
Elvitania mempersilahkan laki-laki tua itu masuk, sedangkan dia mencoba berjalan menuju ke arah nakas, meletakkan paper bag yang ada di tangan nya di sana.
Dengan gerakan perlahan karena takut ketahuan Elvitania mencoba untuk meraih sesuatu didalam laci nakas di hadapannya itu, dia pura-pura menjatuhkan paper bag nya dan menyelipkan satu benda tersebut tepat di kaki Kursi.
"Aku fikir paman mencari di waktu yang salah untuk bertemu dengan suami ku"
Ucap Elvitania pelan, dia berusaha untuk duduk di salah satu kursi.
Alih-alih menjawab, Suami bibi ke dua nya lebih suka berkata.
"Dimana Saima"
Bukan kah pertanyaan nya begitu mencurigakan?!.
Kenapa tiba-tiba bertanya soal bibi Saimah?!.
Orang busuk jelas suka mencari celah untuk bisa masuk dan menghancurkan kehidupan orang lain, jika dia tahu bibi Saimah tidak ada, tidak Elvitania pungkiri otak gila laki-laki dihadapan nya itu sedang berputar untuk memikirkan sesuatu.
"Apa paman sedang membutuhkan bantuan bibi?"
Tanya Elvitania sambil menaikkan ujung alisnya.
"Sedikit, bisa buatkan kopi untuk paman?"
Permintaan laki-laki itu semakin menambah tingkat kecurigaan Elvitania.
"Bibi akan turun tidak lama lagi, dia sedang membereskan kamar tidur di atas"
Elvitania jelas harus berbohong, berkilat lidah sembari mengulur waktu hingga para penjaga berputar ship dan selesai makan siang.
3 menit waktu yang terasa begitu panjang sekali.
Seharusnya sang security di ujung sana tidak membiarkan laki-laki ini masuk tanpa seizin darinya, dia ingin Berteriak memanggil security tapi takut gelagat nya di curigai.
"Apa hubungan mu dengan Sherkan masih buruk seperti sebelumnya?"
Lagi pertanyaan laki-laki itu terdengar begitu aneh dan mencurigakan, paman ke dua langsung berdiri dari posisi duduknya dan mencoba berjalan mendekati Elvitania.
"Aku fikir hubungan kami baik-baik saja hingga hari ini, sedikit aneh saat paman bertanya apa hubungan ku dan suami ku buruk atau tidak"
Ucap laki-laki itu sambil berusaha terus melangkah.
__ADS_1
Elvitania mencoba untuk menelisik gerakan laki-laki dihadapan nya itu untuk beberapa waktu, dia mengerutkan keningnya saat sang paman kedua terlihat mencoba memutar arah.
"Itu anggaplah sebagai bentuk perhatian seseorang kepada keponakan nya"
Elvitania ingin mendengus mendengar ucapan laki-laki itu.
"Aku dan Sherkan baru menghabiskan liburan di uni Emirate Arab, bahkan bertemu bibi ke dua disana, tidak kah paman tahu bibi kedua menemui aku?"
Elvitania bertanya cepat ke arah laki-laki itu, berusaha untuk terus bersikap setenang mungkin.
"Apa?"
Laki-laki itu mengerutkan keningnya.
"Aku tahu soal liburan kalian, tapi tidak tahu soal sibah menemui kamu"
Ucap nya sambil mencoba berbalik, laki-laki itu mencoba untuk kembali bertanya.
"Kenapa wanita itu menemui kamu? apa dia berniat menyakiti kamu?"
Sedikit bergidik ngeri saat Elvitania merasa laki-laki itu kini berada tepat dibelakang Kursi nya.
"Paman bisa langsung bertanya pada bibi kenapa menemui aku"
"Aku fikir Aku tidak mendengar suara Saimah"
Tanya paman ke dua tiba-tiba, suara dan deru nafasnya semakin mendekat lantas secara perlahan laki-laki itu mencoba menyentuh bahu Elvitania.
Begitu kedua tangan itu mencoba menyentuh bahu Elvitania, Perempuan itu jelas berbalik dan berdiri.
"Aku fikir sangat tidak sopan ketika laki-laki yang hampir sebaya dengan ayah ku menyentuh bahu ku secara Tiba-tiba"
Ucap Elvitania dengan suara sedikit di tekan.
Alih-alih menjawab, laki-laki itu malah terkekeh pelan.
"Kau terlihat begitu tegang, Elvitania"
"Paman bisa kembali kemari setelah suami ku kembali bekerja"
Setelah berkata begitu, Elvitania langsung berusaha berbalik, dia berniat untuk mengusir laki-laki itu dengan cepat tapi siapa sangka Secara spontan laki-laki itu menarik kasar tangan nya, paman ke dua memaksa untuk menyeret tubuh nya ke dalam.
__ADS_1
"Jadi benar Saimah tidak ada?"
Dia berusaha menghempas kan tubuh Elvitania ke atas kursi sofa.
"Aku menunggu waktu ini begitu lama"
Perempuan itu jelas Terkejut.
" Bajingan"
Elvitania jelas panik, berusaha memberontak saat laki-laki itu secara Brutal mencengkram tangan nya, berusaha untuk menarik paksa pakaian nya dan memukul wajah Elvitania.
Seketika Elvitania berusaha untuk berteriak tapi laki-laki itu jelas langsung mencoba membekap mulutnya, Elvitania berusaha memberontak dengan sekuat tenaganya.
No...no...
Dia terus berusaha untuk memberontak dan melarikan diri, pergumulan terjadi ketika Elvitania berhasil lepas tapi laki-laki itu secepat kilat menangkap tubuh nya dan menghantam dirinya ke lantai.
Dimana? dimana penjaga nya? bibi...bibi.. Sherkan.
Begitu tubuh Elvitania terhempas ke lantai, saat paman ke dua mencoba membuka pakaian nya sendiri seketika perempuan itu berusaha meraih sesuatu di ujung kaki kursi dimana dia meletakkan sesuatu di sana tadi.
*******
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu
Lubuklinggau, 12 Maret 2022
07.52 am
Catatan \= Mak author baru sempat kirim paketan giveaway di novel TERJEBAK BIRAHI DUDA GILA kemarin di hari ini, sebab 1 Minggu ini ada acara nikahan sambil kejar-kejaran up cerita Mak🤧🤧🤧🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Maafkan lah Mak 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 padahal janji nya Senin/Selasa tadi kirim nya, no resi bisa kontak inbox yah Mak.
Apalah arti nya author tanpa readers nya
apalah arti nya penulis tanpa pembaca nya dan
apalah arti nya saya tanpa kalian semua
Salam sayang dan cinta
__ADS_1
Love you selangit cakrawala makkkk
Eva Hye Seung 💋💋💋❤️❤️💞💞