
Ada yang lebih gila dari Sherkan saat memacu kecepatan mobilnya? dia rasa tidak ada!.
Tidak dia pedulikan ketika dia melesat menembus jalanan dengan kecepatan penuh, memotong satu demi satu pengendara di sekitar nya.
Tidak dia hiraukan suara klakson Saling memekakkan telinga, dimana kemarahan orang-orang terus berhamburan ketika dia melesat melewati semua orang yang ada.
Yang dia pedulikan dia harus tiba di rumah lebih cepat.
Ditengah dia mengendarai mobil nya dia menghubungi para penjaga, memaki mereka yang ceroboh membiarkan paman nya masuk tanpa pengawasan.
Dia terus menerus menghubungi Elvitania tapi gagal, sang istri tidak juga mengangkat panggilan nya, dia fikir dimana Elvitania meletakkan handphone, atau dia tidak bisa mengangkat panggilan nya karena keadaan yang mendesak nya.
Jutaan kekhawatiran terus menghantam Sherkan, kepanikan dan raut kemarahan kini bercampur aduk menjadi satu di balik wajah nya.
Rahangnya terus mengeras sambil gigi nya terus menyatu dan mengerat dengan sempurna.
Tidak tahu bagaimana keadaan didalam rumah, apakah para pengawal telah bergerak lebih dulu melihat keadaan Istri nya.
Kali ini dia pastikan habis sudah laki-laki itu dan keluarga nya ketika laki-laki itu berani menyentuh istri nya.
Dia benar-benar akan menghancurkan paman dan bibi kedua serta keluarga mereka tanpa toleransi sedikit pun.
Bugggggg
Satu pukulan keras menghantam stir mobil Sherkan, dia terus memacu kecepatan Tanpa peduli apa yang akan terjadi berikutnya.
Dan Begitu dia telah tiba di hadapan Mansion nya, tidak dia pedulikan saat pagar mansion baru terbuka, dia langsung menghentikan mobilnya dan berlarian kedalam dengan kekuatan penuh tapi satu suara mengejutkan dirinya.
Dorrrrrrr
Doorrrrr
Dorrrrrrr
Tiga kali suara tembakan beruntun terus terdengar dari dalam rumah mereka, Sherkan seketika panik dan terus berlarian kearah dalam bersamaan dengan beberapa orang berbadan kekar dan berotot ikut berlarian melesat kedalam.
********
Begitu tubuh Elvitania dihempaskan dengan kasar ke lantai oleh paman ke dua dan laki-laki itu berusaha menarik kaki nya, Elvitania secepat kilat menarik pistol yang ada di bawah kursi.
Sepersekian detik kemudian dia berbalik dan ...
Kletakkkkk
Perempuan itu mengarahkan pistol yang ada di tangan nya tepat ke arah laki-laki tua di hadapan nya itu.
__ADS_1
Seketika laki-laki itu terkejut, di mengangkat kedua tangan nya ke atas sambil melotot tidak percaya ke arah Elvitania.
"Apa yang kau lakukan nak?"
Ucap laki-laki itu sambil berusaha menahan nafasnya.
"Nak ?"
Perempuan itu mendengus, Mencoba membenahi posisi nya yang begitu berantakan dan berusaha berdiri sambil terus mengarahkan pistol yang ada di tangan nya ke arah suami bibi sibah tersebut.
"Ini kedua kalinya paman ingin mencoba melecehkan ku"
Ucap Elvitania tiba-tiba.
Mendengar ucapan Elvitania seketika laki-laki itu tercekat.
"Apa?"
"Dulu....dulu sekali saat Zulfa Putri paman masih di bangku sekolah nya, tidak kah paman lupa apa yang terjadi pada dia?"
Tanya Elvitania berusaha untuk menahan perasaan nya.
"Seolah-olah paman lupa pada satu karma mengerikan soal masa lalu yang paman buat sendiri"
"Kau bilang apa?"
Laki-laki itu seketika merasa tidak bisa bernafas dengan baik mendengar ucapan perempuan yang ada dihadapan nya itu.
Laki-laki itu terlihat mundur beberapa langkah.
"Kau bilang apa?"
"Zulfa yang membunuh salah satu laki-laki yang menghancurkan nya tapi aku yang menjadi tersangka nya"
"Tidak kah paman tahu kenapa Zulfa bisa dilecehkan dan diperkosa oleh para laki-laki itu beramai-ramai?"
