Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Berikan aku sedikit lagi waktu


__ADS_3

Mansion Utama Sherkan


Kamar utama


Bisa Sherkan lihat Elvitania perlahan mulai menggerakkan jari-jari tangan nya, wajah putih pucat itu membuat laki-laki itu terus-terusan merasa khawatir.


Tidak tahu ada apa, begitu pulang tiba-tiba sang istri pingsan begitu saja, membuat dirinya serta seisi rumah panik.


Awal nya dia fikir apa mungkin Elvitania sakit atau ada apa, tapi tanpa sengaja dia mendapat kan sesuatu didalam tas istri nya.


Sherkan jelas membulatkan bola matanya saat dia melihat sebuah foto dan beberapa lembar kertas yang cukup membuat dia terkejut.


Rahang nya jelas saling beradu, dia menggenggam erat telapak tangan nya secara perlahan.


"Carikan aku informasi soal sesuatu di masa lalu"


"Tidak, aku hanya ingin tahu soal sesuatu"


"Pastikan apa yang terjadi di masa lalu, aku ingin tahu ada apa dengan istri ku dan putri bibi ke dua"


"Apakah wanita itu melakukan sesuatu diam-diam dibelakang semua orang"

__ADS_1


"Dan cari tahu soal kenyataan sebelum istri ku bertemu dengan putra bungsu Hillatop"


Begitu Elvitania membuka bola matanya secara perlahan, Sherkan terlihat mengelus lembut wajah perempuan tersebut.


"Ada apa?"


Tanya laki-laki itu pelan.


"Ada sesuatu yang tidak nyaman? atau sesuatu yang buruk terjadi?"


Saat pertanyaan itu meluncur dari balik bibir Sherkan, Elvitania terlihat menatap bola mata laki-laki itu untuk beberapa waktu.


Ingatan demi ingatan dikepalanya terus Menghantam fikiran nya, dia hanya merasa lelah berfikir dan butuh waktu untuk menghilang kan kesulitan dalam pemikiran nya.


Dua orang dikehidupan nya seolah-olah saling berlomba-lomba masuk kedalam pemikiran nya, mencoba membangun sebuah istana didalam hati nya dimasa lalu.


Disatu sisi yang dia ingat dia mencintai dan dicintai oleh Zahir, tapi di sisi lain yang dia ingat dia pernah mencintai Laki-laki dihadapan nya itu dan Laki-laki dihadapan nya itu selalu hadir dengan kisah cinta yang berbeda.


Mereka seolah-olah terikat dalam satu kenangan yang masih samar-samar, seolah-olah masih tersimpan didalam kotak kaca, mencoba untuk terus meraba dan mengingat-ingat apa yang terjadi sebenarnya.


Asing tapi terasa begitu dekat dan hangat.

__ADS_1


Tapi ketika dia ingat malam kejadian tragedi kala itu, seketika dia menjadi kecewa, sosok di hadapannya itu pernah menyakiti nya dan menorehkan luka berbeda didalam hatinya.


Siapapun yang mendapatkan perlakuan diposisi nya dikala malam itu pasti tahu bagaimana rasanya, dia hanya marah kenapa Sherkan bertindak gegabah dan tidak bisa menekan kesabaran nya.


Dia marah dan Kecewa ketika Laki-laki itu terpengaruh pada situasi.


Tapi setiap kali dia mengingat soal sesuatu yang acak dimasa lalu soal laki-laki itu, seketika Amarah itu mereda dan membuat Elvitania berfikir.


Berikan aku sedikit lagi waktu untuk menghilang kan rasa trauma ku, dan berikan aku sedikit lagi waktu juga untuk menyusun kembali ingatan lama.


Sedikit lagi waktu untuk bersabar menghadapi diriku.


Aku hanya butuh waktu untuk mulai terbiasa pada hal yang belum membuat aku terbiasa.


"Elvitania"


Suara Sherkan seketika mengejutkan dirinya.


Elvitania terlihat diam, kemudian secara perlahan dia kembali memejamkan bola matanya.


Bolehkah aku tidur sejenak lagi? aku hanya merasa sedikit lelah.

__ADS_1


__ADS_2