Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Kemarahan mendalam


__ADS_3

Sherkan baru saja masuk ke kamar nya, rasa lelah dan penat seharian bekerja membuat seluruh isi kepala dan tubuhnya Menjadi tidak sinkronisasi.


Dia fikir setidaknya membersihkan diri kemudian pergi mendapatkan makan malam menjadi pilihan terbaik untuk menghilangkan semua perasaan nya.


Laki-laki itu perlahan membuka pintu kamar nya, tidak ingin terlalu bergerak kasar dan tergesa-gesa, takut mengganggu Elvitania Didalam sana.


Tapi begitu pintu di buka, dia cukup terkejut saat melihat Elvitania berdiri tepat dihadapan nya.


Sherkan berusaha mengembangkan senyuman nya saat melihat perempuan itu terlihat berdiri dengan sengaja menunggu dirinya.


Laki-laki itu berjalan kearah Elvitania, bisa dia lihat bola mata Elvitania berkaca-kaca, mata sang istri memerah, terlihat gurat kemarahan di balik wajah cantik itu.


"Elv? apa ada sesuatu yang salah?"


Sherkan terlihat cemas, mencoba bertanya sambil bola mata nya tidak sengaja melihat map coklat di tangan Elvitania.


Sratttttttt


Brugggggh


Seketika Elvitania melempar map coklat yang ada di tangan nya kearah Sherkan.


Laki-laki itu terkejut, begitu map coklat Tersebut dilempar ke arah dirinya dan mengenai dadanya, seketika seluruh isi map tersebut berhamburan kemana-mana.


"Kau menarik kasus nya? menikahi aku Karena ingin lepas dari jeratan hukum?"


Suara Elvitania seketika meninggi, dia begitu marah saat membuka map yang diberikan pelayan kepada dirinya.


Dia tidak peduli siapa yang mengirim soal map dan isi nya Tersebut, tapi dia sadar kenapa Sherkan mau menikahi dia.


Laki-laki itu Menikahi nya karena ingin bebas dari jeratan hukum, Sesuai dugaan nya, malam itu Sherkan pasti sengaja memerintahkan anak buah nya menembak Zahir nya.


"Kau membunuh Zahir ku, kau sengaja membunuh Zahir ku"


Pekik Elvitania sambil berusaha melempar apapun yang ada di sekitar nya, dia marah, benar-benar marah.


Foto-foto Dan beberapa bukti yang di kirimkan oleh sang pengirim cukup membuat dia yakin Sherkan benar-benar memanfaatkan Diri nya.


Sherkan jelas terkejut mendengar ucapan Elvitania.


Dia langsung meraih sebuah kertas yang ada di hadapannya, meraih beberapa gambar yang cukup membuat dia terkejut.


Seorang laki-laki yang pernah menjadi anak buah nya, yang menarik pelatuk pistol tanpa perintah dari nya malam itu terpampang jelas disana.


Beberapa foto dia bersama laki-laki itu di masa kemarin saat dia keluar masuk ke club malam.


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan, siapa yang mengirimkan semua ini?"

__ADS_1


Sherkan jelas tercekat, dia Fikir seseorang sedang berusaha membuat situasi di Antara dirinya dan Elvitania semakin memanas.


Dia mencoba menyentuh wajah Elvitania, Dimana Perempuan itu terus bergelut dengan kemarahan nya.


"Lihat aku, ini sebuah kebohongan"


Sherkan bicara dengan suara tertahan, jutaan rasa bersalah dan hancur bersatu menjadi satu.


"Don't touch me"


Satu kata mengerikan itu keluar dari bibirnya Elvitania.


Suaranya terdengar begitu datar dan dingin, dia menatap laki-laki di hadapannya itu dengan penuh perasaan benci dan jijik yang mendominasi menjadi satu, dia menahan tangan nya agar Sherkan tidak melangkah maju.


"Kau fikir aku menginginkan pernikahan ini?"


Perempuan itu bicara dengan intonasi suara yang begitu dingin, bahkan saking dinginnya membuat laki-laki dihadapan nya itu diam tak berkutik.


"Bri..."


Laki-laki itu bicara pelan, wajah nya menampilkan kekhawatiran, ada jutaan penyesalan dibalik wajah tampan mendominasi tersebut.


