
Dimana tempat kelahiran nya?!.
Alessia jelas sedikit bingung dengan pertanyaan yang dilemparkan oleh Yash.
"Aku tidak begitu yakin karena aku tidak memiliki ingatan semasa bayi, tapi ayahku pernah berkata aku lahir di Swiss"
Jawab Alessia pelan.
"Akte kelahiran ku juga begitu"
Lanjut nya lagi.
Sejenak Alessia menghentikan gerakan tangannya, seolah-olah dia menyadari soal sesuatu.
"Ah lupakan soal itu, aku tidak yakin juga, terkadang orang tua salah memberikan informasi soal negara di masa lalu"
Gadis tersebut buru-buru menyelesaikan urusan nya.
Yash yang mendengar Jawaban yang diberikan oleh gadis di hadapannya tersebut terlihat diam, laki-laki itu seketika menggenggam telapak tangan nya.
Swiss?!.
Yash mengerutkan keningnya.
Dia takut apa yang ada di hati nya benar, sejenak laki-laki tersebut mencoba menelisik wajah Alessia untuk beberapa waktu, dia mencoba berpikir sangat keras saat ini.
"Kau benar-benar tidak memiliki keluarga?"
Yash kembali bertanya, masih Terus mengerutkan keningnya.
Alessia menghentikan gerakan tangannya, sejenak dia menatap kearah Yash.
"Aku tidak punya"
Dia menjawab dengan gugup, mencoba untuk membuang pandangannya, dia pikir kenapa Yash malam ini seolah-olah mengintrogasi dirinya.
Alessia terbiasa menghadapi hal-hal seperti itu sebelumnya, dia tidak pernah takut jika orang lain mengintrogasi dirinya, tapi ketika laki-laki tersebut melakukannya dia cukup takut, Alessia berusaha membuang pandangan pandangan nya dengan cepat.
"aku sebentar lagi selesai"
Dia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, berusaha bergerak dengan cepat menyiapkan semua makanannya.
"Aku akan Pergi membersihkan diri setelah ini, aku akan selesai setelah kamu selesai makan"
lanjut gadi itu lagi.
"he em"
Yash tidak melanjutkan pertanyaan nya, memperhatikan gadis dihadapannya tersebut untuk beberapa waktu, membiarkan Alessia terus bergerak meletakkan satu persatu lauk pauk di atas meja dan juga beberapa menu makanan lainnya.
__ADS_1
"Jangan terlalu terburu-buru"
Yash melirik kearah jam tangan nya, dia pikir waktu belum terlalu larut.
"ada beberapa hal yang harus aku kerjakan setelah makan, kamu bisa membersihkan diri sedikit jauh lebih Santai"
Lanjut nya lagi.
Alessia terlihat bingung, mencoba untuk memperhatikan wajah laki-laki dihadapan nya itu, dia pikir bukankah Yash terlalu banyak bicara dengan nya hari ini? Mereka banyak melakukan interaksi dalam beberapa hari ini, rasanya sangat aneh dan juga membuatnya cukup berdebar-debar, karena dua tahun pernikahan mereka Yash tidak pernah banyak bicara.
Interaksi seperti ini sontak membuatnya cukup terkejut dan membuat Alessia berbunga-bunga, dia tidak pernah berharap pernikahan ini akan berjalan seperti impiannya, tapi dia hanya berharap mereka tetap bisa seperti ini, bicara dan mengobrol bersama, berbagi cerita layak nya teman baik dalam banyak hal.
Dia tidak harus berharap lebih karena cukup tahu diri, di hati laki-laki tersebut jelas tersimpan nama Hana, untuk seseorang yang benar-benar mencintai istrinya, menggeser posisi yang pertama jelas begitu sulit.
Bahkan Rasulullah pun tidak pernah bergeser nama Khadijah di hatinya, karena dia tahu cinta pertama tidak akan pernah bisa usai Dan di tutup kisahnya.
Seperti dia yang mencintai seorang laki-laki dalam cinta pertamanya, dia yang begitu mencintai.....
See sejenak Alessia menatap dalam wajah Yash, laki-laki tersebut mulai mencoba menyantap makanan nya secara perlahan.
Apa kau tahu cinta pertama ku Yash?!.
Alessia menghela pelan nafasnya.
Kamu.
Gadis tersebut secara perlahan bergerak menjauhi Yash, bergerak menuju kearah tangga dan berlarian naik menuju kearah kamar tidur mereka.
Ingatan nya soal pembicaraan dengan seseorang Menghantam pemikiran nya.
"Apa dia punya luka bakar di punggung nya?"
