Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 97. Sanksi


__ADS_3

“Apa?” ucap Isomah dengan keras pula dan melepas tangan Nency dengan kasar


“Aku laporkan kamu pada Tuan Richardo sudah menyakitiku dan membuang sapuku.” Teriak Nency dengan keras dan wajah memerah karena marah.


“Laporkan saja.” Ucap Isomah sambil membalikkan badan nya dan melangkah meninggalkan Nency.


“Awas ya kamu gembel buta, lihat saja nanti! Tidak lama lagi kamu akan dikeluarkan dari kampus Mahardhika dan kamu akan jadi gembel selama nya!” ancam Nency dengan suara keras. Sedangkan Isomah terus saja melangkah meninggalkan Nency yang masih saja terus mengumpat dan mengancam dirinya.


Sementara itu di balik jendela rumah Bang Bule yang lebar, berdiri sosok pemuda tampan dengan tipe wajah model oppa oppa Korea. Dia lah Richardo yang sekarang menggantikan posisi Bang Bule.


“Hmmm Nona Ixora gerakan nya sudah lumayan gesit.” Gumam Richardo dalam hati sambil tersenyum. Dia terus mengawasi Isomah sejak Isomah keluar dari pintu rumah Bang Bule.


“Aku belum buat jadwal untuk melatih dia menggunakan senjata api. Besok saja jika aku sudah menyelesaikan kasus nya.” Gumam Richardo lagi karena dia sudah mendapat mandat dari Alexandria agar melatih Ixora dalam menggunakan senjata api. Alexandria pun juga sudah mengatakan hal yang sebenarnya jika Isomah itu adalah Ixora adiknya.


Richardo pun segera melangkah menuju ke pada salah satu kamar yang berada di dalam rumah besar Bang Bule itu. Sebuah kamar yang menjadi tempat dia bekerja dan beristirahat. Richardo bertekat hari ini menyelesaikan kasus Isomah.


Sementara itu Isomah yang sudah meninggalkan rumah Bang Bule Vincent dengan menggunakan ojek on line menuju ke kampus nya.


Setelah berkas berkas sudah diterima oleh Richardo hati Isomah sedikit tenang. Tinggal menunggu berita dari Richardo.


Isomah meminta pada Bang Ojek on line agar melajukan motor nya lebih kencang agar dia tidak terlambat jam kuliah nya. Meskipun dia sudah izin di hari ini akan tetapi karena urusan dengan Richardo lancar dan masih ada waktu untuk mengikuti kuliah maka dia pun memutuskan untuk tetap mengikuti kuliah.


Beberapa menit kemudian motor ojek on line sudah berada di depan kampus tempat Isomah kuliah di pagi hari yaitu kampus fakultas kedokteran. Isomah setelah turun dari boncengan terus berlari menuju ke ruang kuliahnya.


Saat dia berlari banyak wajah menoleh dan menatap nya dengan sinis dan bersungut sungut. Isomah hanya membiarkan saja sebab dia sudah mendapatkan informasi dari Nindy bagaimana pandangan dan komentar orang orang kampus pada diri nya.


Dan di saat dia sudah sampai di depan ruang kuliahnya. Pintu ruang itu sudah ditutup. Dan daun pintu itu ada kertas pengumuman yang tertempel.


PENGUMUMAN

__ADS_1


BAGI SIAPA SAJA DILARANG KERAS MEMBANTU MAHASISWA BERNAMA ISOMAH. JIKA MELANGGAR AKAN MENDAPATKAN SANKSI TEGAS: DIKELUARKAN DARI KAMPUS.


TTD


CAROL ALFREDO


“Hmmm dia menggunakan kekuasaannya sebagai putra pemilik kampus.” Gumam Isomah setelah membaca pengumuman itu.


TOK.. TOK.. TOK..


Isomah mengetuk pintu itu dengan pelan pelan, dia hanya untung untungan saja, boleh masuk syukur tidak boleh masuk toh dia sudah izin.


“Masuk.” Terdengar suara bariton dari dalam ruang kuliah, suara bapak dosen yang sedang mengajar. Isomah pun segera membuka pintu.


“Maaf Pak, saya masuk tidak jadi izin karena urusan selesai lebih cepat.” Ucap Isomah saat sudah melangkah masuk.


