Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 100. Semakin Terpesona


__ADS_3

Setelah Bang Bule berteriak dengan keras sambungan panggilan video terputus.


“Ini Nona.” Ucap Richardo sambil menyerahkan hand phone Isomah.


“Kok sudah terputus?” tanya Isomah setelah menerima hand phone nya sambil melihat layarnya.


“Bang Bule yang memutus sambungan nya bukan saya Nona.” Ucap Richardo dengan nada sopan.


“Apa Bang Bule marah.” Gumam Isomah dalam hati lalu dia memasukkan lagi hand phone nya ke dalam tote bag nya. Isomah pun melanjutkan langkahnya menuju ke ruang rawat Ibu nya Nindy. Dan Richardo masih dengan setia berjalan di samping Isomah dengan tangan membawa keranjang buah buah an.


Tidak lama kemudian mereka berdua sudah berada di depan kamar rawat inap Ibu nya Nindy. Isomah mengetuk ngetuk pintu kamar itu. Dan sesaat kemudian pintu terbuka dan muncul sosok Nindy yang wajahnya terlihat sangat kusut karena capek kurang tidur dan banyak pikiran.


“Is.. ayo masuk.” Ucap Nindy sambil menarik tangan Isomah dia tidak menghiraukan Richardo karena tidak tahu kalau Richardo yang mengantar Isomah perkiraan Nindy, Isomah ke rumah sakit dengan ojek on line.


“Nona apa saya tidak boleh masuk?” tanya Richardo dengan suara agak keras sebab Isomah pun langsung melangkah masuk. Suara Richardo itu tentu saja mengagetkan Nindy.


“Is siapa dia?” tanya Nindy masih dengan wajah heran dan kaget.


“Ohh dia yang membantu kasus ku.” Jawab Isomah lalu menyuruh Richardo masuk dan mengenalkan nya pada Nindy. Nindy dan Richardo pun lalu saling berjabat tangan. Nindy pun terpesona pada wajah tampan Richardo akan tetapi hati dan pikiran dia yang masih memikirkan kesehatan Ibu nya mengabaikan saja karena ada hal yang lebih penting butuh perhatiannya.


Nindy pun selanjutnya mengajak Isomah dan Richardo untuk masuk ke dalam kamar rawat Ibu nya Nindy. Kamar rawat tersebut tidak untuk satu pasien tetapi ada beberapa pasien yang diberi batas korden yang agak tebal. Isomah prihatin melihat hal itu sebab tidak ada tempat untuk istirahat Nindy , di samping tempat tidur Ibu nya Nindy hanya ada satu buah kursi dan meja kecil.


Keranjang buah yang di bawa Richardo pun tidak muat untuk ditaruh di atas meja itu.


“Terima kasih Tuan, maaf saya taruh di bawah bukan saya tidak menghargai pemberian Tuan tetapi tidak ada tempat nya.” Ucap Nindy sedangkan Ibu nya Nindy wajah nya masih pucat hanya bisa tersenyum dengan lemah.

__ADS_1


“Is, maaf ya aku tidak bisa membantu kasusmu syukur alhamdulillah kalau sudah ada yang membantu. Baru saja aku buka group chat ada pengumuman dari Tuan Carol.” Ucap Nindy dengan pelan.


“Ooo aku malah belum membuka pesan di grup chat.” Ucap Isomah yang juga pelan agar Ibu nya Nindy tidak mendengar.


“Semoga tidak ada yang melihat kita kemarin.” Bisik Nindy. Richardo yang mendengar suara pelan mereka berdua begitu penasaran ada pengumuman apa di kampus Mahardhika.


Setelah dirasa cukup dalam menjenguk Ibu nya Nindy, Isomah pun mohon diri. Isomah dan Richardo segera meninggalkan ruang rawat itu.


Saat mereka berdua sudah berjalan di sebuah koridor yang tampak sepi.


“Tuan, mari kita menuju ke bagian administrasi.” Ucap Isomah sambil terus melangkah.


“Ada perlu apa Nona?” tanya Richardo sambil menoleh ke arah Isomah.


Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah berada di depan bagian administrasi.


Isomah awalnya mengatakan kalau dia asisten pribadi Nona Ixora William akan tetapi petugas administrasi tidak percaya. Dan seterusnya Richardo yang maju le depan dan mengatakan kalau dirinya asisten pribadi Nona Ixora William baru petugas administrasi percaya.


“Ada perlu apa Tuan?” tanya petugas administrasi itu.


“Ooo Nona Isomah yang lebih tahu apa keperluannya.” Ucap Rchardo sambil menoleh ke arah Isomah.


“Tolong pindah ke kamar vip pasien yang bernama Nyonya Marlina kamar nomor 808. Ini kartu debit Nona Ixora. Biaya dibayar oleh Nona Ixora.” Ucap Isomah dia menyebutkan nama dan nomer kamar rawat Ibu nya Nindy. Dia yang tidak tega melihat keadaan Nindy dan Ibu nya tadi maka dia bermaksud untuk memindah kamar rawat Ibu nya Nindy agar Nindy pun bisa istirahat dengan baik dan Ibu nya juga mendapatkan penanganan dengan fasilitas vip.


“Ooo baik Nona tunggu kami hitung dulu biaya nya.” Ucap pegawai bagian administrasi itu.

__ADS_1


Richardo yang mendengar semakin kagum dan terpesona pada Ixora. Mereka berdua pun duduk di kursi tunggu di depan bagian administrasi itu.


“Hmmm maka nya Bang Bule benar benar jatuh hati pada Nona Ixora, selain wajah nya yang cantik hati nya juga cantik.” Gumam Richardo sambil tersenyum dan melirik ke arah Isomah yang duduk di sampingnya.


Beberapa menit kemudian bagian administrasi memanggil asisten Nona Ixora William. Isomah pun maju ke loket administrasi. Bagian administrasi menyebutkan biaya untuk naik kelas dan Isomah pun menyetujui nya dan dia menekan nekan pass word di mesin pembayaran itu.


“Jika nanti ada biaya lagi tolong hubungi nomor saya atau Tuan Richardo.” Ucap Isomah selanjutnya sambil memberikan nomor hand phone nya juga nomor hand phone Richardo.


“Jika nanti keluarga pasien bertanya katakan Tuan Richardo yang membayar semuanya. “ ucap Isomah selanjutnya dan bagian administrasi pun menganggukkan kepalanya.


Setelah menerima kembali kartu debit nya Isomah segera meninggalkan loket administrasi. Saldo nya masih cukup jika untuk biaya rumah sakit Ibu nya Nindy. Dia sedikit tenang karena biaya Richardo bisa ditalangi oleh kakaknya lebih dulu


Mereka berdua segera melangkah meninggalkan tempat bagian administrasi dan segera berjalan menuju ke tempat mobilnya terparkir.


“Tolong cepat sedikit ya, saya harus masuk kuliah sore.” Ucap Isomah setelah mereka berdua berada di dalam mobil yang melaju di atas jalan raya.


“Baik Nona akan saya antar Nona ke kampus.” Ucap Richardo sambil tersenyum dan terus melajukan mobilnya.


Mobil pun terus melaju dengan kecepatan tinggi agar Isomah tidak terlambat kuliah sore hari nya. Tidak lama kemudian mobil sudah memasuki gerbang kampus Mahardhika. Mobil terus melaju sesuai arahan Isomah menuju ke kampus fakultas vokasi nya.


“Hmmm Nona Ixora selain cantik dan baik juga sangat pintar, kuliah di dua fakultas juga juara lomba penelitian.” Gumam Richardo yang semakin terkagum gum gum gum pada Ixora.


Sesaat kemudian mobil berhenti di depan kampus vokasi. Setelah mengucapkan terima kasih Isomah segera turun dari mobil Richardo. Saat Isomah berjalan dari mobil Richardo ada seseorang yang melihatnya. Ekspresi wajah orang itu terlihat sangat emosi.


“Kurang ajar!” ucap orang itu dengan nada kesal.

__ADS_1


__ADS_2