
Minimarket
Pusat kota
tengah malam.
Alessia menatap sosok laki-laki yang masih berada di atas motor besar yang ditunggangi nya di balik ruang kaca mini market dimana sosok tersebut memarkirkan motornya tepat didepan mini market dia bekerja, bisa dilihat laki-laki tersebut terlihat begitu macho dan tangguh dalam balutan jaket Levis mendominasi berwarna hitam, dia tahu laki-laki tersebut menunggu Alessia keluar dari tempat dimana dia bekerja.
Wajah tampan dengan style luar biasa membuat laki-laki tersebut digandrungi banyak perempuan dan gadis di sekitarnya.
Dia hanya kebetulan menjadi gadis pilihan, yang membuat laki-laki tersebut tertarik pada dirinya.
Alessia mencoba mengabaikan pandang nya, dia memilih untuk fokus men scan satu persatu belanjaan konsumen dihadapan nya.
Suara alat scan membuat Alessia kembali fokus pada pekerjaan nya, beberapa pengunjung mulai antri untuk membayar belanjaan mereka.
"Pacar kamu datang untuk menjemput kamu"
Teman kerjanya berbisik kearah Alessia saat dia menyadari laki-laki yang sering menjemput temannya itu belakangan terus aktif menunggu didepan sana, sudah hapal dan khatam jadi sudah tidak heran lagi.
__ADS_1
Alih-alih menjawab gadis tersebut mengabaikan nya.
"Alessia?"Dia mengerutkan keningnya.
"Katakan padanya malam ini aku lembur"Alessia berkata cepat.
"Ya?" teman nya jelas terkejut.
"Maksud kamu?" Dia bingung, seharusnya Alessia tidak mengambil waktu Lembur di hari ini.
"Katakan pada nya untuk pulang dan jangan menunggu ku" Alessia tidak menoleh, mengabaikan teman kerjanya, enggan menatap kedepan karena dia pikir tidak ada yang mesti mereka bicarakan.
Ada banyak pertimbangan yang harus dia buat, dia tidak butuh cinta saat ini, yang dia butuhkan uang untuk kehidupan dia dan saudara nya dan uang juga untuk masa depan mereka.
Cinta pada akhirnya membunuh dan membutakan dia, Alessia tidak bisa memproritaskan cinta di atas segala-galanya karena ada yang jauh lebih penting daripada cinta.
"Tapi Alle...?"Sosok disamping nya terlihat ragu-ragu.
Dia menatap teman nya lekat, agak terkejut karena perubahan Alessia, dia pikir gadis tersebut tidak pernah menampilkan ekspresi seperti itu sebelumnya, dia tahu laki-laki didepan tersebut begitu mencintai Alessia.
__ADS_1
meskipun tidak ada yang tahu status laki-laki tersebut sesungguhnya, tapi dia percaya laki-laki itu seperti nya bukan dari keluarga sembarangan melihat pakaian yang digunakan nya bukanlah barang murahan.
Hanya saja Alessia seperti nya tidak menyadari nya, karena gadis tersebut terlalu polos dan tidak paham pada barisan barang mewah dan berkelas.
"Pergilah"Ucap Alessia masih fokus pada pekerjaannya.
"Kalian bertengkar?"Dia bertanya pelan.
"Bisakah sedikit lebih cepat? aku terburu-buru"
Perempuan yang menunggu barang nya menatap kedua orang tersebut dengan tatapan kesal, dia pikir bisa-bisanya pegawai mini market terlalu banyak berceloteh saat melayani konsumen nya.
"Profesional please"Ucap nya lagi sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet nya.
Alessia dan teman nya hanya bisa menundukkan kepala mereka, merasa tidak enak karena tindakan mereka.
Dengan ragu-ragu teman Alessia beranjak dari sana, berusaha menemui laki-laki didepan sana yang menunggu Alessia.
"Dasar"Pengunjung tersebut terlihat mengomel dan menatap kesal kearah gadis yang baru saja beranjak tersebut.
__ADS_1
Alessia hanya bisa menghela nafasnya, pada akhirnya dia mmbiarkan matanya dan tangan nya terus fokus pada apa yang dikerjakan nya.