Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Sesuatu yang mengejutkan dirinya


__ADS_3

Kembali ke kediaman utama


Mansion Sherkan


Seketika bola mata Elvitania berkaca-kaca saat dia melihat bibi Saimah membawakan sesuatu untuk dirinya.


"Oh god"


Elvitania bicara sambil menyambut sebuah kucing indah yang diberikan wanita itu kepada nya.


"Dia cantik sekali"


Elvitania langsung memeluk kucing tersebut, membawa nya masuk menuju ke atas kasur nya.


"Siapa nama nya bi?"


Lagi dia mengeluarkan suara nya.


"Bukankah ini jenis kucing ras regdoll bibi? aku fikir harga nya mahal sekali? aku pernah berharap bisa membelinya dulu"


Mendengar pertanyaan demi pertanyaan dari Elvitania seketika membuat wanita itu mengembangkan senyuman.


Beberapa hari menikah dengan Sherkan, dia fikir baru kali ini dia melihat perempuan itu tersenyum dan bicara sedikit banyak dan penuh semangat.


Setidaknya itu bisa membuat dia lega.


"Ya nona, ini jenis regdoll"


"Aahhhhhhh katakan pada ku siapa nama nya bibi? bibi belum menjawab pertanyaan ku tadi"


Elvitania kembali bertanya.


"Sua nona"

__ADS_1


"Sua?"


Elvitania mengerutkan keningnya.


"Nama nya cukup unik"


Setelah berkata begitu Elvitania mencoba mengajak kucing tersebut bermain.


Dua orang pelayan terlihat masuk kekamar membàwa beberapa box kecil dan meletakkan nya ke atas meja.


"Ini pakaian dan makanan nya nona"


Bibi Saimah menunjukkan beberapa box yang telah diletakkan di atas meja.


Sejenak Elvitania diam, dia seolah-olah tengah memikirkan soal sesuatu.


"Lalu bagaimana dengan tempat tinggal nya? apakah tidak apa-apa dia tinggal di kamar bersama kami? apakah Sherkan tidak keberatan?"


Refleks tanpa sadar pertanyaan itu meluncur dari bibir Elvitania.


Jawab bibi Saimah pelan, tiba-tiba terlintas satu ide dikepalanya.


"Atau nona bisa mendiskusikan nya dengan tuan, biasa nya suami istri boleh mendiskusikan sesuatu yang di anggap perlu"


"Bukankah Komunikasi adalah salah satu kunci kita dalam berumah tangga, nona?"


"Satu hal yang paling dasar untuk mencapai rumah tangga harmonis dan bahagia adalah dengan lancar berkomunikasi. Jika ada sesuatu yang mengganjal atau terasa perlu dibicarakan, segera diskusikan dengan pasangan..Kita harus membiasakan diri untuk jujur soal perasaan kita ke pasangan",


"Namun pastikan juga bahwa kita menyampaikannya dengan baik dan tetap menghargai pasangan. Sering-seringlah untuk bicara berdua, tak hanya soal kucing atau tagihan yang menumpuk atau soal bibi-bibi yang menyebalkan seperti nyonya Sibah"


Bibi Saimah berusaha untuk sedikit bercanda, mengingat kan Elvitania betapa menyebalkan nya wanita tua itu.


Sejenak Elvitania mengembang kan senyuman nya.

__ADS_1


"Bahkan pasangan suami istri juga harus mendiskusikan juga soal perasaan masing-masing. Satu lagi yang tak boleh tertinggal adalah untuk selalu jadi pendengar yang baik bagi pasangan kita, itu akan menjadi salah satu rahasia keharmonisan didalam hubungan rumah tangga"


Bibi Saimah terus bicara sambil mencoba bicara dengan nada sehalus mungkin, takut membuat Nona muda nya salah persepsi.


Elvitania terlihat diam mendengarkan ucapan wanita tersebut.


Alih-alih menjawab Elvitania mencoba mengalihkan pemikiran nya, dia kembali memeluk Sua sambil mengajak kucing tersebut bermain di pelukan nya.


Bibi Saimah menghela pelan nafasnya, kemudian dia keluar meninggalkan Elvitania didalam kamar nya.


Ditengah gerakan Elvitania memainkan Sua, tiba-tiba kucing tersebut melompat turun ke bawah, lantas tahu-tahu kucing tersebut berlarian menuju ke arah sisi belakang Kamar.


Sua tiba-tiba masuk melalui lubang kecil bagian bawah pintu yang seolah-olah telah di setting untuk sua hilir mudik ke sana sebelum nya.


Elvitania jelas terkejut, langsung membuka pintu Tersebut dengan gerakan terburu-buru.


Begitu pintu tersebut dibuka, bisa dia lihat satu ruangan yang dipenuhi oleh buku-buku dan beberapa rak lemari di sekeliling nya.


Dia terlihat ragu-ragu untuk masuk, mencoba mengintip Secara perlahan. Cukup takut jika-jika Sherkan ada di sana tanpa sepengetahuan dirinya.


Sua tahu-tahu naik ke atas sebuah meja, kucing tersebut duduk bertengger disana lantas mulai menggulingkan tubuhnya.


Elvitania buru-buru mencoba meraih Sua dengan Cepat, menarik tubuh kucing tersebut dan memeluknya.


Niat hati dia ingin langsung pergi dari sana, tapi bola mata nya tanpa sengaja tertumpu pada satu foto.


Seketika Elvitania menatap foto tersebut untuk beberapa waktu, dia terkejut saat melihat siapa saja yang ada didalamnya.


Kemudian beberapa lembar kertas terlihat bergerak-gerak di atas meja tersebut, lagi bola mata Elvitania mencoba menelisik lembaran kertas tersebut, dia meraih dan mencoba memperhatikan tulisan nya.


Perempuan itu tercekat, dia melepaskan pelukannya dari sua, dengan tangan gemetaran Elvitania terus memegang kertas yang ada di hadapannya.


Tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin.

__ADS_1


Elvitania mencoba memegang keningnya secara perlahan.


__ADS_2