
Mobil yang dikemudian oleh Marcel melaju dengan kecepatan penuh. Mobil melintasi jalan yang bebas hambatan akan tetapi ada pantauan CCTV di jarak jarak tertentu.
Bang Bule masih sibuk dengan layar lap top nya untuk memantau data data dan jejak Bos Tambun.
“Apa kita bisa lebih cepat dari Ixora?” tanya Bang Bule tanpa menoleh ke arah Marcel yang juga fokus dalam melajukan mobilnya
“Hmmmm.” Gumam Marcel yang tanpa menoleh juga, dia terus saja fokus pada kemudi mobil nya.
“Benar jalur yang dilalui Ixora berbelit belit..” gumam Bang Bule sambil melihat layar hand phone nya untuk melihat peta jalur yang dilalui oleh Ixora. Marcel tidak memberi komentar dia terus melajukan mobilnya dengan kencang.
Dan beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki lokasi suatu pelabuhan yang sepi. Pelabuhan yang tidak digunakan untuk kapal kapal transportasi penumpang atau pun pelabuhan pengangkut barang. Hanya merupakan pelabuhan untuk kapal kapal nelayan dan digunakan untuk para penjahat untuk melarikan diri atau orang orang yang memasuki wilayah secara illegal. Marcel sudah beberapa kali datang ke pelabuhan itu dalam urusan kerja nya.
Mobil Marcel pun berhenti di dekat pantai. Tidak lama kemudian datang dua orang laki laki yang dengan penampilan sangat sederhana.
“itu mereka sudah datang.” Ucap Marcel lalu mematikan mesin mobil nya dan membuka pintu mobil nya.
“Bro, kapal sudah siap.” Ucap satu orang laki laki yang datang mendekat itu, yang ternyata mereka berdua adalah nelayan yang akan disewa kapal nya oleh Marcel.
“Apa kalian melihat kapal mencurigakan?” tanya Marcel dengan nada serius pada dua nelayan itu.
“Iya Bro kapal yang lumayan besar dua mobil juga ikut masuk ke dalam kapal. Beberapa jam lalu.” Jawab salah satu nelayan itu
“Okey kami mau mengejar mereka. Tolong kamu jaga mobilku.” Ucap Marcel pada nelayan itu.
“Siap Bro, ada motor di dalam kapal bisa untuk mengejar mereka.” Ucap salah satu dari nelayan itu.
Bang Bule terlihat sedang sibuk mengirim pesan chat pada Ixora, sebab Bang Bule melakukan panggilan video maupun suara tidak diterima oleh Ixora. Sedang kan Marcel terlihat sibuk menyiapkan segala peralatan nya dan dimasukkan ke dalam tas ransel nya.
“Ayo Bul, kamu sudah siap?” ucap Marcel lalu keluar dari mobil nya. Bang Bule yang sudah mengirim pesan chat pada Ixora pun segera turun dari mobil yang melangkah mengikuti Marcel, tas ransel lengkap segala peralatannya sudah nangkring di atas punggung nya.
Marcel terlihat memberikan kunci mobilnya pada salah satu nelayan itu. Dan dua nelayan itu juga ikut berjalan di samping Marcel, mereka berdua mengantar Marcel dan Bang Bule sampai di kapal nya yang bersandar.
“Hati hati Bro, semoga sukses.” Ucap dua nelayan itu sambil menepuk nepuk pundak Marcel. Marcel mengangkat jempol nya sebagai kode okey.
__ADS_1
“Tolong nanti kalau ada seorang gadis datang ke sini katakan kalau Bang Bule sudah menjemput Mama nya.” Ucap Bang Bule sambil menoleh ke arah dua nelayan itu. Dan dua nelayan itu pun menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.
Marcel dan Bang Bule pun segera masuk ke dalam kapal milik nelayan itu. Kapal segera meninggalkan bibir pantai dan meluncur dengan cepat membelah lautan
Sementara itu mobil yang ditumpangi oleh Ixora yang sedang berjalan dengan tersendat sendat selain karena jalan yang tidak rata juga karena ada banyak halangan. Entah ada bambu besar yang melintang di jalan atau pun ada batu batu besar yang sengaja di taruh di jalan. Pak Polisi dan sang pengawal pun harus menyingkirkan penghalang penghalang itu.
Tuan William dan Ixora terlihat sangat lelah, khawatir dan panik. Ixora menyandarkan tubuh nya pada Papa nya dan dia tertidur karena lelah nya.
Beberapa menit kemudian mobil kembali bisa berjalan setelah penghalang jalan sudah bisa disingkirkan.
