
Selama mereka berada di gedung pesta pernikahan, Elvitania lebih memilih untuk menghindar dari semua orang bahkan dari Sherkan.
Beberapa kali laki-laki itu mencoba menyusuri gedung besar tersebut untuk mencari sosok Elvitania, dia hanya merasa khawatir jika hal yang buruk terjadi.
Bahkan tidak dipungkiri, begitu Hairam ternyata ada di dalam gedung tersebut ikut hadir ke dalam peta nya itu cukup membuat Sherkan semakin khawatir.
Dia ingin sekali beranjak mencari Elvitania sejak tadi, tapi ada banyak sekali anggota keluarga dari luar yang membuat dirinya sulit bergerak.
Maklum karena mereka memang hanya bisa berkumpul di acara-acara besar keluarga dan saling bercengkrama, diluar itu mereka harus mencocokkan waktu pekerjaan dari masing-masing anggota keluarga untuk bisa berkumpul bersama.
Sherkan terus mengawasi gerak-gerik Hairam sejak tadi, memastikan Masih bisa menjangkau Laki-laki itu agar tidak lepas dari pandangan nya.
Sebab jika laki-laki itu menghilang, dia takut jika. laki-laki itu bertemu dengan Elvitania.
"Ada apa, kak?"
Rubi langsung menghampiri Sherkan begitu sang kakak laki-laki menghubungi Dirinya dalam beberapa menit yang lalu.
"Bisa cari kakak ipar mu? kakak fikir dia pergi entah kemana, kehadiran Hairam cukup membuat kakak khawatir"
Bisik Sherkan cepat di balik telinga nya.
Rubi mengerutkan keningnya, pura-pura berbalik dan mengambil satu gelas champagne yang di bawa oleh seorang pelayan perempuan.
Bisa dia lihat Hairam mulai menjauh dari mereka menuju ke arah tangga atas.
Tidak dipungkiri Hairam terasa begitu mengkhawatirkan, di masa lalu laki-laki itu pernah mencoba macam-macam dengan Violet dan Rasty adik ipar Violet.
Dan kini jelas ketakutan terbesar Sherkan jika laki-laki itu ingin macam-macam dengan Elvitania.
Dimasa lalu mungkin kakak nya masih bisa memberikan maaf pada Hairam karena permintaan bibi sibah dan Papa mereka, tapi kali ini bisa Rubi jamin jika Hairam berani berulah satu kali lagi. Sherkan pasti akan mendepak laki-laki itu keluar dari keluarga Azzura tanpa basa-basi.
Da Rubi pun menunggu waktu itu dengan tidak sabaran.
Bagi nya bibi sibah dan Hairam benar-benar dua sosok paling mengerikan yang harus di usir jauh-jauh dari rumah.
__ADS_1
Pengaruh nya jelas akan terasa buruk untuk semua orang.
"Aku akan mencari kakak ipar"
Jawab Rubi cepat.
Sherkan tidak menjawab, dia terus bicara dengan beberapa keluarga laki-laki yang bertanya soal beberapa proyek pekerjaan yang mungkin bisa di jadikan rancangan kerja sama kedepannya.
Rubi baru akan beranjak pergi, dimana bola mata nya terus mencoba mengawasi Hairam tapi seseorang mencoba menahan langkah nya.
"Rubi, bisa bantu berikan ini pada kak Xena mu? aku tidak bisa menemukan nya sejak tadi"
Seseorang bicara cepat ke arah Rubi.
Oh no...!!.
Rubi buru-buru menerima sebuah paper bag yang di berikan seorang perempuan di tangan nya, itu salah satu istri dari orang yang bekerja di perusahaan kakak nya.
"Baiklah, Akan aku berikan nanti"
Oh shi..t berdosa kah aku mengumpat?!.
Batin Rubi.
Dia dengan cepat ikut naik ke atas, bergerak buru-buru menaiki anak tangga.
Dan lagi seseorang menghentikan langkah kakinya.
"Rubi..."
"Oh come on, aku sedang terburu-buru"
Pekik Rubi tiba-tiba.
"Ada apa?"
__ADS_1
Rupa nya itu adalah suami bibi kedua nya.
"Maaf paman, bisakah kita bicara nanti? aku sedang terburu-buru"
Rubi bicara cepat, mencoba untuk kembali naik ke atas.
"Papa mu mencari mu, turunlah dulu cukup tidak sopan anak muda mengabaikan ucapan orang tua"
Oh god!.
Boleh kah Rubi berteriak saat ini juga?!.
Dia menghawatirkan kakak ipar nya.
"Aku akan menemui Papa nanti, Bisakah aku naik sebentar ke atas Paman? aku harus mencari kakak ipar Sherkan
Ucap Rubi cepat.
"Aku fikir kakak ipar mu cukup dewasa untuk tahu dimana saja tempat yang baik untuk bergerak di dalam gedung ini, dia sudah cukup tua untuk tahu kemana kakinya harus melangkah"
"Tapi..."
"Apa perlu paman meminta seseorang membawa mu turun?"
Ok bolehkah dia berteriak saat ini?!.
Kenapa anak, istri dan suami sama-sama sialan nya.
Hairam, bibi simah dan suami sialan nya benar-benar membuat dia muak.
"Apa aku harus Berteriak pada paman, kalau aku harus segera ke TOILET? aku harus mengeluarkan BOM NATO ku sekarang juga"
Kali ini Rubi benar-benar bicara di bawah akal warasnya.
"Apa?"
__ADS_1
Laki-laki itu seketika tercekat.