Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Ancaman balik


__ADS_3

Jika saat ini wanita dihadapan nya menatap dia dengan pandangan tidak suka, maka Elvitania menatap wanita itu tanpa ekspresi, Elvitania mendengus melihat wanita itu kemudian membuang pandangannya.


Dengan Santai nya Elvitania menyandarkan tubuhnya di kursi sofa tersebut, sembari tangan nya meraih cangkir teh nya lantas dia menyesap minuman teh hangat nya untuk beberapa waktu.


"Kau berani membuang pandangan mu hah?"


Itu adalah bibi Sibah, wanita itu terlihat mengeram melihat sikap Elvitania, dia duduk dihadapan wanita itu sambil mengeratkan rahangnya.


Alih-alih menjawab ucapan bibi sibah, Elvitania lebih suka menikmati semilir angin pagi sambil memejamkan bola matanya sejenak.


"Elvitania Moses...."


Bibi sibah mulai kehilangan akal warasnya.


Mendengar nama lengkap nya dipanggil, Elvitania langsung membuka bola matanya, dia menatap kearah wanita itu untuk beberapa waktu.


"Apa kau lupa aku ini juga mertua mu? dimana sopan santun mu sebagai seorang menantu? kau bahkan tidak menyambut ku atau bahkan menundukkan kepala mu kepada ku"


Wanita itu bicara dengan nada berapi-api, dia fikir bagaimana bisa perempuan dihadapan nya saat ini sama sekali tidak takut pada nya.


Elvitania semakin lama semakin melunjak dan berani tidak menghiraukan dirinya, bahkan dia fikir berani-beraninya perempuan itu tidak menyapa balik dirinya yang sudah menyapa Perempuan itu lebih dulu.


Alih-alih menjawab perkataan bibi Sibah, Elvitania lebih tertarik untuk berkata.


"Aku cukup terkejut bibi juga ada di sini"


Ucap Elvitania sambil menyesap kembali teh hangat nya.


Gaya nya begitu Santai dan tenang, bola mata perempuan itu sedikit pun tidak menampilkan ketakutan, dia menelisik bola mata wanita dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.


"Apa sengaja kemari karena sebuah urusan? atau jangan-jangan sengaja kemari untuk menemui diriku?"


Kalimat pertanyaan Elvitania jelas tidak bertele-tele, seolah-olah sejak awal Perempuan itu tahu apa tujuan wanita itu yang sebenarnya.

__ADS_1


Dia tahu ada sesuatu yang ingin dibicarakan wanita itu kepada nya, bisa jadi bibi Sibah berfikir Elvitania akan takut dengan ancaman atau gertakan nya.


"Kau cukup pintar belakangan ini, Elvitania"


Bibi sibah bicara sambil menaikkan ujung bibirnya, dia menatap balik perempuan itu untuk beberapa waktu.


"Melihat sifat mu yang tenang, seolah-olah kamu tahu apa tujuan ku kemari?"


Mendengar ucapan wanita itu, Elvitania terlihat meletakkan cangkir teh nya ke atas mejanya.


"Bibi bisa bicara ke inti nya"


Mendapatkan sambutan hangat, wanita tua itu jelas mengembangkan kembali senyuman nya, Seolah-oleh dapat kartu jackpot dia mulai berkata.


Bibi sibah mengeluarkan sebuah map coklat ke arah Elvitania, membiarkan Perempuan itu menerima dan membuka nya.


Elvitania mengambil amplop tersebut secara perlahan, membuka amplop tersebut kemudian mulai melihat isinya.


"Apakah ini pemerasan?"


Tanya Elvitania begitu tenang.


Mendengar pertanyaan Elvitania seketika bibi Sibah membulat kan bola matanya.


"Apa?"


"Ini bukti perselingkuhan?"


Elvitania terlihat terkekeh pelan.


"Bibi Fikir suami ku akan percaya pada apa yang bibi berikan?"


Perempuan itu menatap bibi Sibah dengan sedikit mengejek.

__ADS_1


Wanita itu ingin menggunakan beberapa foto nya bersama seorang laki-laki untuk memeras Dirinya.


Berharap dia menguras isi rekening Sherkan untuk menutup mulut bibi Sibah.


Bibi sibah jelas mengeram, dia fikir benar dia ingin memeras Elvitania, dengan begitu perempuan itu akan menguras isi rekening Sherkan, ketika sherkan tahu Elvitania menghambur-hamburkan uang nya maka bisa dipastikan Sherkan akan menceraikan Perempuan dihadapan nya itu.


"Ketimbang bibi memikirkan untuk memeras ku, coba bibi fikirkan soal satu hal yang lainnya"


Ucap Elvitania sambil sedikit memajukan tubuhnya.


"Fikirkan bagaimana reaksi suami ku ketika dia tahu bibi memanfaatkan diri ku dimasa lalu, Menukar kenyataan antara aku dan putri bibi dan nyaris membuat ku menjadi seorang pelacur"


Ucap Elvitania dengan sedikit berbisik.


Ekspresi Elvitania terlihat begitu mengerikan, perempuan itu menatap bibi sibah dengan tatapan yang begitu tajam.


"Kau... bagaimana kau...?"


Jantung bibi Sibah seketika berdetak begitu kencang dan tidak beraturan, wajah nya jelas memucat, dia fikir apakah Elvitania telah mendapatkan semua memori masa lalunya.


Dia merasa leher nya Seolah-oleh dicekik saat ini, ketakutan jelas menghantam Dirinya.


Dia baru sadar kematian nya kini semakin mendekat tanpa bisa dia elakkan lagi.


"Ssrttttt"


Elvitania meletakkan jari telunjuk nya ke atas bibir nya.


"Tanpa harus aku beri tahu, bisa jadi suami ku sudah tahu soal kita di masa lalu"


Seketika tubuh tua itu gemetaran, dia menatap tidak percaya ke arah Elvitania.


Kemudian terdengar tawa yang begitu mengerikan dari bibir Elvitania untuk beberapa waktu.

__ADS_1


__ADS_2