
Mendengarkan ucapan dari Yash jelas saja membuat alesia mengerut kan keningnya sembarinya bola matanya tampak berkaca-kaca dan sedikit memerah.
"Aku masih tahu batasan ku Yash Dan aku sadar aku seorang istri, meskipun aku hilirmu di keluarga Khadafi aku tetap menjaga namamu dalam berbagai macam bentuk agar aku tidak mempermalukanmu atau menurunkan harga dirimu sebagai seorang suami"
Alessia langsung menjawab dengan cepat, menatap netra Yash dengan lekat.
"Kemarahanmu saat ini benar-benar tidak beralasan Yash, apa kamu lupa bagaimana Diana, dengan berbagai macam kisah nya dengan para laki-laki di masa lalu? bagaimana dia mencoba untuk menggoda mu? dia bisa cepat membohongimu dan saat ini kamu akan kembali mau dibohongi oleh dirinya?"
Tanya Alessia kemudian, dia bicara mengambil keberanian besar, membantah seluruh ucapan Diana tentang diri nya.
"Ini bukan soal kebohongan atau tidaknya dari Diana, yang aku bicarakan saat ini kau hilir mudik ke rumah seorang laki-laki, tidakkah kau mengerti maksudku, aku... oh shi..t lupakan saja"
Yash mengeram kesal, dia memukul stir mobilnya dengan sedikit keras hingga membuat Alessia memundurkan tubuhnya, ini pertama kali nya dia melihat seorang Yash melakukan hal sekasar itu terhadap diri nya sendiri di hadapan Alessia, meskipun tidak di pungkiri beberapa kali Yash menekan nya tapi Yash tidak pernah marah dan mencoba menyakiti dirinya sendiri.
Alessia menatap telapak tangan Yash yang memerah untuk beberapa waktu
Pada akhirnya laki-laki itu tidak lagi mengeluarkan suaranya, Yash terlihat mencoba mengendurkan dasinya dengan perasaan gerah, dia menghela kasar nafasnya untuk beberapa waktu.
Entahlah tidak tahu kenapa dia semarah ini saat ini, dia pikir kepalanya benar-benar akan pecah saat ini, ucapan Diana seolah-olah menjadi bom molotov untuk dirinya sendiri
Bayangan ayah mertua nya menghantui dirinya, wajah laki-laki tersebut dan senyuman Alessia yang begitu.... manis sejenak mengganggu perasaan.
Sial.
Umpat Yash kesal.
Alessia hanya bisa menghela kasar nafasnya, dia pikir Yash seolah-olah lupa dengan surat perjanjian mereka berdua sebelum menikah, laki-laki tersebut sendiri yang meminta dia membacanya dengan seksama dan jangan melanggarnya bahkan ya berkata dia tidak peduli Alessia ingin melakukan apapun juga ingin berbuat apapun.
__ADS_1
Laki-laki itu sama sekali tidak peduli dan tidak ingin tahu soal apapun yang dilakukan oleh dirinya.
Lalu bayangkan bagaimana bisa laki-laki tersebut kini mencoba melanggar janjinya, ini bukan soal dia ingin pergi atau tidak pergi tapi ini adalah di mana Alessia masih harus menyelesaikan sesuatu bersama tuan Khadafi.
Dia telah merencanakan semua ini dengan matang bersama Ehran bahkan juga bibi Tory, ada persoalan penting yang harus diselesaikan sebelum perceraiannya dengan Yash.
waktu mereka jelas tidak banyak lagi, tidak lebih dari satu bulan lagi yash akan menceraikan dirinya sesuai dengan surat perjanjian mereka dan Alessia harus menyelesaikan semuanya sebelum keputusan pengadilan dikeluarkan dan mereka resmi tidak lagi menjadi sepasang suami dan istri.
Karena dia tahu ketika mereka bercerai Alessia akan sangat sulit sekali untuk masuk ke keluarga hadapi dan menyelesaikan semua perihal di mana ini merupakan janji yang pernah dia buat bersama Hana sebelum perempuan itu meninggal di masa lalu dia dia menikah bersama Yash.
Ada janji khusus yang telah mereka ikat bersama di mana Alessia telah berjanji untuk menyingkirkan Diana dengan caranya, ada rahasia besar yang disimpan oleh Hana di masa lalu tentang perempuan tersebut dan juga tuan Khadafi
Ada beberapa teka-teki yang harus alesia sambung bersama bibi tory dan Ehran satu persatu, bahkan seorang perempuan yang bergerak di belakang Alessia selama ini.
