
Sherkan yang tadi nya sibuk dengan beberapa pekerjaan nya di atas Kursi sofa ditemani oleh laptop dan secangkir kopi hangat dihadapan nya sejenak menoleh kearah Elvitania.
Dia terlihat mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu ketika menatap penampilan Elvitania,bisa dia lihat Perempuan itu mencoba menggerakkan tangannya untuk beberapa waktu, seolah-olah mencoba untuk meraih sesuatu di belakang punggung nya.
Begitu bola mata mereka bertemu, Perempuan itu langsung menghentikan gerakan tangannya, dia langsung membuang pandangannya lantas berdiri seolah-olah sedang berfikir.
"Aku akan tidur di kursi sofa, kamu bisa tidur di atas kasur tanpa harus Merasa khawatir"
Ucap Sherkan memecah kebingungan Elvitania.
Yang di ajak bicara terlihat masih mematung, bola mata nya menatap kasur mendominasi berwarna coklat gelap tersebut.
"Jika kamu tidak suka warnanya, aku akan minta pelayan mengganti nya besok"
Ucap Sherkan lagi.
Alih-alih menjawab ucapan Sherkan, Elvitania hanya diam, berjalan kearah kasur lantas mulai berusaha naik ke atas sana.
Seulas senyuman mengembang dibalik wajah Sherkan.
Tiba-tiba dia menyingkirkan laptop nya kemudian Sherkan mencoba beranjak keluar menuju ke arah pintu depan.
Elvitania memilih untuk membaringkan tubuhnya, mencoba menarik selimut kemudian mencoba memejamkan bola matanya.
Tidak lama kemudian Sherkan kembali masuk ke kamar, berjalan mendekati kursi sofa lantas melanjutkan pekerjaannya.
Selang beberapa menit tiba-tiba seorang pelayan berusia sekitar 40 tahunan masuk ke kamar sambil membawa beberapa barang.
__ADS_1
Dia Meletakkan beberapa tumpukan kain berwarna putih ke meja nakas didamping Elvitania membaringkan tubuhnya.
Kemudian Perempuan itu masuk kekamar mandi untuk beberapa waktu, cukup lama setelah itu dia keluar dan berjalan kearah Elvitania.
"Maaf, nona.."
Tiba-tiba suara perempuan itu mengejutkan Elvitania.
"Ya?"
Dia langsung membuka bola matanya, menoleh kearah belakang dengan cepat.
"Aku akan membantu menurunkan resleting gaun anda, nona"
Ucap perempuan itu lagi sambil mengembang kan senyuman nya.
Secara perlahan dia menoleh ke arah Sherkan, bisa dia lihat laki-laki itu terus fokus dengan pekerjaannya, seakan-akan laki-laki itu sengaja untuk mengabaikan Elvitania dan sang pelayan.
"Anda bisa membersihkan tubuh anda sekarang, sesuai permintaan, saya sudah menyiapkan air hangat nya"
Eh?!.
Elvitania lagi-lagi mengerut kan keningnya.
"Ada minyak aroma terapi didalam kamar mandi, di sini juga ada minyak hangat yang bisa membuat tubuh nona baik-baik saja setelah mandi di malam hari"
Lanjut perempuan itu lagi.
__ADS_1
Sang pelayan memberikan handuk putih yang dia letakkan di atas meja nakas, menunggu Elvitania menerimanya dan pergi ke kamar mandi.
"Terima kasih"
Jawab Elvitania pelan.
Dia bergerak pelan menuju ke kamar mandi dengan jutaan kebingungan.
Begitu Elvitania masuk kedalam kamar mandi, perempuan tersebut menundukkan kepalanya kehadapan Sherkan.
"Semua sudah dilakukan sesuai perintah, tuan"
Ucap perempuan itu pelan.
Sherkan mengangguk pelan, kemudian bola mata nya menatap ke arah luar jendela untuk beberapa waktu.
"Bantu nyalakan penghangat nya, seperti nya sebentar lagi akan turun hujan"
"Ya tuan"
Setelah berkata begitu Perempuan itu mulai mencari alat penghangat yang ada di sisi kanan ranjang, dia mengatur suhu penghangat dengan baik kemudian setelah memastikan semuanya sesuai dengan keinginan tuan nya, Perempuan itu secara perlahan mulai keluar dari sana.
Sedangkan Sherkan masih terus fokus dengan pekerjaannya, sambil sejenak dia menarik pelan nafasnya.
Laki-laki itu tahu Elvitania membutuhkan semua nya, tapi jika dia yang melakukan nya itu jelas membuat Elvitania tidak menyukai dirinya.
Satu-satunya cara dengan menggunakan seseorang yang bisa mewakili semua tugas-tugas nya.
__ADS_1