Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Pagi yang terlalu manis


__ADS_3

Ketika Elvitania Sibuk berkutat di dapat menyiapkan sarapan pagi bersama bibi Saimah, Hasna tampak sibuk bermain dengan Sua, sedangkan Sherkan terlihat baru saja turun dari tangga dengan gerakan terburu-buru.


Elvitania meletakkan gelas teh hangat di meja yang biasanya Sherkan gunakan untuk sarapan, kemudian dia meletakkan gelas susu di salah satu meja untuk Hasna.


Setelah itu perempuan itu meletakkan sarapan untuk mereka di atas meja.


Sejenak bola mata Elvitania tertuju ke arah Sherkan dimana kini laki-laki itu berjalan dari arah tangga tengah membawa dasi dan tas kerja nya.


Sherkan melesat berjalan menuju ke arah dapur bersiap menyantap sarapan nya dan seperti biasa membiarkan bibi Saimah merapikan dasi kerja nya.


Tapi saat Sherkan akan memberikan dasi tersebut ke bibi Saimah, Elvitania terlihat mengulurkan tangannya secara perlahan.


Perempuan itu menatap wajah Sherkan sambil berkata.


"Aku akan membantu memasang kan nya"


Ucapnya pelan.


Mendengar ucapan Elvitania seketika membuat Sherkan diam sejenak kemudian laki-laki itu mengembangkan senyuman nya, dia meletakkan tas nya dengan cepat lantas dia menyerah kan dasi miliknya ke arah Elvitania.

__ADS_1


Secara perlahan Elvitania maju ke arah Sherkan, Sang istri mencoba sedikit menjinjit kan kaki nya, karena berusaha menyeimbang kan tinggi tubuhnya.


Melihat gerakan Elvitania, Sherkan terlihat mengulum senyuman nya, dengan cepat laki-laki itu mencoba membungkukkan sedikit tubuhnya.


Wajahnya terlihat mendekati wajah Elvitania.


"Apakah ini sudah cukup seimbang?"


Dia sedikit menggoda Elvitania, menatap bola mata indah istri nya untuk beberapa waktu.


Alih-alih menjawab, Elvitania memilih untuk mengalungkan dasi laki-laki itu, merapikan nya secara perlahan tanpa mengeluarkan suara nya.


Bibi Saimah terlihat mengintip sejenak, dengan wajah malu-malu wanita tua itu membuang pandangannya.


Benar-benar luar biasa.


Menjadi kompor sesekali cukup bagus guna membuat panas situasi.


Ide untuk bicara soal perjalanan bisnis menuju ke uni emirat Arab menjadi ide paling unik ketika dia harus melihat sendiri apakah nona nya cemburu soal hubungan kedua orang tersebut.

__ADS_1


Tidak ayal yang terjadi nona nya terlihat begitu gelisah kemarin ketika dia bilang soal Merlin dan Sherkan yang akan berangkat berdua.


Sejauh ini selama satu tahun banyak yang berusaha mendekatkan kedua Pasangan itu, meskipun harus menggunakan berbagai macam trik, mereka sering kali mengalami kegagalan untuk mendekati Sherkan dan Elvitania.


Hingga akhirnya tercetus ide demi ide dari mulut Merlin untuk membuat hubungan ke dua orang itu mencair..


Dikala bibi Saimah bergelut dengan pemikiran dan kegiatan nya, Elvitania terus menggerakkan tangannya secara perlahan, hingga akhirnya dasi sang suami terlihat rapi.


Dia mencoba melebarkan senyuman nya, menepuk lembut dada Sherkan pelan dan baru ingin berkata....


Ini sudah bagus.


Tapi tanpa diduga, tiba-tiba Sherkan melesatkan ciuman nya dengan lembut di bibir Elvitania.


"Terimakasih, sayang"


Ucap laki-laki itu penuh kebahagiaan.


Perempuan itu jelas terkejut, mencoba mengedipkan bola matanya untuk beberapa kali, dia berusaha menetralisir detak jantung nya yang tiba-tiba berpacu begitu kencang.

__ADS_1


Begitu Sherkan bergerak menjauhi nya, Elvitania langsung menoleh ke arah bibi Saimah dan Hasna, dia fikir apakah kedua orang itu melihat nya?!.


Seketika Perempuan itu menyentuh pelan tengkuk nya karena malu.


__ADS_2