Setelah duduk, mata Isomah mengitari seluruh isi ruangan dia mencari sosok Nindy. Akan tetapi dia tidak menemukan sosok teman baiknya itu.


“Di mana Nindy?” tanya Isomah dengan suara berbisik pada temannya yang duduk tidak jauh dari diri nya. Teman itu hanya mengangkat kedua bahunya sebagai isyarat dia tidak tahu.


Isomah pun hati nya mulai gelisah.


“Apa Nindy mendapat sanksi.” Gumam Isomah dalam hati.


“Hm aku ingin memberi kabar baikku sudah mendapat bantuan hukum. Malah Nindy tidak masuk.” Gumam Isomah lagi dalam hati. Isomah pun selanjutnya mencoba untuk fokus mendengarkan dan memperhatikan materi yang disampaikan oleh Bapak Dosen, akan tetapi susah setengah mati sebab dia masih memikirkan nasib Nindy.


Hingga jam kuliah usai Nindy pun tidak tampak sosoknya di kampus. Isomah mencari di tempat tempat yang biasa didatangi oleh Nindy , di perpustakaan, di ruang dosen pembimbing nya, di laboratorium dan tempat lain nya. Hasilnya kosong tidak ada Nindy. Orang orang yang ditanya oleh Isomah pun tidak ada yang mau menjawab mungkin takut mendapat sanksi dari putera pemilik kampus Mahardhika.


Isomah pun segera melangkahkan kaki nya untuk pulang ke rumah kost nya. Dia akan segera menghubungi Nindy lewat hand phone. Dia tidak mau menghubungi Nindy saat masih berada di lokasi kampus, Isomah khawatir ada yang mendengar dan melapor pada Carol atau Anneke.

__ADS_1


Bersyukur Isomah tidak bertemu Carol atau pun Anneke. Isomah terus melangkah dengan cepat. Dan tidak lama kemudian dia sudah sampai di rumah kost nya. Dengan cepat dia membuka kunci pintu kamar nya.


Bunda Naura yang melihat kedatangan Isomah seperti pada waktu waktu rutin nya tampak lega.


Sementara Isomah setelah masuk ke dalam kost nya langsung mengambil telepon seluler nya Dia akan segera menghubungi Nindy.


Akan tetapi saat dia mengaktifkan hand phone nya ada banyak notifikasi masuk. Salah satu nya pesan chat dari Richardo yang nomornya sudah dia simpan di dalam kontak hand phone nya.


“Ada berita apa ya?” gumam Isomah dalam hati dan dia pun segera membuka pesan teks Richardo di aplikasi chatting nya.


“Selamat siang Nona, saya akan menginformasikan berita gembira. Saya sudah melakukan uji forensik dan hasilnya foto bukti itu 100 persen hasil editan.”


“Surat keterangan j6 resmi tentang hasil uji kami saya kirim ke alamat email Nona dan Nona bisa mengambil surat fisik nya ke rumah Bang Bule atau saya antar ke tempat Nona?”


“Sementara ini saya belum mencari tahu siapa pelakunya.”


Bibir Isomah tersenyum lebar membaca isi pesan chat Richardo.


“Tuan Richardo sangat cepat kerja nya, maka Bang Vincent mempercayakan pada nya.” Gumam Isomah lalu dia membuka aplikasi emailnya untuk melihat surat keterangan dari Richardo.


Bibir Isomah kembali tersenyum saat melihat surat keterangan resmi dari Richardo. Kop surat dari organisasi resmi Bang Bule dan di bawah ada tembusan surat pada pihak kepolisian.


“Aku sekarang tanya pada panitia lomba saja. Surat keterangan itu sudah cukup apa perlu menangkap pelakunya.” Gumam Isomah dalam hati lalu dia pun segera mengetik ngetik pesan dan segera dikirim lewat email dan pesan chat ke pada panitia lomba.


Sambil menunggu balasan dari panitia lomba, Isomah mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi Nindy teman nya.


Berkali kali Isomah mencoba menghubungi Nindy ada nada sambung akan tetapi belum juga diterima oleh Nindy.


“Ada apa dan kenapa ya Nindy?” tanya Isomah dalam hati dan dia pun terus mencoba menghubungi Nindy.

__ADS_1


__ADS_2