Hampir 2 tahun jelas sangat sulit sekali untuk menyambung benang kusut perihal kasus yang diberikan Hana kepada dirinya, di mana perempuan itu berkata jika Madhuri sang ibu Diana menyimpan satu rahasia besar dan kelam di mas lalu, dan wanita tersebut juga yang telah menyingkirkan istri tuan Khadafi juga keturunan nya satu persatu di masa lalu.
Dan kini Yash tidak mengizinkannya untuk pergi kemanapun kecuali tetap tinggal di Mansion atau pergi ke perusahaan, itu artinya dia akan sulit untuk bergerak dan menuntaskan sedikit lagi yang hampir selesai untuk dirinya.
Gadis tersebut mencoba untuk menoleh kembali ke arah Yash dimana laki-laki tersebut kini kembali melajukan mobilnya namun sembari mengeratkan rahangnya, bisa dilihat sisa kemarahan dibalik wajah laki-laki tersebut saat ini.
Alessia pikir Diana benar-benar sudah melampaui batasannya, karena itu dia juga kali ini akan bertindak melampaui batasannya dan membuat perempuan itu tahu siapa Alicia sebenarnya.
Pewaris sah? Kau pasti sedang bercanda.
Ucap Alessia sedikit mendengus pelan.
"Jangan mengeluh dan mendengus karena peringatan ku"
__ADS_1
Tiba-tiba suara Yash mengejutkan Alessia.
"Aku tidak mengeluh dan mengeram Yash"
jawab Alessia siapa sembari mencoba untuk membuang pandangannya, kini fokus matanya ada di depan, dia tidak lagi menoleh ke arah Yash, pikiran Alessia terbang melayang entah ke mana, rasanya keadaan semakin tidak baik-baik saja.
Jika memang tidak memungkinkan untuknya keluar dan Yash mulai mengatur hidupnya, dia pikir dia harus berusaha untuk mencari cara bagaimana bisa keluar untung mendapatkan sesuatu di kediaman Tuhan hadapi di kamar Madhuri.
Hanya satu lagi yang ingin didapatkan sesuatu yang menjadi bukti besar dimana hal tersebut terus menghantui dirinya.
"Aku benci mengatakannya tapi belakangan kamu benar-benar sudah melampaui batasan mu menurutku, Alessia"
Dan ketika Yash berkata begitu, ini untuk pertama kalinya laki-laki tersebut memanggil namanya dari balik bibir tersebut, selama mereka menikah Yash sama sekali tidak pernah memanggil nama nya dengan benar bahkan selembut itu, bahkan mereka tidak pernah sekali pun memiliki obrolan meskipun hanya sekedar bertegur sapa atau bertanya kabar.
Setiap kali Alessia mengajak laki-laki tersebut bicara, alih-alih menjawab ucapannya Yash lebih baik acuh dan lebih memilih untuk diam dan sama sekali enggan melakukan interaksi balik.
Hampir 2 tahun menikah dia seolah-olah hidup bersama patung yang begitu kaku dan beku namun mampu bergerak ke sana kemari dan bisa bicara dengan orang lain tapi sama sekali tidak dengan dia.
Saat laki-laki itu barusan memanggil namanya seketika membuat Alessia menatap dalam rahang wajahnya yang sejak tadi terus mengeram, seolah-olah ada kekesalan tersendiri yang dirasakan oleh Yash saat ini.
Cukup lama mereka bergerak entah menuju ke arah mana hingga membuat Alessia terus mengerutkan keningnya, Alessia pikir laki-laki itu akan pergi ke mana membawa mobilnya, ini benar-benar bukan jalan menuju ke arah Mansion mereka.
"Yash ini bukan jalan pulang ke rumah, kau ingin membawa ku kemana?"
Alessia lagi-lagi tercekat, dia mencoba menahan nafasnya.
Salahkah dia mempertanyakan hal tersebut? Sebab selama hampir 2 tahun pernikahan mereka laki-laki tersebut tidak pernah membawanya pulang atau bahkan membawanya pergi ke manapun, jadi jika tiba-tiba laki-laki itu membawanya saat ini entah kemana jelas saja membuat alesia langsung panik dan bingung.
__ADS_1
Alih-alih menjawab Yash malah berkata.
"Mari bertemu dengan tuan scoot, aku pikir proyek yang kita jalani saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja setelah gosip yang dilakukan oleh Diana pagi ini"