Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Tempat rekomendasi


__ADS_3

Kamar hotel Sherkan dan Elvitania


Malam sebelum pernikahan Arch dan Rubi.


Elvitania terlihat baru saja keluar dari kamar mandinya, masih menggunakan Bathrobe milik nya, Perempuan tersebut langsung berjalan menuju ke arah meja hias yang memang sudah disediakan di hotel tersebut.


Sherkan terlihat baru selesai menggunakan pakaian nya, dia beranjak naik ke atas kasur menunggu istri nya untuk ikut naik ke atas.


"Jangan terlalu keras dengan Rubi"


Ucap Elvitania tiba-tiba.


Dia menatap wajah suami nya melalui cermin dimana Sherkan terlihat Meraih sebuah bantal dan mencoba menepuk-nepuk batal tersebut untuk beberapa waktu.


"Aku tidak seperti itu"


Jawab Sherkan sambil meletakkan bantal dibelakang kepalanya, dia mulai bersandar di sisi ranjang sambil menatap Elvitania yang mulai membersihkan wajah nya sebagai cairan pembersih.


"Dia dilanda kebingungan dengan pernikahan yang terkesan tiba-tiba"


Ucap Elvitania lagi.


"Aku tahu, entah kebetulan atau tidak sebenarnya sudah kita rencanakan untuk membuat mereka dekat dan menikah, kamu sendiri yang bilang Arch sosok laki-laki baik untuk Rubi"


"Hanya saja kejadian semalam membuat aku sedikit shock dan marah "


Mendengar ucapan suami nya membuat Elvitania diam, perempuan itu kemudian menetap kembali suaminya untuk beberapa waktu.


"Aku yakin mereka tidak melakukan hal yang buruk seperti itu"


Elvitania bicara pelan sambil membuang pandangannya.


"Arch laki-laki yang tidak gampang tergoda oleh siapapun dan Rubi aku tahu betul bagaimana karakter dia, gadis itu bukan type orang yang mau sembarangan menyerahkan harta berharga nya pada seorang laki-laki"


mendengar ucapan Elvitania, Sherkan tampak diam.

__ADS_1


Sherkan terlihat menghela Pelan nafasnya, dia memperhatikan kegiatan Elvitania, membersihkan wajahnya, sang istri terlihat menggunakan handbody serta sesuatu yang tidak dia pahami.


"lupakan soal Rubi dan Arch, sekarang katakan padaku kamu mau berlibur ke mana besok?"


laki-laki itu bertanya cepat.


"Tidak ingin pergi berbelanja atau ke tempat yang kamu sukai?"


mendengar pertanyaan suaminya sejenak Elvitania diam.


"sejauh ini aku belum memikirkannya"


dia menjawab sambil menggeser posisi duduknya kemudian secara perlahan Elvitania berdiri lantas berjalan menuju kearah serkan.


"Aku coba mencari tempat wisata terbaik nya"


Sherkan langsung meraih laptop miliknya, mencoba mencari tempat rekomendasi yang bisa di jadikan lokasi liburan bersama mereka.


"Usahakan tempat nya membuat Hasna merasa nyaman dengan situasi nya"


"Jangan cari tempat yang berbahaya dan terlalu ekstrim


Lanjut Elvitania.


Sherkan terlihat menganggukkan kepalanya.


"Itu yang aku pikirkan sejak tadi"


laki-laki itu bicara sambil mengembangkan senyumannya, tangan kirinya langsung meraih tubuh Elvitania, dia membiarkan perempuan itu masuk ke dalam pelukannya.


"Aku ingin kita pergi mencari tempat yang nyaman tapi tidak membuat Hasna kesulitan dengan banyak hal"


"Aku fikir sebaiknya pergi setelah pernikahan Rubi dan Arch, hitung-hitung itu sebagai sarana jalan-jalan bulan madu mereka juga"


Saran Elvitania kemudian.

__ADS_1


"Hmmm"


Lagi Sherkan mengangguk kan kepala nya.


Tangan kiri nya terus mengelus lembut kepala istrinya, sedangkan tangan kanan nya terus menggerakkan kursor untuk mencari tempat wisata liburan terbaik mereka.


Elvitania terlihat memperhatikan apa yang Sherkan cari sambil tangannya bergerak memainkan baju kaos sang suami.


Cukup lama berlangsung hingga akhirnya Sherkan berkata.


"Ini cukup baik?"


tanya laki-laki itu kemudian.


Sejenak Elvitania terlihat diam, beberapa waktu kemudian dia menganggukkan kepala nya.


"Ini juga baik"


"Aku akan bilang pada Arch setelah pernikahan mereka"


"Hmmm"


Obrolan demi obrolan terus berlangsung di antara mereka, hingga akhirnya Sherkan mulai menyingkir kan laptop milik nya ke atas meja.


Kemudian dia kembali memeluk sang istri sambil mencium lembut kening Elvitania untuk beberapa kali.


"Aku fikir ini waktunya mencetak Sherkan junior"


Bisik laki-laki itu sambil menurunkan wajah nya ke arah wajah Elvitania.


Mendengar ucapan Sherkan seketika wajah Elvitania memerah.


"Ishhh"


Dia langsung menenggelamkan wajahnya ke dalam dada Sherkan, cukup malu mendengar ucapan sang suaminya yang terdengar terlalu menggoda..

__ADS_1


__ADS_2