Akan tetapi setelah berjalan kira kira satu kilo meter terdengar suara tembakan yang sangat keras. Ixora yang tadi tertidur pun kaget dan membuka mata nya juga langsung menegakkan badan nya.
“Pa, Mama ....” suara Ixora dengan nada khawatir, khawatir jika suara tembakan itu menembak Mama nya.
Dan tiba tiba di depan mereka terlihat ada beberapa orang laki laki dengan postur tinggi dan besar berdiri menghadang di tengah jalan. Motor polisi yang berjalan di barisan paling depan pun berhenti dengan jarak aman, beberapa meter dari lima orang laki laki yang menghadang itu.
Mobil yang dikendarai oleh pengawal Tuan William pun berhenti..
Tampak beberapa polisi keluar dari mobil dan berjalan mendekati beberapa laki laki yang menghadang jalan itu.
Beberapa saat setelah polisi polisi itu sampai di dekat para laki laki yang menghadang, tampak mereka berbicara dengan serius. Satu laki laki penghadang yang berada di tengah tampak mengusir polisi itu dan menyuruh kembali ke markas nya. Dan para polisi itu tampak tidak mau kembali dan akan tetap meneruskan tugas nya.
Akan tetapi terlihat laki laki penghadang itu menyerang polisi polisi itu dengan hantaman. Dan selanjutnya terjadi baku hantam dan tendang di antara polisi polisi dan para laki laki penghadang itu.
Ixora yang melihat hal itu lalu membuka sedikit kaca jendela mobil nya.
“Ix, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Sang Papa tampak khawatir.
“Tenang Pa.” Ucap Ixora lalu dia mengeluarkan senjata milik nya. Hanya pucuk senjata yang dia keluarkan dibalik kaca jendela mobilnya.
Dan....
Tanpa suara tembakan satu peluru meluncur dari pucuk senjata Ixora. Tidak ada yang roboh atau pun yang merasakan kesakitan.
__ADS_1
Ixora meluncurkan lagi peluru dari senjata nya hingga lima kali. Tuan William yang melihat hanya diam saja mengira tembakan Ixora tidak mengenai sasaran.
Akan tetapi beberapa saat kemudian kelima laki laki penghadang itu sudah kacau cara memukul dan menendang lawan nya. Polisi polisi itu pun semakin tepat sasaran pukulan dan tendangan nya. Ixora tampak lega dan menutup rapat kembali kaca jendela mobil nya dan menaruh kembali senjata rahasia nya.
“Hah? Kenapa tiba tiba mata ku buta!” teriak laki laki yang tubuh nya paling tinggi dan besar dan dia sudah tidak lagi bisa menyerang. Serangan polisi polisi semakin mengganas. Dan keempat laki laki menghadang lainnya pun juga juga sama berteriak mata nya tidak bisa melihat dan kelima laki laki itu pun roboh sambil mengucek ucek mata nya.
“Borgol mereka!” perintah ketua tim polisi pencari Nyonya William.
“Kenapa mereka semua mengeluh tidak bisa melihat.” Gumam ketua tim polisi pencari Nyonya William, lalu meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ke mobil Tuan William. Sedang polisi yang mengendarai motor terlihat sedang menghubungi temannya agar mengangkut ke lima laki laki yang sudah diborgol semua itu.
Sang pengawal Tuan William lalu membuka kaca jendela mobil nya saat pak polisi berdiri di dekat mobil mereka.
“Tuan kita bisa melanjutkan lagi perjalanan.” Ucap ketua tim polisi pencari Nyonya William itu.
“Di mana isteri ku?” tanya Tuan William
“Kita menuju ke pelabuhan Tuan.” Jawab ketua tim polisi pencari Nyonya William
“Hhhh mau dibawa ke mana isteri ku.” Ucap Tuan William dengan nada kesal.
“Mari Tuan silahkan mobil berjalan.” Ucap polisi itu lagi.
Sang pengawal pun segera melajukan mobil nya mengikuti jalan yang satu dan tidak ada cabang cabang jalan nya itu.
“Ix kamu tadi menembakkan apa? Apa kamu memiliki peluru rahasia?” tanya Tuan William sambil menoleh ke arah Ixora.
“Lihat senjata kamu.” Ucap Tuan William lagi sambil mengulurkan tangannya .
“Nanti Pa.” Jawab Ixora sambil tersenyum
“Pa, Bang Bule sudah sampai pelabuhan lebih dulu lewat jalan pintas.” Ucap Ixora yang sudah membaca pesan chat dari Bang Bule
“Hmmm.” Gumam Tuan William. Dan mobil terus melaju kini tidak ada lagi rintangan di jalanan akan tetapi jalan masih saja tidak rata.
__ADS_1