Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 36 Y & A


__ADS_3

Alessia baru saja menyelesaikan tugas-tugas nya dimana menyiapkan makanan dan lain sebagainya telah menjadi tugas pokok selama pernikahan mereka, Yash sedikit sulit mengkonsumsi makanan masakan orang lain, dulu orang yang biasa memasak makanannya adalah Hana, setelah Hana meninggal mereka membawa dan membayar koki khusus untuk menyajikan makanan untuk semua penghuni rumah, tapi pada akhirnya sang koki mengambil masa cuti panjang saat dia memutuskan untuk menikah.


Awalnya ditengah kebingungan yang melanda dimana pelayan rumah tidak pandai membuat makanan sesuai dengan lidah Yash dan ibu mertua nya, dimana semua tukang masak telah berganti hingga puluhan orang, Alessia memberanikan diri diam-diam membuat makanan setiap matahari masih terlalu jauh terbit di pagi hari, rupanya seluruh lidah orang cukup menyukai masakannya, mereka pikir salah satu pelayan yang membuatnya, Alessia memilih untuk tidak memberitahukan kepada mereka jika Alessia yang membuat makanan tersebut selama beberapa bulan hingga akhirnya setelah hampir satu tahun berjalan semua orang baru tahu jika dia yang membuat makanannya dan orang pertama yang mengetahui nya adalah sang ibu mertuanya.


Meskipun wanita itu di masa lalu tidak begitu menyukainya tapi Alessia Cukup lega, wanita itu tidak bermulut pedas sehingga harus menyinggung perasaannya setiap kali bicara.


Sang ibu mertuanya hanya menampilkan sikap tidak menyukainya karena yang mereka inginkan menjadi pengganti Hana bukanlah dirinya melainkan Diana.


Kini Seolah-olah telah terbiasa, lidah orang satu rumah telah bergantung dengan berbagai menu masakan yang dibuat oleh nya.


Sejenak bola mata gadis tersebut menatap ke arah kasur dimana Yash tampak masih terlelap didalam tidurnya, Alessia melirik kearah jam yang ada di dinding kamar, bisa dilihat hari masih menunjukkan pukul 6 kurang 20 menit, dia pikir masih ada sekitar 10 menit sebelum Yash bangun dari tidur biasanya.


Gadis tersebut secara perlahan mendekati tubuh sang suaminya, dia memilih duduk tepat di samping kanan Yash sembari bola matanya tidak melepaskan pandangannya pada laki-laki tersebut.


Seulas senyuman mengambang di balik wajah Alessia, gadis itu menyentuh lembut ujung rambut Yash, dia secara perlahan mengusap nya dan mungkin ini telah menjadi tradisi dan kebiasaan Alessia untuk Yash, dia mencium lembut kening suaminya didalam lelap nya sembari memanjatkan doa agar laki-laki tersebut dihindarkan dari segala kesulitan yang tidak bisa ditanggungnya.


Bismillahirrahmanirrahim.


“Allahumma Innii As-alikal ‘Afwa Wal ‘Aaffiyah Fid Dun-yaa Wal Aakhirah. Allahumma Innii As-Alukal ‘Afwa Wal ‘Aafiyah Fi Diini Wa Dunyaa-ya Wa Ahlii Wa Maalii. Allahummas-Tur ‘Au-Raatii Wa Aamin Rau-‘aatii,”.


“Allahumma-Fadz-Nii Min Baini Yadayya Wa Min Khalfii Wa ‘An Yamiinii Wa ‘An Syimaalii Wa Min Fauqii. Wa A-‘Uudzu Bi ‘Adzmatika An-Ughtaala Min Tahtii,”

__ADS_1


Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon ampunan-Mu dan bebaskanlah aku dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon ampunan kepada-Mu agar terhindar dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku,“


“Ya Allah, lindungilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku,”


Setelah itu secara perlahan gadis tersebut menyentuh lembut wajah Yash, dia secara perlahan membangunkan laki-laki tersebut dalam tidur nya.


"Yash..."


Alessia bicara dengan begitu lembut, mencoba menepuk-nepuk lembut wajah laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.


"Yash... Sudah hampir jam 6 pagi"


Laki-laki tersebut menggeliat pelan, menggeser tubuhnya enggan dimana dia samar-samar mendengar seseorang memanggil nama nya.


Yash masih merasa cukup lelah, mengingat semalam dia terlelap cukup larut karena berbagai macam pemikiran yang menghantam nya.


"Yash..?".


Lagi laki-laki tersebut mendengar suara lembut dibalik telinga nya, entahlah rasanya sudah lama sekali ada satu rasa yang membuat dirinya bergejolak di pagi hari, dia merasa sesuatu dibawah sana tidak baik-baik saja setelah bertahun-tahun tidak terjaga.


Suara halus dan sentuhan halus di balik telinga dna wajah nya cukup membuat kerinduan tersendiri membuncah di dalam diri nya, entah apa yang dia pikirkan saat sekali lagi dia mendengar seseorang memanggil nama nya,

__ADS_1


"Yash.."


Laki-laki tersebut refleks menarik tangan yang menyentuh pipi nya, membawa nya masuk kedalam pelukan nya dan memaksa hatinya untuk mendekapnya.


Alessia tersentak kaget saat dia sadar Yash menarik tangan nya secara tiba-tiba, kemudian tanpa bisa dia hindari, tubuh nya terguling ke kasur mendominasi berwarna putih tersebut, laki-laki itu menenggelamkan dirinya dan membuat dia berbalik masuk kedalam pelukan Yash dan tenggelam dibawah Kungkungan nya.


"Yash...aku .."


Alessia tercekat, dia mencoba bicara tapi didetik berikut nya laki-laki tersebut memeluk erat tubuh nya, dan Alessia merasa sesuatu dibawah sana mengeras dan mengenai perutnya.


Apa itu?!.


Seketika jantung gadis tersebut berdetak begitu kencang.


*****


Catatan \=


Mak author ga pernah kasih catatan yah Mak🤧? InsyaAllah Yash dan Alessia di sini hingga akhir, kalau belum di post kisah yang lain itu karena le..vel anjlok jadi diri ku menahan dulu Mak, kalau anjlok artinya ga bisa lanjut up.date karena sama kek kerja rodi tanpa bayaran Mak, Secara kan pul'sa, kuo'ta dan listrik mau di bayar kan Mak?.


Bukan sengaja di gantung Mak tapi nunggu le.vel normal baru bisa nulis Mak, kalo belum normal diri ku ga bakal lanjut nulis kek Hayat dan Ahem, Karla dan Lucas, Gea dan Darrel semua belum di lanjut karena le.vel.anjlok mengerikan Mak🤧. jadi mohon pengertiannya yah Mak🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻.

__ADS_1


__ADS_2