Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Keponakan yang luar biasa


__ADS_3

Elvitania secepat kilat membuka bola matanya, dia mendongak dan cukup terkejut bukan main saat sadar Sherkan sudah berada tepat di bawah nya, dalam posisi paling tidak menguntung kan menurut nya.


Dimana tubuh mereka jelas saling menindih antara satu dengan yang lainnya, dia menimpa tubuh laki-laki itu, dimana dada nya menindih dada Sherkan dan terasa sesuatu yang mengganjal dibawah sana.


Sherkan terlihat meringis kesakitan karena di tindih oleh nya.


"Oh God, sayang ini sakit sekali"


Kalimat refleks yang keluar dari bibir Sherkan seketika membuat Elvitania mematung.


Laki-laki itu mencoba menoleh kearah nya.


Seolah tersadar secepat kilat dia berusaha untuk bangun, cukup malu dan risih dengan posisi mereka.


Hasna menangis di samping kiri kanan nya, tidak tahu bagaimana cara mereka jatuh Elvitania tidak paham.


"Kalian tidak apa-apa? kamu terluka? oh sayang yang mana yang sakit?"


Sherkan berusaha membenahi posisi nya ketika Elvitania telah bergeser dari atas tubuh Sherkan.


Laki-laki itu dengan gerakan cepat melihat keadaan Hasna, menelisik tubuh gadis kecil itu dengan panik.


Dia menyentuh wajah Hasna sambil melihat apakah ada yang lecet di tubuh gadis kecil itu.


"Maafkan untie, untie tidak bermaksud membuat Hasna jatuh dan menangis"


Elvitania bergerak tidak kalah cepat, mencoba melihat adakah gadis itu terluka.


Dia menyentuh tangan dan kaki Hasna, bertanya panik ke arah gadis kecil itu.


Alih-alih menjawab, Hasna malah menggelengkan kepalanya, tangis nya seketika reda.


Elvitania terlihat menghembuskan nafas lega, dia fikir Hasna baik-baik saja.

__ADS_1


"Kamu terluka? aku fikir Lemari nya terlalu tinggi"


Sherkan bicara pelan sambil menatap ke arah Elvitania.


Perempuan itu hanya diam, tidak menjawab sama sekali.


Seperti biasa begitu kaku dan terlihat begitu datar.


Elvitania berusaha untuk berdiri tapi...


"Akhhhh"


Dia baru sadar kakinya terasa begitu sakit, dengan spontan dia meraih tubuh Sherkan dan berusaha untuk berpegangan.


"Kenapa? sakit kah?"


Sherkan buru-buru menahan tubuh Elvitania, kemudian dia mencoba memperhatikan kaki sang istri.


Sumpah... dia selalu berusaha untuk mengajak istri nya bicara, tapi perempuan itu selalu tidak menjawab dan berlaku begitu datar, itu kadang kala membuat dirinya jadi serba salah.


Elvitania berusaha menahan tangan nya di pundak Sherkan ketika sang suami duduk dan mencoba memperhatikan kaki kanan nya.


Hasna terlihat senyam-senyum menatap kedua orang dihadapan nya itu.


Dia fikir bukankah Uncle nya begitu manis dan romantis?!.


"Coba bergerak"


Sherkan bicara, mencoba menggenggam erat telapak tangan Elvitania.


Perempuan itu menurut, mencoba berjalan dan...


"Akhhhh"

__ADS_1


Dia kembali meringis, rasa nya begitu ngilu dan sakit.


"Aku fikir ini tidak baik"


Setelah berkata begitu, seketika Sherkan membungkukkan tubuhnya, dia secara refleks menggendong tubuh Elvitania begitu saja ala bridal style.


Seketika Elvitania membulat kan bola matanya, dia spontan terkejut, langsung menggenggam erat leher Sherkan karena takut terjatuh.


"Kita akan cari minyak urut nya, Hasna kemarilah naik ke atas kasur"


Sherkan bicara tanpa menoleh ke arah Elvitania, dia menatap Hasna dan berusaha meminta gadis kecil itu naik ke atas kasur lebih dulu.


Elvitania mencoba melepas kan genggaman tangan nya di leher Sherkan, dia cukup malu dan risih, mencoba untuk meminta laki-laki itu menurunkan dirinya.


"No sayang, ada waktu nya bersikap keras kepala"


Sherkan tiba-tiba bicara sambil menatap dalam bola matanya.


Sayang? berapa kali dia memanggil kata sayang?.


Elvitania langsung mengerutkan keningnya.


Mendapat tatapan dari laki-laki itu, seketika Elvitania diam, dia mencoba membuang pandangannya lantas hanya pasrah saat laki-laki itu menggendong nya menuju ke arah kasur.


Sherkan mengulum senyuman nya, dia fikir bukankah Hasna Begitu luar biasa?.


Ah Gadis itu benar-benar keponakan yang luar biasa, sejak tadi terus memberikan nya keuntungan manis dengan untie Cantik nya.


Sejenak Sherkan menoleh ke arah Hasna, gadis kecil itu terlihat mengedipkan sebelah matanya.


Laki-laki itu menggoyangkan jari telunjuk nya, dia fikir jangan-jangan Hasna sengaja melakukan semuanya.


Kamu benar-benar keponakan ku yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2