Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 37. Bang Bule Gelisah


__ADS_3

Anneke bibirnya terus saja tersenyum saat melihat mobil Bang Bule terus mengikuti laju mobilnya. Sedangkan Bang Bule ekspresi wajahnya terlihat sangat kuatir dan juga penasaran dengan apa mau Anneke.


Anneke pun terus melajukan mobilnya.


“Akan di mana dia akan berhenti?” gumam Bang Bule karena perjalanan sudah agak jauh dari lokasi kampus mobil Anneke belum juga berhenti.


Mobil Anneke terus melaju dan Bang Bule pun terus mengikuti mobil Anneke yang tidak dia ketahui kemana tujuannya.


Di lain tempat di lokasi tempat latihan, beberapa orang kasak kusuk memperbincangkan Anneke yang sukses membawa pergi Bang Bule. Isomah yang mendengar merasa panas hatinya. Dia lalu segera berjalan dengan cepat menuju ke rumah kostnya.


“Apa iya primadona kampus itu akan mendekati Bang Bule juga. Bukannya berita nya dia pacar Kak Carol.” Gumam Ixora dengan nada sedih. Meskipun di dalam hati dia sudah menyiapkan diri jika Bang Bule meninggalkan dirinya karena berpenampilan tidak cantik. Akan tetapi tetap saja Ixora sedih dan belum iklas jika Bang Bule pergi dari dirinya secepat itu.


Ixora pun terus melangkah menuju ke rumah kost nya dia akan segera mandi dan beristirahat dan juga bila pak Wagiman menjemput, tubuhnya sudah tidak lengket oleh keringat karena habis latihan.


Detik berganti detik, menit berganti menit... satu jam pun sudah berlalu..


Di tempat lain, di sebuah jalan raya mobil Anneke kini sudah membelok memasuki sebuah rumah makan yang sangat asri di pinggir suatu danau buatan.


Mobil Bang Bule itu pun mengikuti mobil Anneke yang berjalan di depannya dan sudah memasuki tempat parkir di rumah makan itu.


“Hmmm orang stres itu akhir nya berhenti juga.” Gumam Bang Bule sambil ikut memasuki tempat parkir.


Bang Bule turun dari mobilnya, sementara Anneke masih sibuk di dalam mobil memperbaiki penampilannya. Bang Bule tidak menunggu Anneke dia terus berjalan menuju ke salah satu meja yang kosong di rumah makan itu . Bang Bule segera mendudukkan pantatnya. Dan beberapa menit kemudian Anneke pun duduk di depan Bang Bule.


“Cepat katakan apa yang kamu tahu tentang Ixora.” Ucap Bang Bule setelah Anneke duduk di depan nya.


“Sabar Tuan, kita minum minum dan makan makan dulu. Apa Tuan tidak haus dan lapar setelah mengeluarkan energi buat memberi latihan.” Ucap Anneke berbicara sok formal sambil tersenyum.

__ADS_1


Bang Bule pun lalu memanggil pelayan rumah makan. Mereka berdua lalu memesan makanan dan minuman.


“Cepat katakan sekarang!” ucap Bang Bule setelah mereka selesai memesan menu dan pelayan sudah pergi meninggalkan mereka untuk membuatkan pesanan.


“Aku minta suatu syarat.” Ucap Anneke sambil tersenyum


“Apa?” tanya Bang Bule yang tidak sabar dengan berita apa yang akan disampaikan oleh Anneke tentang Ixora. Bang Bule kuatir jika keselamatan Ixora terancam.


“Jadi pelatih privat ku dan aku akan menyampaikan kabar tentang Ixora.” Ucap Anneke sambil tersenyum dan tatapan mata yang menggoda.


“Hmmm sia sia aku jauh jauh ke sini. Kamu bohong kamu tidak tahu apa apa tentang Ixora, dan ini hanya modus agar aku mau jadi pelatih privatmu.” Ucap Bang Bule lalu bangkit berdiri dia akan meninggalkan Anneke.