Dan kesalahan nya dia salah menyebut kan nama Elvitania.


"Aku bukan Britania, apa kau fikir aku dia? aku bilang aku bukan saudara ku, aku bukan pelacur, aku gadis baik-baik yang memiliki ribuan impian di masa kemarin, bahkan aku memiliki calon suami ku sendiri"


Pekikan histeris terus keluar dari perempuan itu, memenuhi ruangan bisu yang tidak seorang pun berani masuk kedalam sana.


"Aku tidak membunuh Zahir"


Laki-laki itu menekan suaranya selembut mungkin, mencoba menyentuh wajah penuh kepedihan dihadapan nya itu.


"Kau Fikir ditengah ketidakberdayaan ku malam itu aku buta? aku masih bisa melihat, disisi kanan ada Hendrik,disisi kiri ada laki-laki lain"


Elvitania berusaha tertawa dengan suara mengerikan.


"Jadi dia anak buah mu? dia menarik pelatuk nya dan pelurunya menembus tepat menuju ke punggung hingga menembus jantung Zahir ku"


Elvitania kembali berteriak histeris, menepis kasar tangan kokoh itu yang mencoba menyentuh wajahnya, ingatan malam itu begitu menyakitkan, dia ingin mengulang semua waktu tapi dia tahu itu semua tidak akan mungkin terjadi.


"Aku benar-benar tidak melakukan nya, ini kesalahpahaman elv"


"Bajingan....kau berani-beraninya kau menipu ku"


"Aku tidak menipu mu elv, aku...."


Sherkan berusaha untuk memberikan penjelasan, ini kesalahpahaman, seseorang memanipulasi keadaan.

__ADS_1


Malam itu dia tidak memberikan perintah, laki-laki di foto itu kini menghilang entah kemana.


Dia menikahi Elvitania karena dia memang ingin menikahi nya.


Bukan karena dibalik malam kelam itu, tapi karena sedari awal dia memang mencintai perempuan itu dengan cara yang berbeda.


Pertemuan manis dengan Perempuan itu dimasa lalu, hubungan rumit dimana Sherkan Bergerak didepannya lebih dulu.


Tipuan Britania, kesalahpahaman besar.


"Kau sebenarnya siapa?"


Hari itu Serkan bertanya sambil mengerutkan keningnya.


Dia bertemu Britania di kediaman Ghanem dan Violet, dia fikir mungkin kah dihadapan nya Bukan Britania? semua nya terlihat berbeda, bahkan dia fikir bola mata itu pun terlihat berbeda.


Serkan benar-benar tidak menemukan sosok Britania yang dulu di sana.


"Lepaskan tanganmu,itu menyakiti ku"


Bahkan perempuan itu tidak pernah menyebut nama nya lagi seperti dulu.


"Sekali lagi Aku tanya, kau siapa?"


Mendengar pertanyaan Serkan, Perempuan itu diam sejenak.


Saat perempuan itu ingin bicara, tiba-tiba Ghanem datang mendekati mereka.


"Ada apa?"


Laki-laki itu bertanya seolah-olah mencoba melindungi Britania.


Kini Sherkan Sadar malam itu yang dia ajak Bicara Elvitania.


Dan sejak awal dia memang mencintai Elvitania, bukan Britania.


"Sekali saja kau berani menyentuh ku, aku pastikan kau akan lebih menyesal dalam seumur hidup mu"


Kalimat peringatan terakhir Elvitania seketika membuat Sherkan kehilangan kata-kata nya.


Laki-laki itu mematung saat Elvitania membalikkan tubuhnya, menangis terisak membelakangi dirinya.


Rasanya ingin sekali dia memeluk perempuan itu dan berkata.


Sejak awal hubungan kita di tipu oleh banyak orang, tidak kah kamu ingat beberapa pertemuan di antara kita? bahkan ciuman panas di dalam kolam renang dimana kamu tenggelam ada aku yang menggapai dirimu.


Bukan Zahir, tapi itu adalah aku, tapi alam bawah sadar mu selalu berkata Zahir lah yang menyelamatkan dirimu.

__ADS_1


__ADS_2