
Alessia jelas terkejut, mencoba menatap ke arah bibi Kanina agar Yash tidak membawa nya tapi bisa dia lihat sepertinya wanita itu membiarkan Yash membawa dirinya.
Lagi dia pikir Yash terlihat menampilkan ekspresi yang aneh sembari laki-laki tersebut mengeratkan rahangnya.
Alessia menatap tangan nya yang terus digenggam oleh laki-laki tersebut mulai keluar dari dalam ruangan di mana tuan Khadafi berada lantas menyusuri area rumah sakit hingga menuju ke bagian parkiran.
Meskipun bingung dengan keadaan Alessia berusaha untuk tidak memberontak, orang-orang berkata di dalam rumah tangga tidak tahu apa yang terjadi namun ketika melihat laki-laki sepertinya tengah marah atau kesal seorang perempuan lebih baik memilih diam untuk menghindari pertengkaran atau hal-hal yang tidak diinginkan.
Gadis tersebut memilih diam sembari menggigit bibir bawahnya.
Setelah mereka keluar dari rumah sakit dan bergerak menuju kearah parkiran, Alessia terlihat berjalan sedikit kesulitan sebab dia harus mengikuti langkah Yash dimana laki-laki tersebut berkata jauh lebih cepat dengan langkah yang lebar dimana tangan laki-laki tersebut terus menggenggam erat telapak tangan nya.
Bolehkah dia protes? Tapi jika terus diam dia merasa Yash terlalu erat menggenggam telapak tangan kecil nya, ukuran telapak tangan laki-laki tersebut jelas jauh lebih besar dari ukuran telapak tangan nya yang kecil dan halus, Alessia merasa cukup kesakitan ketika lama-lama telapak tangan nya digenggam oleh laki-laki tersebut.
"Yash. Kau menyakiti tangan ku"
Pada akhirnya Alessia mulai protes, dia mencoba mengingatkan Yash, namun meskipun seperti itu dia berusaha untuk tetap menjaga intonasi nadanya, tidak ingin bicara dengan kasar atau dengan suara yang keras, dia sadar diri jika dia adalah seorang istri, bukan seorang teman atau seorang lawan.
"Aku kesulitan mengikuti langkah mu"
Tambah nya lagi.
Mendengar ucapan dari Alessia seketika Yash terdiam, laki-laki tersebut langsung menghentikan langkah nya dengan cepat dalam hitungan detik.
Alessia yang masih berusaha mengikuti langkah Yash seketika Terkejut, dia membulatkan bola matanya karena laki-laki tersebut menghentikan langkah nya secara mendadak didepan nya.
Dan gadis tersebut Secara refleks ikut mencoba menghentikan langkah kakinya namun sepertinya dia cukup terlambat, karena takut menabrak Yash, Alessia berusaha untuk menahan langkah tapi siapa sangka dia malah kehilangan keseimbangan nya dan Seketika tubuh nya oleng.
Eh....?!.
Alessia seketika langsung terbelalak kaget, dia pikir dia benar-benar akan terjatuh kebelakang, Seketika gadis tersebut memejamkan bola matanya, tapi siapa sangka tiba-tiba saja Yash yang menyadari posisi mereka seketika langsung menarik tangan Alessia, dia dengan cepat memutar tubuhnya dan....
Bagaikan gerakan slow motion mereka berpindah posisi dimana Yash yang tiba-tiba berada di posisi Alessia dan.
Brakkkkkk.
Laki-laki tersebut terjatuh dan membiarkan Alessia yang menindih tubuh nya.
__ADS_1
"Oh ****"
Yash terdengar mengumpat, berusaha untuk menahan kepalanya agar tidak terhempas ke lantai.
Dia pikir dia tidak sekuat muda dulu, saat Hana hampir jatuh dia sering menjadikan dirinya tameng untuk istrinya tersebut, dulu tidak pernah merasa sakit sedikitpun, dia selalu melindungi perempuan tersebut dalam keadaan apapun, sekarang tiba-tiba merasa sangat tua, karena untuk melindungi Alessia saja rupanya tidak sehebat dia berusia lebih muda 5 tahun dari saat ini.
Yash mengumpat kesal karena terasa cukup lemah.
Mendengar suaranya Yash,hal tersebut sontak membuat Alessia terkejut setengah mati, dia mencoba untuk membuka bola matanya dengan cara membuka salah satu bola mata yang secara perlahan.
Gadis tersebut seketika langsung terbelalak kaget saat dia menyadari posisi dirinya yang berada di atas tubuh Yash.
Hahh...?!.