“Jangan sok tahu, aku benar benar tahu tentang Ixora. Dia sedang disembunyikan agar tidak bertemu dengan Anda dan juga sudah dijodohkan dengan Carol.” Ucap Anneke selanjutnya karena dia takut jika Bang Bule benar benar pergi.


“Aku serius karena ini juga berhubungan dengan hidupku. Carol adalah kekasih ku. Seperti Anda Tuan Vincent hatiku hancur saat mendengar berita itu.” Ucap Anneke dengan nada serius, dia masih bicara dengan kalimat sok formal.


Mereka berdua pun terdiam sesaat sebab pelayan sedang datang dan menata makanan dan minuman pesanan mereka di meja.


“Kamu tahu dari mana?” tanya Bang Bule setelah pelayan pergi meninggalkan mereka. Anneke belum menjawab dia masih menyedot minumannya.


“Dan mana buktinya?” tanya Bang Bule lagi dia pun lalu menegak minumannya.


“Aku dengar dari mulut Tuan Alfredo dan Kak Carol menyetujuinya hiks... hiks... hiks...” jawab Anneke lalu dia mulai terisak isak.


“Tolong aku... tolong kekasihmu Ixora, gagalkan perjodohan itu.” Ucap Anneke lagi sambil menatap Bang Bule dengan ekspresi wajah memelas.


“Mana buktinya?” tanya Bang Bule lagi

__ADS_1


“Maaf aku tidak merekam hiks... hiks... tapi percayalah pada aku. “ jawab Anneke sambil terisak isak lagi.


Bang Bule pun terlihat hanya diam menenangkan diri dia tidak mau begitu saja percaya pada omongan Anneke. Bang Bule lalu menarik piring di depan nya untuk mengeksekusi makanan yang sudah dia pesan. Karena lambung nya pun juga mulai terasa perih minta diisi, mungkin efek karena capek habis latihan dan berpikir keras tentang kabar yang baru saja dia dengar. Anneke pun juga terlihat diam dan juga mulai makan.


Beberapa menit kemudian....


“Ini masih rahasia, Ixora pun belum diberitahu karena kuatir akan mengganggu kuliahnya dan akan kabur dengan kekasihnya.” Ucap Anneke setelah selesai makan.


“Baiklah terimakasih atas informasinya. “ ucap Bang Bule lalu dia memanggil pelayan untuk membayar semua makanan dan minuman.


“Kak Vincent apa kita bisa bekerja sama untuk menggagalkan perjodohan itu?” tanya Anneke penuh permohonan dan harapan.


“Aku pikir pikir.” Ucap Bang Bule yang tidak seratus persen percaya dengan omongan Anneke.


Bang Bule pun mengucapkan terima kasih sekali lagi lalu dia bangkit berdiri melangkah meninggalkan rumah makan itu.


Bang Bule terus melangkah menuju ke tempat mobilnya yang terparkir tanpa menunggu Anneke. Hatinya benar benar sedang gundah dan gelisah. Dengan segera Bang Bule masuk ke dalam mobil dan seterusnya dia menjalankan mobilnya untuk meninggalkan rumah makan itu.


“Aku harus mencari tahu tentang kebenaran berita itu.” Gumam Bang Bule dalam hati sambil terus fokus pada laju kemudi mobilnya.


"Gara gara mengikuti orang stres, aku pun jadi turut stres sekarang." ucap Bang Bule dan terus melajukan mobilnya.


Sesaat kemudian


“Apa aku tanya pada Alexa dan Vadeo ya...” gumam Bang Bule sambil terlihat berpikir keras.


Bang Bule pun lalu tangan kirinya meraih hand phone yang berada di saku celana cargonya. Akan tetapi saat melihat layar hand phone nya.

__ADS_1


“Sial.” Umpat Bang Bule lalu dia menaruh hand phone nya itu pada holder yang tertempel di dashboard mobilnya.


__ADS_2