
Kembali ke masa beberapa bulan sebelumnya.
Mansion utama kanina.
Sebelum berita status pernikahan Yash dan Alessia pecah.
Letty yang sejak tadi duduk di atas kursi sofa mendominasi berwarna abu-abu di bagian ruang tamu mansion tersebut terlihat menetap ke arah ibunya Kanina untuk beberapa waktu.
Gadis tersebut yang tadinya menatap berkas-berkas yang ada di hadapannya seketika langsung meletakkan berkas tersebut secara perlahan ke atas meja.
"Kita akan mulai menyusun rencananya"
Nyonya kanina bicara kepada putrinya tersebut.
Di sisi kanan Kanina Erhan tampak serius menatap beberapa lembar kertas dihadapan nya, bibi Tory sendiri terlihat menunggu apa yang akan bicarakan oleh ketiga orang yang ada di hadapannya tersebut.
"Kita akan memulainya dari mana?"
"Buat semua beritanya pecah soal pernikahan Yash dan Alessia"
Kanina bicara cepat, dia menatap satu persatu wajah orang yang ada di sekitar nya.
"Kita tidak mungkin membuat beritanya percah dengan sendirinya, kalian tahu? Yash bisa saja menyalahkan kita jika kita yang membuka status pernikahan mereka"
Nyonya Kanina mulai membuka suara, Bicara cepat kearah semua orang.
"Kita butuh umpan untuk melakukan hal tersebut"
Lanjut nya lagi.
Dia tahu kontrak pernikahan antara Yash dan Alessia semakin mnyempit, jika mereka tidak benar-benar menyusun strategi kali ini bisa dipastikan Yash dan Alessia akan berpisah tanpa berpikir dua tiga kali.
Mengingat bagaimana watak dan perasaan Yash pada Alessia maka Kanina pikir rencana kali ini harus benar-benar diprediksi dengan matang.
Mereka harus menyusun rencana dengan sebaik mungkin tanpa cacat dan cela, bahkan dia berharap hubungan Yash dan Alessia terlihat jauh lebih baik dan intim dari sebelumnya.
Karena itu dia harus memastikan rencana mereka akan berjalan dengan sempurna.
__ADS_1
"Kita tidak bisa menggunakan sembarangan rencana, kalian tahu sendiri jika rencana yang kita jalankan salah, Yash bisa jadi akan semakin membenci Alessia"
Mendengar ucapan kanina membuat semua orang mengangguk-anggukkan kepala mereka.
"Aku pikir hal yang baik adalah dengan menggunakan Diana"
Letty bicara cepat ke arah ibunya.
"Saat ini orang yang paling sulit dihadapi jelas adalah Diana, dia masih mencari celah untuk mencelakai baginya perceraian mereka berdua akan menjadi kemenangan untuk Diana karena itu kita bisa memanfaatkan dia untuk membuat manusia dengan seolah akan bercerai karena sebuah skandal yang besar"
Ucap Letty kemudian menatap ke arah ibunya.
"perempuan itu sedang mencari cara untuk menjatuhkan Alessia, kita bisa memanfaatkan situasi ini agar membuat Diana semakin membenci Alessia dan membuat kemarahannya semakin meledak-ledak"
Setelah berkata seperti itu letty memilih untuk dia dan meminta pendapat pada semua orang.
"Pertanyaannya kita akan memanfaatkan siapa lagi dan sandiwara apa yang akan kita lakukan, nona?"
Bibi Tory bertanya cepat.
"Kita akan membiarkan Alessia hilir mudik ke keluarga Khadafi semakin terang-terangan, hal tersebut pasti akan memicu kemarahan yang semakin mendalam pada Diana dan juga ibunya, ini akan menjadi kompor yang siap meledak pada akhirnya"
"Maksudku biarkan perempuan itu semakin menggila, biarkan kemarahan Diana semakin membuncah hingga perempuan itu memecahkan sendiri dan juga menyebar sendiri pernikahan rahasia yang dilakukan Yash dan Alessia, dengan begitu Yash tidak bisa lagi menyembunyikan pernikahannya dihadapan semua orang"
Mendengar apa ini jelas saja membuat Madhuri mengerutkan keningnya.