Elvitania bertanya sambil menatap tajam bola mata laki-laki dihadapan nya itu.
"Sebab itu adalah karma karena sebelumnya paman pernah mencoba memperkosa ku ketika kamu aku mengantar kan pesanan kerumah mewah kalian di bulan-bulan sebelumnya"
Mendengar kata-kata Elvitania yang menggunakan nada cukup di tekan, seketika laki-laki itu gemetaran.
"Kau....?"
Dia fikir bagaimana mungkin gadis muda malam itu adalah Elvitania.
"Paman tahu? Jika bukan karena wanita pelayan itu yang menyelamatkan ku, aku mungkin kehilangan masa depan yang sama seperti Zulfa"
Elvitania tampak terkekeh kecil kemudian dia menatap tajam bola mata laki-laki itu untuk beberapa waktu.
"Mungkin bukan aku saja yang nyaris menjadi korban, bisa jadi ada banyak korban yang tidak pernah ketahuan"
__ADS_1
"Tidak kah paman ingat wajah orang yang menyelamatkan harga diri putri paman? tidakkah paman ingat wajah gadis miskin yang ingin paman nodai? lalu bagaimana keluarga kalian bisa menjadi manusia mengerikan yang bahkan tidak tahu cara berterima kasih?"
"Setelah apa yang kalian lakukan, berani-beraninya bibi sibah menjebak ku, memanipulasi hubungan ku dengan Zahir dan Sherkan, bahkan ingin memisahkan aku dengan suami ku? lalu hari ini berani-beraninya paman ingin melecehkan ku kembali?"
Elvitania jelas berteriak sekuat tenaga nya, menatap jijik laki-laki yang ada di hadapannya itu sambil kedua tangannya menggenggam erat pistol yang terus mengarah ke paman ke dua.
"Bahkan karena kalian aku kehilangan ayah ku, uang yang di janjikan bibi ke dua pada ku bahkan tidak pernah aku dapat kan setelah aku mengaku membunuh dan di penjara"
"Bagaimana laki-laki seperti paman masih punya harga diri untuk menyapa ku bahkan hari ini mencoba kembali untuk menghancurkan masa depan pernikahan ku?"
Seketika laki-laki itu mencoba berpegangan pada tiang Kursi di samping nya.
"Kau... bagaimana mungkin orang itu adalah kau..."
Laki-laki itu gemetaran, mencoba untuk berdiri dengan benar, berusaha melangkah untuk kembali mendekati Elvitania.
"Aku hanya ingin tahu, apa kata dunia jika aku membuka kisah lama tentang keluarga kalian? apa kata Sherkan saat dia tahu soal semua kenyataan kenyataan, bahkan untuk memanipulasi kasus Zulfa agar menjadi kasus ku, bukan kah uang yang digelontorkan tidak lah sedikit? aku yakin uang Azzura cukup banyak tenggelam disana"
Mendengar ucapan akhir Elvitania, laki-laki itu jelas gelagapan.
"Tutup mulut kamu dan jangan pernah membuka aib lama yang telah kami simpan selama bertahun-tahun"
Dia jelas gelagapan, mencoba Bergerak cepat mendekati Elvitania dan berusaha merebut pistol itu dengan cepat.
Elvitania jelas terkejut, langsung berusaha mempertahankan pistol di tangan nya untuk beberapa waktu.
Pergulatan jelas terjadi hingga akhirnya....
Dorrrrrrr
Doorrrrr
Doorrrrrr
Tiga kali suara tembakan memecah keheningan bersamaan dengan datangnya Beberapa pengawal mereka yang melesat masuk kedalam rumah.
Seketika semua orang tercekat.
Darah segar mengalir disana, mulai menetes jatuh membasahi lantai.
Paman kedua jelas membulat kan bola mata nya.
Elvitania tidak bergeming memperhatikan bagian bawah sana kemudian tiba-tiba pandangan nya memudar dan...
Brakkkkkk
"Elvitaniaaaaa"
Bisa dia dengar samar-samar suara Sherkan dan bayangan laki-laki itu datang menghampiri dia dengan kepanikan yang luar biasa.
Suasana seketika menjadi begitu kacau balau.
__ADS_1