
Di sisi lain.
Yash baru saja selesai menghubungi pengacara Esmail, dia menetap ke arah Kanina untuk beberapa waktu, menunggu kakak perempuan nya bicara kepada diri nya.
"sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan saat ini, Kanina?"
laki-laki tersebut bertanya dengan penuh rasa penasaran, dia pikir saudara perempuan yang saat ini seolah-olah menyimpan sesuatu yang tidak dia ketahui sama sekali.
"ada sesuatu yang ingin aku lakukan Yash, aku hanya ingin memastikan soal sesuatu tidak lebih"
perempuan itu bicara dengan cepat menatap ke arah Yash untuk beberapa waktu, kemudian Kanina menatap ke arah tuan Khadafi yang masih berbaring tidak menampilkan sedikitpun pergerakannya di dalam tidurnya.
Laki-laki itu baru saja melewati kembali masa sulitnya, di mana para tim dokter mencoba untuk menarik kembali kesadaran laki-laki tersebut dari masa kritis nya, bayangkan bagaimana paniknya mereka tadi saat tuan Khadafi berada pada masa kritis nya, cukup lama waktu berlalu di mana para tim dokter berusaha untuk menyelamatkan laki-laki tua tersebut.
__ADS_1
tidak ada percakapan atau pertanyaan yang terjadi sama sekali diantara Kanina dan para tim medis, di mana para dokter sibuk untuk melakukan penyelamatan sedangkan Kanina mendesak Yash untuk menghubungi Esmail, pengacara tuan Khadafi.
"aku tidak tahu apa yang sedang kau rencanakan sebenarnya, tapi aku takut ini akan membahayakan nyawa ayah Khadafi, menghubungi pengacaranya dalam keadaan seperti ini jelas tidak baik, itu sama saja kita berharap ayah pergi meninggalkan semua orang dengan cepat"
Yash bicara sedikit protes,dia mencoba untuk memperingatkan kakak perempuannya tersebut, dia tahu keadaan tuan Khadafi tidak baik-baik saja karena itu Yash cukup takut jika hal buruk terjadi pada ayah mertuanya itu.
membicarakan soal surat wasiat pada saat ini jelas saja bukan waktu yang tepat, tidak dipungkiri Madhuri mungkin memang menginginkannya, dan Yash jelas saja tidak rela jika wanita itu mendapatkan bagian daripada Khadafi company, itu benar-benar dirasa tidak masuk akal karena Diana yang akan mendapat kan semua nya menurut Yash, ditambah lagi dia masih berharap menemukan Ishika, sang pewaris yang sebenarnya.
"ini tidak akan membahayakan tuan Khadafi, jangan khawatir soal apapun, Yash"
"Kamu akan melihat nya nanti saat mereka sudah ada di sini"
setelah berkata seperti itu Kanina memilih untuk diam dan tidak melanjutkan ucapannya, dia bergerak duduk di atas kursi yang ada di samping tubuh tuan Khadafi yang berbaring saat ini, tanpa mengeluarkan sedikitpun suaranya wanita tersebut memilih untuk menatap tuan Khadafi dalam beberapa waktu.
__ADS_1
berbagai macam selang jelas menancap di tubuh laki-laki tersebut, di mana semua orang berpikir tidak lama lagi mungkin saja memang tuan Khadafi akan pergi meninggalkan semua orang.
Yash memilih diam dan tidak bicara sama sekali, dia menatap cukup lama wajah Kanina, seolah sedang berusaha untuk menyusun beberapa kata-kata yang ingin dia ucapkan atau dilontarkan kepada Kanina saat ini, tapi laki-laki tersebut sejenak mencoba untuk mengingat dimana keberadaan Alessia.
Dia pikir bukan kah Alessia berkata dia ingin pergi ke toilet? lalu kenapa gadis itu pergi cukup lama dan belum juga kembali ke dalam ruangan rawat inap tuan Khadafi.
"ini agak aneh, aku pikir kenapa Alessia belum juga kembali ke kamar?"
Yash pada akhirnya bicara dan menatap bingung ke arah Kanina.
"aku akan pergi untuk menyusulnya"
ucap laki-laki itu lagi kemudian.
__ADS_1
tidak dipungkiri dia sedikit merasa cemas kenapa gadis itu sama sekali belum kembali.