"Hal itu jelas akan memicu Perceraian mereka jauh lebih cepat daripada apa yang kita pikirkan"
Wanita tersebut jelas keberatan dengan ide yang diberikan oleh putrinya.
Saat pernikahan kedua orang itu tersebar jelas saja biasakan semakin berat dan malam laki-laki itu akan berpikir alesia membuat kekacauan hingga mempermalukan dirinya.
Yash jelas bukan tipe laki-laki yang mau memaklumi kesalahan seseorang, bagaimana watak saudara nya tersebut.
"Tentu saja kita akan mencari seseorang lainnya lagi yang bisa melakukannya untuk tidak menceraikan Alessia"
Berkata seperti itu seringai senyuman licik tampil di balik wajah cantiknya.
__ADS_1
"Bukankah saat melancarkan sebuah rencana kita tidak bisa menggunakan satu umpan atau satu senjata? Kita harus banyak memiliki berbagai macam senjata dan juga amunisi untuk sebuah perlindungan diri"
Berarti bicara seperti itu semua orang menatapnya dengan wajah yang begitu serius.
"Lalu senjata dan ambisi mana yang akan kita gunakan untuk menekan tuan Yash?"
Ehran bertanya dengan cepat.
Mendengar pertanyaan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut seketika membuat Letty langsung mengembangkan senyumannya.
"Kita akan menekan paman Yash dari tuan scoot"
ucap Letty kemudian.
Mendengar kata tuan scoot jelas saja membuat Kanina menaikkan ujung alisnya.
"Proyek besar yang akan menghilang saat paman Yash bertindak di luar keinginan tuan scoot, sekeras apapun seorang laki-laki, mereka tidak akan mau menghancurkan karir nya hanya karena kebodohan nya atas nama perempuan"
Mereka saling menoleh antara satu dengan yang lainnya untuk beberapa waktu, mencoba mencerna ucapan dari letty dan menyambungkan semua ucapannya satu persatu.
"Kau yakin ini akan berhasil?"
Kanina bertanya cepat kearah putri nya.
"Tentu saja, selama perencanaan nya matang dan tepat, di bumbui sedikit perasaan aku yakin ini akan berhasil dengan baik, kita sedikit memberi clue pada paman Yash soal Alessia, sedikit rasa penasaran di masa lalu, kedekatan dengan tuan Khadafi, dibumbui sedikit rasa cemburu, tekanan perusahaan dan relasi bisnis yang bisa membuat nya tidak berkutat dan Amarah Diana yang semakin membuncah membuat Yash semakin membenci Diana, itu akan menjadi rencana paling sempurna untuk membuat perasaan Paman Yash bercampur aduk menjadi satu"
Ucap Letty sambil menaikkan ujung bibirnya dengan penuh kepuasan.
"Kali ini kita masuk pada permainan inti Ibu, bukankah kita tahu? Rasa cemburu akan menghilangkan logika siapapun dalam pemikiran mereka, buat Diana percaya seolah-olah tuan Khadafi dan Alessia memiliki hubungan spesial, hingga Diana akan menjadi penyambung lidah pada Yash dan membuat paman meledak dengan rasa cemburunya yang mendalam"
Bola mata Letty terlihat begitu serius menatap semua orang.
"Terkadang otak manusia tidak menyadari benci dan cinta itu beda-beda tipis, kedua perasaan itu membingungkan tetapi dialami banyak orang. Di satu sisi, seseorang membenci, di sisi lain dia merindukan. Percayalah Neurosains memberi pencerahan akan perasaan tersebut. Dua rasa itu memang berbeda, tetapi perbedaannya ternyata tipis, aku Yakin paman Yash hanya belum menyadari nya"
Setelah berkata begitu, Letty terlihat mengembang kan senyuman terbaiknya.
"Jika rencana ini tidak berhasil maka aku bersedia diam dan mengikuti rencana ibu dibelakang, tapi aku yakin rencana ini akan berjalan matang sesuai apa yang aku harapkan"
__ADS_1
Semua orang terlihat diam, mencoba untuk berpikir atas apa yang di ucapkan Letty saat ini.