"yah dia punya luka bakar di punggung nya, mereka bilang itu kecelakaan di masa kecil, aku tidak tahu bagaimana tepat kejadian nya karena aku pernah bertanya lebih detail Alessia tidak pernah mau menceritakan nya"
"Dia pernah bilang dimana kejadian nya?"
"Swiss, yang aku ingat disana"
"Apa dia pernah bilang dia memiliki keluarga lainnya?"
"Tidak, tapi dia bilang dia memiliki seorang adik yang.....dua tahun yang lalu dalam keadaan kritis, aku sedikit lupa, dia butuh uang untuk pengobatan nya"
"Adik? Pengobatan?"
"Yah seorang adik dan pengobatan operasi, tapi aku tidak begitu yakin karena aku lupa, aku takut salah bicara tapi seingat ku, dia pernah bilang dia pernah mengalami kecelakaan, aku melihat sendiri dibelakang punggung nya ketika kami mandi bersama, tapi soal adik aku masih ragu, tapi seingat ku dia pernah bilang dia punya adik"
"Tidak ada informasi lainnya?"
"Tidak, Alessia cukup tertutup soal kehidupan nya, dia memang ramah dan baik, tapi tidak pernah mengumbar soal kekuarga nya atau bicara soal kehidupan nya"
__ADS_1
Yash Sejenak menghela nafas nya pelan, dia membuang pandangannya untuk beberapa waktu kemudian mencoba kembali menikmati makan malam nya.
Laki-laki tersebut terlihat berusaha untuk mempercepat makannya, entah apa yang dipikirkan ya saat ini tapi dia pikir dia harus kembali ke kamar dengan segera sebelum gadis itu keluar dari kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Dia hanya ingin mencoba untuk memastikan salah satu di belakang punggung tubuh gadis tersebut.
Apakah Luka bakar itu luka yang sama dia pernah dia lihat di masa lalu.
Dia hanya ingin tahu tentang hal tersebut tidak lebih.
"jika kamu benar-benar mendapatkan luka yang sama dipunggung nya, apa yang akan kamu lakukan Yash?"
Sebaris pertanyaan tersebut mengganggu pemikirannya.
Apa yang akan dia lakukan?!.
Yash memejamkan sejenak bola matanya.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya?! Entahlah dia tidak memiliki jawaban pasti untuk hal tersebut, tapi jika benar luka tersebut sama seperti luka yang ada di masa lalu.
Dia baru paham Kenapa Hana bersikeras memintanya untuk menikahi Alessia di masa lalu, kenapa perempuan itu tidak ingin dia melepaskan Alessia bagaimanapun caranya.
Dia baru tahu kenapa Hana memaksa dirinya untuk membawa Alessia kembali ke mansion nya, dan memisahkan gadis itu dengan Kallan putra nya dengan cara yang kejam.
Mungkin terlihat Hana menyakiti semua orang, mungkin Kallan sangat membenci Alessia bahkan mungkin Hana menghancurkan perasaan Alessia dan Kallan atas cinta mereka, tapi jika apa yang dilihat nya nanti benar, itu artinya Yash tahu Kenapa dua orang tersebut tidak pernah di izinkan untuk bersatu.
"kau tidak akan menyesali nya Yash, tidak. Kau tidak akan menyesali menikahi Alessia dimasa depan, karena aku tahu apa yang kamu inginkan juga apa yang kamu butuhkan, berjanjilah bersikap baik pada nya hingga akhir, jika kamu bersikap buruk pada nya, satu hari kamu akan menyesali semuanya"
*****
Kamar tidur utama Yash dan Alessia.
Gadis tersebut baru saja keluar dari kamar mandinya, dia mengeringkan rambut nya dengan handuk mendominasi berwarna putih dimana tubuh nya masih terlilit handuk yang nyaris memperlihatkan bagian atas dada dan paha nya.
Alessia seketika membeku saat dia melihat Yash telah berdiri tepat dihadapan nya.
"Yash?"
Alessia tercekat, dia gugup dan mencoba memundurkan langkahnya.
Dia pikir bukankah perjanjian nya tidak pernah boleh ada yang masuk ke kamar jika salah satu dari mereka tengah membersihkan diri.
Yash tahu dia bergerak untuk mandi bukan?! Kenapa laki-laki tersebut kembali ke kamar begitu cepat.
"Ada apa?"
Seketika wajah nya memerah saat dia sadar dengan penampilan nya.
****.
__ADS_1
Yash pikir semua akan berjalan sempurna, tapi penampilan Alessia cukup mengganggu pandangan nya.