Alessia seketika membeku, bola mata nya tak sengaja bertemu dengan bola mata Yash, mereka seolah-olah sama-sama membeku karena keadaan.
Bagaikan adegan drama-drama penuh Cinta, mereka saling menatap Antara satu dengan yang lainnya.
Entah apa yang Alessia pikirkan saat ini, yang jelas dadanya terasa berdebar-debar setiap kali dia menata bola matanya tapi kali ini laki-laki tersebut terlihat menatapnya dengan sangat intens.
Hal tersebut sontak membuat dia semakin berdebar-debar tidak menentu, seolah-olah jantung dan hatinya diobrak-abrik begitu saja saat ini.
Bagaimana mengungkapkannya? dia sama sekali tidak paham dengan perasaan nya, yang jelas rasanya begitu aneh dan membuat dia berpikir bisakah dia menghentikan waktu sejenak saja agar dia bisa menatap wajah laki-laki yang dia cintai tersebut lebih lama daripada saat ini.
Namun dia juga tahu dengan keadaan dan dia tidak terlalu berani berharap.
Cukup lama mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya hingga akhirnya seketika Alessia mencoba tersadar dari tatapannya, dia tahu Yash paling tidak suka di tatap lama-lama.
"Maafkan aku"
Gadis tersebut bicara sedikit gemetaran,dia berusaha untuk bangun tapi sedikit bingung, dia bahkan mencoba menahan dada Yash agar bisa bangun dengan cepat.
"Alessia kau menyakiti dada ku, berhenti bergerak"
Tiba-tiba saja laki-laki tersebut berkata begitu, menahan tangan Alessia agar tidak bergerak lebih jauh.
Sebenarnya bukan dada nya yang menjadi persoalan saat ini, saat Alessia bergerak Gadis tersebut mungkin sedikit ceroboh menggeser kakinya, Hingga hal tersebut menciptakan satu gesekan di bawah sana, dia pikir sudah berapa kali dia mendapatkan respon tersendiri tiap kali bersentuhan dengan Alessia belakangan ini, dan itu sedikit menyiksa dirinya.
__ADS_1
"Maaf, maafkan aku"
bisa dia dengar Alessia berkali-kali berkata maaf, dan dalam beberapa detik kemudian beberapa orang terlihat berdatangan dan berusaha untuk membantu mereka.
"Apa yang terjadi?"
"Anda tidak apa-apa tuan, nyonya?"
Dua perempuan yang satu berusia sekitar 35 tahunan dan yang satu masih cukup muda berusia sekitar 28 tahunan Bertanya cepat, dia mendekati Alessia dan membantu Alessia untuk berdiri dari posisi nya dengan cepat.
"aku baik-baik saja terimakasih"
Alessia menundukkan kepalanya berulang-ulang, cukup merasa malu dengan kesadaran.
Perempuan yang membantu Alessia terlihat menatap kearah Alessia kemudian menatap kearah Yash, sebenarnya dia ingin menduga-duga, bagaimana bisa kedua orang tersebut terjatuh dan saling tindih, tapi dia berusaha menahan sejuta tanda tanya dihati nya.
Dia pikir apakah kedua orang tersebut tidak saling mengenal? Bahkan pemikiran aneh bergelayut dikepalanya, seketika satu pemikiran buruk melintas di benaknya.
Teman nya juga terlihat melirik sejenak kearah dirinya, terlihat mengerutkan keningnya sambil ikut menduga-duga, apa mungkin gadis dihadapan mereka seorang pelakor atau penggoda iman laki-laki matang?!.
Tidak heran di jaman sekarang gadis muda dan cantik kecantol laki-laki matang, mapan dan jelas sudah beristri.
"Dia istri ku"
Ditengah pemikiran buruk yang menghantam kedua orang tersebut, Yash buru-buru langsung bicara, seolah-olah tahu apa yang dipikirkan oleh dua perempuan tersebut dimana mereka menatap sedikit aneh kearah Alessia.
"Ya?"
Kedua perempuan itu tampak terkejut, wajah mereka seketika memerah karena malu sudah menduga yang tidak tidak.
"Istriku memang sedikit ceroboh, terimakasih banyak atas bantuan kalian"
Meski bagaimanapun Yash tetap lah Yash, bicara dengan nada datar nya, berterima kasih lantas menunggu Alessia segera masuk ke dalam mobil nya secepat nya.
"Kita harus kembali kerumah sekarang juga"
Dan Alessia sendiri terlihat mematung mendengar Yash kembali menyebut nya dengan kata Istri.
__ADS_1
Istri nya?!.
Jantung Alessia terasa tidak baik-baik saja.