti mati rasa, kelamaan di pesawat sejak kemarin dan sekarang kamu membuat punggungku terhempas dengan lantai dengan begitu keras, kenapa kamu tega sekal?!"


Rengek Rubi.


Arch fikir ini benar-benar celaka sedangkan di depan pintu terus diketuk.


Laki-laki itu terlihat Bingung harus bergerak kemana.


"jangan berbalik berikan handuk itu kepadaku, setelah aku menggunakan handuknya angkat aku menuju ke kamar mandi dan carikan pakaian untukku"


Perintah Rubi.


"Apa?"


"apa kamu masih harus berpikir dalam keadaan seperti ini? Arch cepat lakukan"


dengan kondisi bingung Dan panik laki-laki itu mencoba mundur kebelakang.


ucap Rubi cepat.


Arch pada akhirnya menurut, laki-laki itu langsung mundur 2 langkah sesuai perintah mencoba sedikit duduk dan meraba-raba handuk yang ada di bawah kakinya.


kemudian laki-laki itu langsung memberikannya kepada Rubi.


gadis itu buru-buru mencoba menutupi tubuh bagian depannya.


"Angkat aku menuju ke kamar mandi"


Perintah Rubi lagi.


Lagi-lagi Arch patuh, kali ini dia mencoba membalikkan tubuhnya, menatap tubuh Rubi yang telah ditutupi Handuk.


"angkat lah, jangan berfikir yang tidak-tidak, Arch kakak mengetuk pintu sekali lagi"

__ADS_1


Rubi bicara tetap dengan nada di tahan.


"Ah... baiklah"


Buru-buru Arch meraih tubuh Rubi, rasanya begitu aneh saat dia menyentuh kulit punggung gadis itu, kulit menyentuh kulit, seolah-olah ada sesuatu yang berdesir didalam dirinya.


Seakan-akan ada aliran listrik yang menarik dan membuat dia sedikit kehilangan kendali atas dirinya.


Come arch, apa kamu fikirkan?!.


Laki-laki itu mencoba menahan nafasnya, apalagi saat dia mencium aroma wangi lembut dibalik tubuh halus dan rambut Rubi yang masih basah tersebut.


begitu masuk ke kamar mandi secara perlahan Arch meletakkan tubuh Rubi ke atas kloset 🚽 duduk.


"Masih sakit?"


Dengan sedikit khawatir Arch bertanya pelan.


Alih-alih menjawab, Rubi berkata.


"Carikan lah pakaian ku Arch, setelah itu bukanlah pintu nya, berdalih lah agar tidak ada pikiran yang tidak-tidak terjadi pada kakak"


Mendengar ucapan Rubi seketika Arch mengangguk kan kepalanya.


laki-laki itu buru-buru keluar dan mencari koper Rubi, dia mencoba membuka dan mencari pakaian gadis tersebut.


Saat dia mendapatkan sebuah gaun tidur dan...


Oh shi..t.


Sebuah bra yang.... seketika laki-laki itu menelan salivanya.


Ini gila.


Dia buru-buru menggelengkan kepalanya.


Secepat kilat laki-laki itu menutup koper milik Rubi, pergi kekamar mandi dan menyerahkan pakaian serta pakai da..lam yang dia dapatkan dengar cepat.


Kemudian laki-laki itu langsung buru-buru mengacak-acak penampilan nya, lantas langsung berjalan terburu-buru menuju ke arah pintu depan.

__ADS_1


Ampunilah hamba mu ya Allah atas apa yang aku lihat hari ini.


Batin laki-laki itu dengan wajah memerah.


__ADS_2