Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Latihan kerjasama tim


__ADS_3

Pada akhirnya Rubi mau tidak membawa Hasna naik ke atas kasur, membiarkan Arch ikut naik bersama mereka.


Suka tidak suka yah dia harus suka.


Rubi Fikir bayangkan bagaimana ekspresi sang Papa nya saat tahu dia membiarkan Arch tidur di lantai.


Sejenak Rubi melirik ke arah Arch, laki-laki itu terlihat diam sambil berusaha untuk mengajak Hasna bicara.


Aihhhhhh.


Keluh Rubi pelan.


Dia fikir kenapa dia bisa menikah dengan laki-laki dihadapan nya itu.


Tidak pernah terbayangkan dikepalanya sebelum nya jika dia akan menjadi istri Arch.


Padahal sejak awal bertemu dia benar-benar tidak suka dengan laki-laki itu.


"Tidak bisakah kamu berhenti menemui kak Elvitania?"


Pekik Rubi kesal kala itu.


Arch yang tidak paham dengan kekesalan Rubi hanya bisa mengerut kan keningnya.


"Apakah itu salah? aku menemui adik ku sendiri"


Protes laki-laki itu sambil terus mengerut kan keningnya.


"Bagaimana bisa di bilang adik? bukan kah kalian bukan saudara kandung? bahkan ada yang berkata kamu pernah melamar kakak ipar ku"


Dia jelas protes berat dengan ucapan Arch.


"Didunia sekarang ini bukan hanya Perempuan yang jadi tersangka karena merusak hubungan rumah tangga orang lain, tapi laki-laki juga banyak melakukan nya"


Mendengar ucapan Rubi, Arch jelas menggelengkan kepalanya sambil mencoba menahan tawa nya.


"Aku fikir kamu kebanyakan nonton sinetron"


Ucap nya sambil meletakkan jari telunjuknya ke kening Rubi.


"Apaan sih"


Rubi langsung menepis kesal tangan Arch.


"Jadi kamu memusuhi aku karena persoalan ini?"

__ADS_1


Tanya Arch sambil menelisik bola mata gadis Tersebut.


"Aku... tidak memusuhi kamu"


Yah tidak dibilang musuh juga,kalau musuh kan pasti saling hantam?!.


Batin Rubi pelan.


"Berhentilah berfikir yang aneh-aneh, aku ini tidak tertarik pada istri orang apalagi dia itu adik ku sendiri"


Dan pada akhirnya disinilah dirinya, bukan Arch datang untuk mengacaukan hubungan kak Elvitania dan kak Sherkan nya, tapi laki-laki itu malah menikah dengan nya dan menjadi suaminya.


Sisa isakan tangis Rubi masih terdengar gadis kecil itu masuk ke dalam pelukannya kemudian dia minta Arch yang menggaruk belakang nya.


"Untie.."


Bola mata gadis kecil itu terlihat mulai sayup-sayup terpejam.


"Hmmm?"


Rubi yang pada akhirnya memeluk gadis kecil itu dengan lembut, membiarkan Arch yang terus mengusap-usap punggung Rubi bertanya begitu pelan.


"Tidak boleh berbohong kepada ku"


ucap Rubi pelan.


Meskipun sudah mau terlelap, Hasna masih pandai mengingat kan dirinya.


"Untie tidak akan melakukan nya, Hasna"


Jawab Rubi cepat.


"Benar?"


"Iya"


"Janji?"


"Janji sayang"


Seulas senyuman mengembang di balik bibir Hasna.


Kemudian secara perlahan gadis kecil itu benar-benar mulai terlelap kedalam tidur nya.


"Beratkah?"

__ADS_1


Arch bertanya sambil berbisik.


Rubi mengangguk pelan, membiarkan laki-laki itu mencoba mengangkat Rubi tapi realita nya gadis kecil itu malah kembali terisak lembut.


"No .. dia menangis kembali"


Bisik Rubi pelan, meminta Arch menghentikan gerakan tangannya.


Laki-laki itu menurut.


"Dia benar-benar marah dan kecewa"


Sebaris kata yang dilontarkan laki-laki itu membuat Rubi diam.


Arch kini mencoba membenahi bantal Rubi, dia menaikkan bantal itu ke punggung ranjang kemudian menyentuh lembut bahu dan punggung Rubi.


"Bersandar lah"


"Tapi"


"Semua tubuh mu akan pegal semua jika terus dalam posisi duduk seperti itu"


"Aku sulit bergerak"


"Rilex kan tubuh kamu, aku yang akan menggeser posisi nya"


Pada akhirnya Rubi terlihat diam dan pasrah. membiarkan Arch untuk menggeser posisi nya dan menyandarkan tubuhnya ke arah bantal yang telah di buat senyaman mungkin.


"Mau bergantian melakukan nya?"


Seketika ada gurat khawatir yang terlihat dibalik bola mata Arch.


Rubi terlihat diam sejenak.


"Anggap saja ini latihan kerjasama tim dalam mengasuh anak"


"Ya?"


Rubi mengerut kening nya.


"Lupakan saja, maksud ku jika lelah kita bisa melakukan nya bergantian"


Meskipun tidak paham dengan maksud ucapan Arch yang di awal, Rubi pada akhirnya menjawab.


"Aku akan bilang jika lelah"

__ADS_1


seulas senyuman mengembang kembali di balik wajah Arch.


"Itu bagus"


__ADS_2